
"What?Kembaranku masih di dalam rahim ibuku master!"Jawab Joni asal karna dia tidak punya kembaran
Robert terkekeh,Dan pada saat itu sebuah alat di bawa oleh beberapa anak buahnya.
Di pembunuh bayaran menelan saliva nya dengan susah payah,Apa itu?
"Karna kau ingin menembak ku maka aku akan mengambil kedua tanganmu,Dan jika kau tidak mau mengatakan padaku siapa orang yang telah membayar mu,Maka aku akan mengambil anggota tubuhmu yang lainya!"
"Aku tidak perduli karena tugasku adalah membunuh!" Teriak pembunuh bayaran itu marah.
"Memang nyali pembunuh bayaran itu berbeda,Dan aku suka karena aku semakin bersemangat untuk menyiksamu!" Ucap Robert dengan seringai di wajahnya.
Anak buahnya meletakkan alat yang mereka bawa di dekat si pembunuh bayaran,Sedangkan pria itu kembali menelan saliva nya saat melihat alat yang menyerupai alat untuk menyiksa orang pada abad pertengahan.
Kedua tangan akan di masukan ke dalam alat itu,Dan pada saat itu juga siksaan akan di mulai karna alat yang terbuat dari baja akan memanas dan semakin lama semakin panas sehingga tangan orang yang di masukan kedalam sama akan terbakar.
"Ma...mau apa kau?"Tanya pria itu.
__ADS_1
"Masukan tangannya!"Perintah Robert.
Dua orang anak buahnya mulai melepaskan rantai yang membelenggu tangan pria itu sedangkan dua lainya membawa alat penyiksaan mendekatinya.
"Lepaskan aku,Sekalipun kau memotong tanganku aku tidak akan mengatakannya!"Teriaknya.
"Aku ingin lihat,Sejauh mana kau bertahan!"
Kedua tangannya sudah di masukan ke dalam dan sudah tertutup rapat,Sebuah kabel sudah di colok dan alat itu akan segera bekerja.
"Ha,Ingin bercanda dengan alat seperti ini?" Ucap pria itu menghina.
Tapi dia akan melihatnya sambil mengintrogasi pria itu dan sedikit demi sedikit pria itu akan mengalami siksaan.
"Ayolah katakan padaku,Siapa yang membayar mu?" Tanya Robert lagi.
"Jangan harap aku akan mengatakannya,"Jawab pria itu dan dia mulai merasa kedua lengannya sedikit terbakar.
__ADS_1
"Aku suka nyalimu,Sungguh!"Senyum Robert semakin lebar saat melihat pria itu mulai menunjukan reaksi tidak nyaman.
"A....,Apa ini?Lepaskan!"Pintanya,Sekarang dia semakin merasakan panas seolah - olah kedua lengannya berada di atas bara api.
"Kau beritahu aku siapa yang membayarnya,Maka alat itu akan di lepaskan!" Ucap Robert.
"Tidak akan!" Teriaknya,Dan sungguh kedua tangannya mulai terbakar di dalam alat yang tertutup rapat.
Pria itu mulai berteriak dan tubuhnya bergetar karena rasa sakit yang dia rasakan,Kedua lengannya bagaikan di celupkan di dalam larva panas dan dagingnya mulai meleleh di dalam sana akibat panas.
Teriaknya memenuhi ruangan dan keringat membanjiri dahinya,Alat yang semakin panas dan rasa sakit yang luar biasa,Membuat dia tidak bisa merasakan kedua lengannya lagi,Jika kedua lengannya langsung di potong mungkin dia tidak akan merasakan rasa sakit seperti itu.
"Lukas...Lukas yang membayar ku!" Teriaknya karena dia sudah tidak tahan lagi menahan rasa sakit akibat siksaan itu.
"Bagus,Kau begitu cepat menjawab,Padahal aku masih mau menyiksamu!"Robert mengangkat tangannya dan kabel yang di colok langsung di cabut.
Walaupun kabel sudah di cabut,Tapi alat itu masih panas pria itu masih berteriak kesakitan dan pada saat itu juga kedua lengannya langsung di cabut dari alat yang menghimpitnya,Itu di karenakan daging yang ada di kedua lengannya sudah meleleh habis akibat panas dan hanya menyusahkan tulang saja.
__ADS_1
Maaf ya reader semuanya baru bisa update lagi,Berhubung kemarin autor ada acara keluarga jadi ngak sempat update,Mangkanya reader semua mohon dukungannya biar novel aku semakin banyak peminatnya dan menjadi favorit para pembaca semua,Atas semua dukungannya Autor ucapkan terima kasih yang sebanyak banyaknya🙏🙏🙏