
Rudi dan Kiara saling pandang sejenak saat mobil mainan berhenti tidak jauh dari mereka,Suara detakan jarum penunjuk angka yang terdapat di bom terasa begitu nyaring terdengar begitu juga dengan degup jantung mereka.
"Lari,"Teriak mereka secara bersamaan dan mereka segera lari secara bersamaan untuk menyelamatkan diri karena mereka tidak punya banyak waktu.
Mereka berlari dengan sekuat tenaga,Dan tidak lama kemudian?.
Duarrrr,Bom meledak dan tubuh mereka terhempas oleh dahsyatnya gelombang ledakan.
Cctv yang ada disana rusak akibat ledakan dan Antony dan Edwar kehilangan Kiara Karna Cctv mati dan tidak bisa merekam lagi.Dan mereka memangil - manggil Kiara dan berharap Kiara baik - baik saja.
"Queen....Queen,"Antony berusaha memangil tapi sayang tidak ada yang menjawab karena earphone yang di pakai Kiara terpental entah kemana.
Antony mengumpat kesal dan segera keluar,Dia akan ke lokasi untuk melihat keadaan Queen mereka.Dia harap Kiara baik - baik saja karena daya ledak bom begitu dahsyat.
Siapapun orang yang telah memasang bom itu bila tertangkap tidak akan dia biarkan mati dengan mudah,Akan dia buat orang itu mengalami siksaan yang menyakitkan sampai dia berharap untuk mati tapi kematian tidak akan mendatanginya dengan mudah.
__ADS_1
Antony benar - benar marah karna kali ini para penjahat itu sudah sangat keterlaluan,Akan dia buat orang itu membalas setiap luka dan setiap tetes darah yang menetes dari tubuh Queennya.Skan dia ingat kejadian ini dan saat sudah tertangkap akan dia pastikan orang itu harus membayarnya.
Di Lokasi kejadian Kiara mengerjakan tubuhnya yang terpental dan membentur dinding dengan susah payah.Tulang - tulangnya terasa remuk karena tubuhnya terhempas jauh dan menabrak dinding dengan keras.
Darah segar mengalir dari bibirnya dan tangannya seperti keseleo,Sekujur tubuhnya di penuhi luka dan sambil menahan sakit,Kiara mencari Rudi dan dia berharap Rudi baik - baik saja,Sebab bila terjadi sesuatu dengan Rudi maka papanya pasti akan semakin murka dan menjadi lebih kuat dan tegas lagi untuk menyuruh nya berhenti segera dari kepolisian.
"Rudi,"Asap dan debu akibat ledakan mengepul dan berbaur menjadi satu menutupi pandangannya.
"Rudi,"Kiara kembali memangil karna Rudi tidak menjawab.
"Ki...Ara,"Samar - samar terdengar suara Rudi dan Kiara masih mencari.
'Rudi,"Kiara mendekati suara Rudi saat Rudi memangil namanya lagi.
Begitu melihat keadaan Rudi,Kiara sangat kaget dan langsung berlari menghampiri Rudi sambil memegangi lengannya.Bagaimana tidak Rudi sedang bersandar pada dinding bangunan dengan sebuah pecahan kaca yang menancap di perutnya.
__ADS_1
"Rudi,Oh astaga!"
"Jangan kuatir aku tidak apa - apa?"Jawab Rudi sambil melihat keadaan Kiara yang di penuhi luka.
"Apanya yang tidak apa - apa?Jika terjadi sesuatu padamu aku akan semakin merasa bersalah,Dan papa semakin kuat menyuruhku berhenti jadi polisi dan papa juga pasti akan sangat marah karna aku tidak bisa menjagamu!"
"Hei,Kenapa gunung es ku menangis ini bukan saatnya untuk bersedih,"Ucap Rudi sambil meringis kesakitan.
"Maaf,"Kiara segera memapah tubuh Rudi.
"Ayo aku akan membawamu keluar!"
'Tinggalkan aku Kiara, pergi cari bantuan!"
"Tidak,Aku tidak akan meninggalkanmu,Kau adalah orang yang paling bearti dalam hidupku,Tidak akan aku biarkan sesuatu terjadi padamu,"Ucap Kiara dan dengan tenaga yang ada,Kiara memapah tubuh Rudi karena dia harus menolong temanya yang sudah seperti saudaranya sendiri.Jangan sampai Rudi mati kehabisan darah.
__ADS_1