
Di perjalanan pulang Kiara menghentikan laju motornya saat dia melintasi sebuah taman yang tampak indah pada malam hari.
Entah mengapa dia jadi ingin menikmati malam sambil memandangi taman Yan lampunya sangat terlihat indah itu.Dan menikmati malam di sana.
Kiara duduk diatas motornya sambil menggosok tangannya yang dingin karena angin malam sedangkan matanya menatap lampu - lampu taman yang terlihat indah.
Angin malam berhembus dan menerpa wajahnya tapi dia tidak perduli,Entah mengapa perasaannya jadi tidak menentu.
Kiara diam saja dan pada saat itu kenangan bersama Bram kembali teringat,Jika saja saat itu dia datang tepat waktu mungkin sekarang Bram masih berada di sisinya dan mereka sudah hidup bahagia.
Apakah dia harus melupakan Bram dan menyerah pada cintanya.Mengubur Masa lalu bukanlah hal mudah yang bisa di lakukan,Apa lagi Kiara yang selalu merasa bersalah pada kejadian yang menimpa orang yang begitu amat dia cintai.Jika bukan karna trauma yang dia alami dia pasti sudah melupakan Bram dan mencari cinta yang lain.
Saat Kiara sedang melamun tanpa sengaja Robert yang juga mau pulang dia melihat Kiara tampak berada di sisi jalan dan diam saja,Hal itu benar - benar membuat Robert penasaran apa yang sedang di lakukan Kiara?.
Robert turun dari mobilnya dan menghampiri Kiara yang sedang duduk termenung diatas motor.
'Kenapa kau ada disini?" Tanya Kiara saat Robert menghampirinya.
"Tentu saja aku menghawatirkan mu, Ini sudah malam tapi kau belum juga pulang,Aku takut terjadi sesuatu padamu sebab itu aku datang kemari!"
__ADS_1
Kiara tersenyum dan turun dari atas motor,Dia berdiri di samping motornya sedangkan Robert berdiri di sebelahnya.
'Apa yang kau lakukan disini babe?"
Kiara menghembuskan nafasnya dan mengusap telapak tangannya yang terasa dingin.
"Aku rindu dengan seseorang Frengky,"
"Siapa?"
"Aku rindu dengan pacarku,"Jawab Kiara sedangkan Robert mengumpat dalam hati.
"Aku benci dengan perasaan cinta ini,jika saja kejadian itu bukan salahku,Mungkin aku sudah melupakannya!"Ucap Kiara dan Tampa terasa air matanya sudah mengalir.
"Jangan menendang ku,Oke?Aku hanya ingin menghiburmu,"Ucapnya.
"Tidak apa - apa aku tidak akan menendang mu!"Jawab Kiara sambil menghapus air matanya.
"Babe,Memang dimana pacarmu saat ini?"
__ADS_1
"Dia sudah tenang di alam sana,"Jawab Kiara singkat.
"Apa maksudmu!Bahwa dia sudah meninggal?"
Kiara diam saja,Haruskah dia cerita hal ini pada Robert?
"Kenapa kau diam saja babe,Coba ceritakan padaku mungkin aku bisa menghiburmu dan mengurangi sedikit rasa kesedihanmu,"Robert memberanikan diri mengusap kepala Kiara.
"Aku tidak tahu Frengki,Apakah aku bisa melupakannya atau tidak!" Air mata Kiara mengalir semakin deras,Entah mengapa usapan tangan Robert di rambutnya memberikan rasa nyaman untuk ya.
"Sudahlah jangan menangis lagi,Dia sudah tenang di sana,Semoga dengan segera kau bisa melupakannya!"
'Aku hanya benci perasaan ini!"
"Babe,Dengarkan aku dan jangan menendang ku!"
Robert menarik Kiara hingga gadis itu masuk ke dalam pelukannya,Kiara sangat kaget dan berusaha mendorongnya tapi Robert mendekapnya dengan erat dan tidak memberi peluang untuknya bergerak.
'Frengky lepaskan aku!"Pinta Kiara.
__ADS_1
"Tidak,Dengarkan aku!"Robert benar - benar tidak melepaskan Kiara.
"Mungkin kau mengalami sindrom dengan laki - laki karena suatu kejadian.Mungkin kau menganggap kau sangat bersalah sehingga kau begitu takut semua laki - laki yang akan mendekatimu bisa berada dalam bahaya,Tapi bukalah matamu lebar - lebar semua yang terjadi adalah takdir bukan kesalahanmu seperti yang engkau pikirkan."Ujar Robert memberikan pengertian pada Kiara.