TERPAKSA KU PULANG MALAM

TERPAKSA KU PULANG MALAM
PART 10


__ADS_3

Reno dan sahabatnya Wawan sedang menikmati makan siang mereka, yang pastinya sambil ngobrol dan bercanda. Karena hanya saat jam makan siang seperti ini mereka bisa ngobrol sepuasnya.


"Gimana Ren kabar kamu dan Melly? kalian sudah baikan?" tanya Wawan tanpa rasa canggung.


"Ya gitu lah, terkadang kita harus mengalah, untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga kita," jawab Reno.


"Aku bukannya mau menghasut mu ya Ren, tapi sebagai laki-laki kita jangan terlalu banyak mengalah lah, jangan juga terlalu percaya sama istri, kalau jelas-jelas kelakuan istri kita gak benar. Tegas dikit lah jadi suami, biar kita dihargai dan jangan mempertahankan sesuatu yang tidak pantas kita pertahankan. Carilah istri yang mau menerima segala kekurangan kita, dijamin kamu pasti bahagia," ucap Wawan dengan penuh keyakinan.


Mendengar ucapan Wawan membuat Reno hanya tertawa.


"Lho, kok kamu malah ketawa sih Ren. Wah, gak beres nih," gerutu Wawan.


"Kamu tuh yang gak beres, bisa ngomongin orang, nah loe sendiri apa. Tetap bertahan meski menyakitkan," ejek Reno.


"Siapa bilang, kemaren aku udah ajakin Siska cerai, tapi dia nya yang gak mau. Katanya dia janji akan merubah sikapnya itu. Terbukti sih, dia nurut saat aku larang dia sering-sering keluar rumah," ucap Wawan dengan rasa bangga.


"Oh ya? terus kamu nya gimana? berarti sekarang jarang juga dong keluar malam,"


"Oh.. kalau itu masih, aku akan berhenti kalau istriku juga benar-benar mau berubah seratus persen. Aku bukan tipe laki-laki yang mau di injak-injak istri Ren, kalau kita selalu diam dan mengalah, yang ada mereka semakin ngelunjak. Contohnya ya kayak kamu ini. Kalau cara baik-baik gak mempan, terpaksa pakai cara menyakitkan, biar mereka sadar kalau kita ini bisa melakukan yang lebih dari mereka," jelas Wawan.


"Alah.. itu cuma alasan kamu saja, bilang aja kamu gak tega ninggalin Evi, iya kan? kenapa gak kamu nikahin aja si Evi, halalin dia" tegas Reno.


"Iya ya, pasti bahagia banget kali ya punya istri dua. Yang satu cantik, satunya lagi seksi, bohay, mantap.." ucap Wawan sambil meletakkan kedua tangannya dibawah dagunya, membayangkan kala dia beristri dua.

__ADS_1


Melihat tingkah temannya, Reno hanya bisa tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala, lalu kembali menyantap makanannya.


"Udah, kamu mau makan apa mau terus menghayal," ucap Reno, yang seketika membuyarkan lamunan Wawan.


"Iya-iya aku makan. Hmm.. kembali ke awal permasalahan, sekali lagi aku tegaskan ya Ren, jangan terlalu sabar dan mengalah pada istri. Kamu harus tegas, contoh temanmu ini dong," ucap Wawan dengan bangga.


"Yang benar saja aku suruh nyontoh kamu, yang ada rumah tanggaku tambah berantakan. Terkadang diam bukan berarti kalah wan, aku hanya mencoba mempertahankan rumah tanggaku dengan caraku. Melly orangnya sangat keras, aku gak mungkin pakai cara kekerasan juga, apalagi sampai menyakiti hatinya. Aku sudah memilihnya menjadi pendamping hidupku, jadi sebisaku akan ku pertahankan dia, walaupun itu gak mudah. Aku yakin, suatu saat nanti dia akan berubah. Sudahlah, kamu gak usah khawatir, aku baik-baik saja. Terimakasih sudah perduli denganku, kamu memang sahabat terbaikku, walaupun kelakuanmu gak bener," ejek Reno.


"Ah, kamu ini Ren. Itu namanya kamu mengangkat aku tinggi-tinggi sudah itu kamu jatuhkan aku ke bawah," gerutu Wawan.


Reno pun hanya tertawa menanggapi sahabatnya itu, lalu keduanya pun buru-buru menghabiskan makanan mereka, karena waktu makan siang sudah hampir habis.


Selesai makan siang, mereka kembali lagi ke kantor. Namun baru saja mereka tiba di ruangan mereka, ternyata tugas telah menanti Wawan.


"Iya-iya aku udah paham, kok aku sih, kenapa bukan Reno saja," gerutu Wawan.


"Kamu gak liat, kerjaan aku banyak banget. Itu juga pak Wiraguna sendiri yang kasih tugas itu dan harus selesai hari ini. Pasti beliau paham, kalau aku gak bisa diganggu dan butuh konsentrasi," tegas Reno.


"Udah, buruan berangkat. Udah ditungguin pak Wiraguna," perintah Sari.


"iya-iya, aku berangkat," jawab Wawan yang langsung bergegas pergi mengantarkan berkas pak Wiraguna yang tertinggal.


Dengan sangat tergesa-gesa, Wawan pun mempercepat laju motornya, supaya bisa cepat sampai di tempat meeting atasannya. Karena kalau sampai telat, pastilah ocehan yang akan menyambut kedatangannya.

__ADS_1


Setelah beberapa menit, akhirnya sampai juga Wawan di tempat. Namun saat dia akan berbelok ke arah restoran, pandangannya tertuju ke arah mall yang terletak tepat di samping restoran tersebut. Motornya seketika berhenti saat dia melihat Melly keluar dari mall itu bersama seorang laki-laki. Yang membuat Wawan terperangah, mereka terlihat begitu mesra. Dengan posisi Melly yang memeluk manja lengan laki-laki itu dan juga dengan barang belanjaan yang begitu banyak.


"Reno.. Reno.. model begini istri yang kamu pertahankan. Perlu ditunjukin ke Reno nih, biar dia sadar, siapa istrinya yang sesungguhnya. Keterlaluan kamu Mel," gerutu Wawan, sambil merogoh sakunya mencari-cari ponselnya.


"Yah, pake' ketinggalan lagi ponselku. Gak pa-pa lah, yang penting aku sudah melihat dengan mata kepalaku sendiri, kelakuan si Melly. Benar-benar keterlaluan kamu Mel, kalau sampai Siska yang kayak gitu, pasti langsung aku cerein hari ini juga," gerutu Wawan lagi, yang lalu buru-buru masuk ke lokasi restoran.


Selesai mengantarkan berkas, Wawan pun bergegas kembali ke kantor. Dia sudah tidak sabar memberitahu Reno dengan apa yang baru saja dia lihat.


Sesampainya kembali di kantor, Wawan langsung menemui Reno dan menceritakan semua yang dia lihat. Namun sayangnya Reno tidak mempercayai Wawan, lantaran tidak adanya bukti. Inilah yang membuat Wawan kecewa dengan sikap Reno, yang tidak mempercayainya sebagai sahabatnya.


"Oke, aku memang tidak ada bukti. Tapi coba kamu pikir, apa mungkin aku berbohong atau sekedar mengarang cerita, untuk apa? gak ada untungnya buat aku. Aku benar-benar bicara apa adanya, sama seperti yang aku lihat dengan mata kepala ku sendiri, kalau istri kamu itu selingkuh di belakangmu. Mereka benar-benar terlihat mesra Ren, gak mungkin kalau mereka gak ada hubungan apa-apa," tegas Wawan.


"Sudah cukup wan, aku gak mau dengar apa-apa lagi dari kamu. Melly gak mungkin selingkuh, ini yang kamu bilang sahabat. Berusaha menghancurkan rumah tangga sahabatnya sendiri, kamu ini kenapa sih wan?" gerutu Reno.


"Kamu yang kenapa, semenjak menikah dengan Melly, kamu jadi bodoh seperti ini. Gak punya pendirian, lemah, kamu emang suami gak punya harga diri, mau aja diinjak-injak istri,"


Ucapan Wawan jelas membuat Reno tersinggung dan sangat marah. Dia pun langsung berdiri dan langsung menarik baju Wawan bagian depan.


"Jaga mulut kamu Wan, jangan sampai kesabaran ku habis," gertak Reno pada Wawan.


"Aku gak takut Ren, karena memang itu kenyataannya kan. Laki-laki gak punya harga diri," ucap Wawan sekali lagi, yang sepertinya memang sengaja. Karena dia sangat kesal dengan sikap temannya itu, yang lemah dan juga tidak mempercayainya.


Reno yang sudah tidak tahan lagi mendengar ucapan Wawan, langsung mengepal jari tangannya dan siap memukul Wawan. Namun dengan cepat, teman-teman yang lain langsung menghalanginya dan melerai keduanya.

__ADS_1


__ADS_2