
Pagi-pagi, Reno sudah siap berangkat ke kantor. Dilihatnya Melly belum juga beranjak dari tempat tidurnya. Namun dia sudah tidak perduli, dia sudah lelah dengan sikap Melly. Sudah cukup dia mengemis perhatian pada Melly, yang sedikitpun tidak pernah dihiraukan oleh Melly. Reno kini sudah pasrah, apapun yang akan terjadi kedepannya, dia benar-benar sudah siap.
"Sudah mau berangkat mas," tanya Melly yang baru saja bangun.
"Ya," jawab Reno ketus.
"Kok tumben gak bangunin aku?" ucap Melly, sekedar basa-basi.
Reno hanya diam, sambil terus memakai sepatunya tanpa memperdulikan Melly.
"Mas! kamu kenapa sih mas? kamu udah gak perduli sama Melly? iya? oke, gak masalah. Melly juga udah malas sama mas Reno yang sedikitpun gak pernah bisa ngertiin perasaan Melly,"
"Apa kamu bilang Mel? aku gak bisa ngertiin perasaanmu? kamu yang gak bisa ngertiin perasaan ku. Kamu berbuat sesukamu, sedikitpun kamu tidak pernah menghargai aku sebagai suamimu!"
"Kamu sendiri apa mas, sering keluar malam gak tau kemana. Kamu pikir aku gak kesal, ha?"
"Gak usah sok tersakiti, harusnya kamu berpikir, kenapa aku lakuin itu. Itu semua karena kamu, kamu yang buat aku gak betah di rumah. Harusnya kamu tau itu. Sudahlah, capek bicara sama kamu, percuma, kamu gak akan bisa mengerti. Sekarang terserah kamu, lakukan saja apa yang kamu mau, kalau itu bisa membuatmu senang. Aku capek Mel, capek!" bentak Reno.
"Kamu pikir aku gak capek mas! aku lebih capek, bertahan dengan laki-laki sepertimu, yang gak pernah bisa mengerti perasaan istri!"
"Apa? bertahan? disini aku yang bertahan Mel, aku yang terus berusaha mempertahankan rumah tangga kita, sementara kamu, kamu terus berusaha menghancurkannya. Apa kamu gak sadar itu, ha? aku selalu berusaha mengerti kamu, tapi kamu sedikitpun gak pernah ngertiin aku! aku capek Mel, harus berdebat terus sama kamu. Aku capek Mel, capek!" bentak Reno yang langsung melangkah keluar.
__ADS_1
"Lihat aja mas, setelah aku dapat tempat tinggal baru, aku akan segera meninggalkanmu dan secepatnya aku akan minta cerai. Aku pun sudah capek mas, hidup miskin sama kamu," gerutu Melly sendiri.
*
Sementara itu ditempat Alex, terlihat Alex sedang duduk di teras dan siap mengantar majikannya ke kantor. Sambil menunggu majikannya, dia mengutak-atik ponselnya.
"Yes, kena kamu. Dasar cewek bodoh, mau aja ditipu. Lumayan, bisa buat pesan hotel untuk tempat tinggal melly sementara. Tenang saja Mel, aku akan lakukan apapun untuk membuatmu bahagia, karena aku sangat mencintaimu," ucap Alex lirih.
Alex baru saja mendapatkan transferan uang dari salah satu wanita yang dia tipu, Alex memang pandai bersilat lidah, dia sangat ahli merayu wanita. Sehingga wanita-wanita kaya di luaran sana begitu mudah dia pacari dan dia rayu, hingga mau meminjamkan uang puluhan juta, bahkan ada yang sukarela memberikannya cuma-cuma. Selama ini aksinya masih aman-aman saja, karena dia juga pandai mengatur waktu agar jangan sampai ketahuan, kalau dia mengobral cinta semata-mata hanya untuk mendapatkan uang.
Namun kini hati Alex sepertinya sudah menjadi milik Melly, dia benar-benar mencintai Melly dan akan melakukan apapun untuk bisa membahagiakan Melly, meskipun dengan cara yang kotor sekalipun. Apapun akan dia lakukan untuk mendapatkan uang. Menghalalkan segala macam cara, mencuri, menipu dan sebagainya.
Setelah majikannya siap, Alex pun langsung mengantar majikannya itu ke kantor. Setelah sampai, Alex langsung pergi lagi menuju ke sebuah hotel, dia memesan kamar untuk ditempati Melly satu Minggu ke depan. Tadinya dia mau mencari kontrakan, tapi dia takut Melly akan curiga dengan statusnya yang hanya seorang supir. Namun untungnya dia segera mendapatkan uang untuk memesan kamar di hotel.
Mendengar kabar dari Alex, Melly pun sangat girang, dia pun langsung mengemas barang-barang nya. Melly benar-benar telah dibutakan oleh harta, hingga dia rela meninggalkan Reno, suami yang sangat baik, yang mencintainya dan selalu berusaha menerima sikap buruknya.
Selesai mengemas barang-barang nya, Melly menulis sepucuk surat untuk Reno, dalam surat itu tertulis secara terang-terangan, kalau dia memutuskan pergi meninggalkan Reno dan memilih laki-laki yang lebih baik dari Reno. Melly juga meminta Reno segera menceraikannya.
Setelah semua siap, tidak lama kemudian Alex pun tiba. Tanpa pikir panjang, Melly pun melangkah meninggalkan rumahnya, meninggalkan suaminya dan meninggalkan semuanya, semua kenangan bersama Reno.
Sesampainya di depan hotel, keduanya berjalan mesra memasuki hotel. Tanpa sengaja, istri Wawan yang baru saja mengunjungi temannya, melihat Melly dan Alex memasuki kamar hotel yang dipesan oleh Alex. Tanpa menyia-nyiakan waktu, Siska langsung mengambil foto mereka berdua, saat mereka memasuki kamar, sebagai bukti yang akan ditunjukan kepada Reno. Siska yang memang hubungannya kurang baik dengan Melly, merasa punya kesempatan untuk menjatuhkan Melly dan membuktikan keburukan Melly.
__ADS_1
Tanpa menunda lagi, Siska pun langsung mengirimkan foto itu pada suaminya Wawan dan menyuruhnya menunjukkan pada Reno. Wawan yang belum yakin dengan foto itu pun langsung menghubungi istrinya, meminta penjelasan kebenaran foto itu, dia takut kalau itu hanya rekayasa, yang nantinya tidak dipercayai oleh Reno yang justru dia yang akan disalahkan oleh Reno.
"Kamu dapat dari mana foto itu?" tanya Wawan pada istrinya.
"Ya aku sendiri lah yang mengambil foto itu, ni aku lagi nengokin Maya, dia lagi gak enak badan. Gak sengaja aku liat mereka berdua memasuki salah satu kamar di hotel ini. Makanya aku buru-buru ambil foto mereka, hari gini kan apa-apa perlu bukti, gak cukup cuma dari mulut ke mulut," jawab Siska.
"Oke aku percaya. Memangnya si Maya sama suaminya belum pulang?
"Belum, rencananya lusa mereka pulang,"
"Ya udah, kamu buruan pulang, awas aja kalau kamu juga masuk-masuk ke kamar orang lain," tegas Wawan.
"Iya-iya, ni aku juga mau pulang," jawab Siska yang langsung menutup telponnya.
Wawan masih terdiam, dia bingung mau menunjukkan foto itu pada Reno, dia takut Reno tetap tidak mempercayainya dan malah akan menuduhnya merusak rumah tangga orang. Akhirnya Wawan pun memutuskan mengirimkan foto itu setelah mereka pulang kantor. Misalkan Reno marah, paling tidak dia bisa menghindari keributan seperti waktu itu.
*
Sorenya, pulang kantor Reno langsung masuk ke kamarnya. Tadinya dia ingin langsung mandi, tapi tiba-tiba dia melihat sepucuk surat diatas meja. Reno pun langsung mengambil surat itu lalu membacanya. Seketika tubuh Reno terasa lemas, tubuhnya bergetar. Dia tidak percaya kalau Melly benar-benar meninggalkannya.
Tiba-tiba handphone Reno berbunyi, Reno pun langsung mengambil handphonenya lalu membuka chat, yang ternyata dari Wawan.
__ADS_1
Saat melihat isi chat tersebut, Reno langsung melempar handphonenya di atas kasur. Ternyata benar, Melly benar-benar meninggalkannya demi laki-laki lain. Reno hanya terdiam, dia tidak percaya kalau rumah tangganya akan berakhir seperti ini. Setelah susah payah dia berusaha mempertahankannya, namun itu semua sia-sia. Semua benar-benar telah berakhir.