
Robert berada di kantor dan tampak termenung karena dia sedang memikirkan sesuatu.
Sepertinya untuk mendapatkan Kiara tidaklah mudah,Gadis itu begitu dingin dan tegas,Hanya tidak sengaja dia mencium pipinya dia mendapatkan tendangan di bokongnya.Bagaimana jika dia mencium bibirnya,Bisa - bisa kepalanya langsung di dor oleh gadis itu.
Jangan sampai hal itu terjadi,Jika tidak dia akan berada dalam keadaan babak belur dan dia juga tidak bisa mendapatkan Kiara.
Ini adalah tantangan yang menarik,semakin sulit mendapatkan gadis itu semakin dia menginginkan gadis itu.
Sepertinya dia harus mengubah strategi,Mungkin dia terlalu terburu - buru lebih baik dia memikirkan cara baru biar Kiara bisa dia taklukkan.
Pertama dia harus membiasakan Kiara dekat dan membutuhkan dirinya sepertinya itu bukan ide yang buruk.
Baiklah dia akan melakukannya pelan tapi pasti Kiara akan menjadi miliknya dan malam ini dia akan melewatkan malam yang menyenangkan dengan Kiara.
Saat itu Michael masuk ke dalam Karna dia baru pulang dari meeting,Michael memperhatikan bosnya yang tampak termenung dia heran ada apa dengan bosnya.
Dia segera menghampiri bosnya dan meletakan dokumen hasil meeting tadi di atas meja.
"Bos!"
"Oh kau sudah datang!"Robert tersadar dari lamunannya dan melihat Michael.
"Ada apa bos,Apa yang terjadi denganmu?"
"Tidak apa -apa,Apa kau sudah selesai meeting nya?"
"Tentu saja,Itu semua dokumen hasil meeting tadi!"Jawab Michael Sambil menunjuk dokumen yang ada diatas meja.
__ADS_1
Robert bangkit berdiri dan melihat beberapa dokumen yang di bawa oleh Michael.
"Oke baiklah mic,Kau pelajari semua dokumen kerja sama ini dengan teliti bila sudah selesai kau serahkan padaku!"
'Baiklah,Tapi hari ini belum bisa bos karna masih ada pekerjaan lain yang harus aku selesaikan!"
"Baiklah aku akan menunggu dan lagi pula aku ada urusan yang lebih penting."
"Oh ya,Emang bos punya urusan penting apa?"
"Menjinakkan buruanku Mic,"Jawab Robert seraya mengambil ponselnya karena dia ingin menghubungi Kiara.
Michael hanya terkekeh,Sepertinya bosnya masih belum berhasil mendapatkan gadis incarannya.
Robert berjalan kearah jendela dan berdiri di sana,Dia segera menghubungi Kiara karena dia ingin tahu apa yang di lakukan gadis itu.
Robert tersenyum mendengar suara Kiara,Baru beberapa hari tidak bertemu entah mengapa dia begitu sangat merindukannya.
"Aku rindu denganmu babe?"
"CK,Jangan menggombal apa kamu tidak ada kerjaan lain selain menggombal?"
"Asal kau tahu babe,Kau yang telah membuatku malas melakukan apapun!"
"Sudahlah simpan gombalanmu,Ada apa kau meneleponku?"
"Aku hanya ingin kau tau apakah kau lagi sibuk bekerja?"
__ADS_1
'Kenapa?"Tanya Kiara.
"Tidak apa - apa,Malam ini aku mau mengajakmu jalan - jalan!"
"Emang kita mau kemana?"Tanya Kiara lagi.
"Ya kemana saja yang penting kita bisa selalu bersama!"
"CK,Dasar raja gombal,"
"Ha ha ha ha,Kau sangat mengemaskan babe!"
" CK,Menyebalkan," Ujar Kiara.
.
Pada saat itu seorang petugas menghampirinya,
"Komandan di panggil oleh atasan,"
"Oke,Thanks!" Jawab Kiara.
"Sory,Frengky aku harus pergi?"
"Baiklah babe,Jangan lupa makan siang!"Jawab Robert.
Kiara mematikan ponselnya dan segera bangkit berdiri untuk menemui atasannya,Sementara Robert sibuk berpikir karna saat telpon tadi dia mendengar seseorang memangil Kiara dengan komandan,Dia salah dengar atau memang kenyataan nya seperti itu.
__ADS_1
Dia sangat penasaran siapa sebenarnya Kiara ini,Semakin dia penasaran semakin dia ingin memiliki gadis itu.