
Kiara segera duduk dan hendak melanjutkan pekerjaannya lagi,Tapi pada saat itu suara ponsel mengalihkan perhatiannya.
Saat melihat siapa yang menghubunginya senyum Kiara langsung mengembangnya,Tidak mau menunda Kiara segera menjawab panggilan yang masuk ke ponselnya.
"Mama?"
"Kiara,Kenapa kau tak pulang - pulang?Apa tugas mu belum selesai juga?"Tanya mama Kiara.
"Sory ma,Kiara belum bisa pulang pekerjaan Kiara akhir - akhir ini sangat sibuk ma!"Jawab Kiara.
"Apa buronan yang kau incar belum juga bisa kau atasi Kiara?" Tanya mama lagi.
"Iya ma,Maaf ya ma kalo Kiara Uda lama ngak pulang!"
"Iya mama maklum,Tapi papa kamu selalu nanyain kamu terus!" Ujar mama dengan sedikit sedih.
"Iya ma,Ada apa dengan papa ma?"Tanya Kiara kuatir.
""Tidak apa - apa sayang,Papamu hanya rindu saja!"
"Oh,Kiara juga sangat merindukan kalian,Tapi untuk saat ini Kiara belum bisa pulang,Nanti kalo kasus Kiara selesai Kiara pasti pulang ma!"Ucap Kiara.
"Sayang,Berikan ponselnya pada papa!"Kiara tersenyum dia benar - benar rindu pada mama dan papanya.
__ADS_1
"Kiara bagaimana kabarmu sayang?" Tanya papanya.
"Aku baik - baik saja pa!" Jawab Kiara.
"Papa senang mendengarnya,Sayang jagalah diri baik- baik dan selesaikanlah tugasmu dengan cepat dan setelah itu cepatlah kembali!"
"Pasti papa!"Jawab Kiara lagi.
Selagi dia bicara dengan papanya,Rudi keluar dari kamar,Rudi mencari Kiara Karna ada hal yang ingin dia bicarakan.
"Kiara apa kau masih sibuk?"Kiara sangat kaget,Begitu juga dengan papanya suara siapa itu?.
Kiara bangkit berdiri dan meletakkan jari telunjuk di bibirnya supaya Rudi jangan mengganggunya saat dia lagi bicara dengan papanya.
"Hanya tekan kerja pa,Orang yang ngak begitu penting pa,!"Jawab Kiara sambil melotot melihat Rudi.
Kiara menatap Rudi dengan tajam dan berjalan melewati Rudi karena dia ingin berbicara dengan papanya tanpa di dengar dan di ganggu pria itu.
Rudi tersenyum,Karna dia tahu yang menelpon adalah papa dan mama Kiara,Dia ingin menganggu Kiara,Jadi dia mengikuti langkah Kiara sampai taman belakang.
Kiara masih berbicara dengan papanya,Tampa tahu jika Rudi mengikutinya dari belakang dan memperhatikannya.
Rudi segera menghampiri Kiara dan menempelkan telinganya pada telpon Kiara.Pada saat itu Kiara sangat kaget ketika tiba - tiba Rudi sudah ada di sampingnya.
__ADS_1
"Jelangkung apa - apan sih kamu,Tidak bisa lihat orang senang dikit!"Ujar Kiara tanpa sadar kalo papanya mendengar pembicaraan mereka.
Handoko mengernyitkan keningnya mendengar Kiara ribut - ribut,Dia tahu siapa teman putrinya ribut pastilah di anak tengil satu itu.
"Gunung es bukan kau saja yang rindu sama om dan Tante,Aku juga rindu kali!"Ujar Rudi sambil masih menempelkan telinganya ke telpon yang di pegang Kiara.
"Sudah - sudah kalian berdua itu bisa ngak sih kalo tidak ribut kalo lagi bersama?" Ujar papa Kiara.
" Ngak bisa!"Ujar mereka kompak.
"What,Oh my good,"Ne orang benar - benar lupa siapa dirinya.
"Napa lho,Tu mata melotot kek yang mau keluar aja dari kelopaknya!"Ujar Rudi dengan suara yang keras,Sengaja biar papanya Kiara dengar.
"Hei curut,Gue masih komandan lho,Kalo lho lupa!"
Mendengar perdebatan diantara kedua orang di sebrang telpon membuat papanya hanya bisa geleng - geleng kepala,Dari dulu sampe sekarang mereka tidak pernah berubah selalu saja ribut.
Rudi memastikan situasi itu dengan menjulurkan lidahnya dan segera pergi sebelum bongkah es semakin membeku.
Ingin rasanya dia menendang pria itu,Tapi dia masih berbicara dengan papanya,Awas aja nanti.
"Ya sudah kalo begitu kalian istirahatlah,Papa dan mama juga mau istirahat,Kalian baik - baik tugasnya!"Ujar papa sambil memutuskan sambungan telpon mereka.
__ADS_1