
Para penjinak bom sudah berada di tempat untuk menjinakkan bom yang sebentar lagi akan meledak dan menghancurkan segalanya.
Kiara berlari kearah Rudi yang sedang bicara dengan beberapa rekan mereka dari kepolisian dan mereka memberikan sebuah rekaman Cctv yang ada di cafe tersebut.
'Spa yang terjadi Rud?"Tanya Kiara.
"Perampokan dan pembunuhan,Tapi ini di lakukan oleh orang - orang yang sudah biasa melakukan perampokan,Dan mereka adalah para perampok sadis!"Ujar Rudi.
'Bagaimana di dalam?"Tanya Kiara seraya mengambil rekaman yang ada di tangan Rudi.
"Sebuah bom aktif ada di dalam dan petugas sedang menjinakkannya dan kau tahu sepertinya ini hanya alibi untuk mengalihkan perhatian kita!"Ujar Rudi lagi.
"Jam berapa sekarang Rud?"
"Hampir jam sebelas!"Jawab Rudi sambil melihat jam di pergelangan tangannya.
"CK,Kita harus segera menon aktifkan bom itu,Takutnya itu bukan hanya satu bom yang di letakan di sana!"Ujar Kiara.
"Apa?"Ujar Rudi.
__ADS_1
"Ayo kita segera bergerak masuk,Jangan banyak bicara!" Perintah Kiara pada Rudi.
"Jika tertangkap aku akan memakaikannya baju wanita dan menendang bokongnya,Karna sudah berani mempermainkan aku dan menambah banyak tugas ku saja!" Ujar Kiara dengan kesal dan segera mereka masuk ke dalam cafe untuk mencari bom yang telah di letakan oleh para perampok.
Rudi dan Kiara menghela nafas,Mereka sangat kesal dengan kejadian ini membuat kesibukan mereka jadi bertambah,Masalah menangkap buronan saja belum selesai sudah di tambah masalah baru.Apapun itu waktu mereka tidak banyak lagi untuk menemukan bom - bom yang di simpan entah dimana oleh perampok tadi.
Waktu terus berjalan sedangkan Kiara dan Rudi masih berusaha mencari dimana lagi bom - bom itu di letakkan,Bom yang di letakan di dekat meja bar sudah di jinakkan dan di bawa keluar,Sedangkan garis polisi sudah dipasang di tempat itu.
Kiara dan Rudi membahas bom yang belum di temukan dan meletakan denah lokasi cafe diatas cap mobil polisi,Mereka berdua tampak begitu serius dan saling bertukar pikiran,Sementara anggota polisi yang lain menangani semua korban yang tertembak oleh perampok.
"Bagaimana menurutmu Ra?Kita banyak kehilangan waktu!"Ucap Rudi.
Ada sebuah terowongan menuju kearah pembuangan saluran air,Dan Kiara menyakini bahwa salah satu bom di letakan di sana.
"Jadi kita harus bagaimana?" Tanya Rudi pada Kiara.
Kiara masih berpikir,Sebaiknya dia meminta bantuan pada Antony tapi pada saat itu ponsel Kiara berbunyi,Kiara segera mengambil ponselnya dan sebelum menjawab dia melihat siapa yang menghubunginya terlebih dahulu.
"Sebentar Rud!"Ucap Kiara karena saat itu Robert yang menghubunginya.
__ADS_1
"Ada apa ?"Tanya Kiara,Jangan sampai Rudi mendengar dan memang Rudi mendengar pembicaraan mereka.
"Hei,Babe kenapa dingin begitu?"Protes Robert.
"Sst,Jangan berisik!" Jawab Kiara dengan pelan.
Robert terkekeh,Kenapa Kiara begitu takut hubungan mereka ketahuan,Tapi tidak masalah karena dia tahu Kiara mempunyai alasan melakukan itu.
"Ada apa babe,Kau begitu tegang kedengarannya?" Tanya Robert lagi.
"Tidak aku lagi sama temanku,Kami sedang reuni!" Ujar Kiara dia tidak mau Robert mengetahui siapa dirinya secepat ini.
Setelah itu Kiara segera mematikan telponnya,Karna dia harus cepat menghubungi Antony untuk meminta dia mencari bom yang ada di dalam cafe.
"Ada apa Queen menghubungiku?"Saat telpon sudah terhubung.
"Berani kau bertanya padaku?"Jawab Kiara dengan dingin.
Di episode - episode terakhir ini akan ada ketenangan dan kesedihan ya,jangan lupa ikutin terus kelanjutannya sebelum novel ini tamat,dan jangan lupa komen ,like n votenya biar autor lebih semangat lagi updatenya.
__ADS_1