TERPAKSA KU PULANG MALAM

TERPAKSA KU PULANG MALAM
PART 27


__ADS_3

"Sayang, semua gak seperti yang kamu lihat. Aku tidak melakukan apa-apa, percaya ya. Entahlah, tiba-tiba Melly me.." belum selesai Reno bicara, Wulan langsung memberikan handphone Reno yang tertinggal.


"Aku kesini cuma mau nganterin handphone mas Reno. Nih, maaf sudah mengganggu," ucap Wulan yang langsung pergi keluar.


Ucapan Wulan jelas membuat hati Reno terenyuh. Terdengar tenang, namun terlihat jelas kalau hati Wulan teramat sakit.


"Sayang, tunggu sayang.. dengar penjelasan ku dulu. Semua gak seperti yang kamu lihat," ucap Reno, berusaha memberikan penjelasan sambil terus mengejar Wulan. Namun Wulan tidak menghiraukannya, dia terus berjalan setengah berlari, dengan air mata yang mulai menetes.


Reno pun akhirnya menyerah, dia memilih membiarkan Wulan pergi. Dia tau, saat ini hati Wulan sedang terluka dan pasti tidak menginginkan kehadirannya untuk saat ini, karena Wulan butuh ketenangan. Reno juga terpaksa harus kembali ke ruangannya, karena dia masih sangat sibuk mempersiapkan meeting hari ini.


Sementara itu, Melly yang masih berada di ruangan Reno tersenyum puas. Dia merasa sangat beruntung, bisa membuat Wulan terluka dan berkurang kepercayaannya pada Reno.


"Kebetulan sekali, aku bisa bikin Wulan terluka. Rasain kamu Wulan, ini belum apa-apa, aku akan buat kamu benar-benar pergi dari kehidupan mas Reno. Karena hanya aku yang pantas menjadi istri mas Reno," ucap Melly sambil tersenyum jahat.


Reno kembali ke ruangannya, dia sangat marah mendapati Melly masih berada di ruangannya.


"Melly, kenapa kamu masih berada di sini? saya minta kamu keluar dari ruangan saya. Puas kamu sudah buat Wulan terluka?"


"Maaf mas, saya gak bermaksud menyakiti Wulan. Saya benar-benar tidak tau kalau semua akan jadi seperti ini. Maafkan Melly mas.. hiks..hiks.." ucap Melly sambil menangis, agar jangan sampai Reno berbalik membencinya.


"Ya sudahlah, sekarang kamu pulang ya aku masih banyak pekerjaan,"


"Iya mas, sekali lagi Melly minta maaf ya mas, terimakasih juga karena sudah membantu melly. Kalau begitu Melly pulang dulu ya mas,"


"Iya Mel, sama-sama," jawab Reno yang langsung melanjutkan pekerjaannya.


Melly pun keluar ruangan Reno dengan senyum lega, karena sepertinya Reno tidak jadi membencinya.


Sementara itu, Wulan yang pikirannya tengah kacau, tidak langsung pulang. Dia memilih kembali ke sekolahan Azam dan kembali mengobrol dan bercanda dengan teman-temannya untuk sekedar menghibur diri, menghilangkan pikiran-pikiran negatif di kepalanya.


Tidak terasa, jam pulang sekolah pun tiba. Siswa-siswi taman kanak-kanak itu berhamburan keluar ruang kelas dan berlarian menuju ke tempat orang tua mereka menunggu.

__ADS_1


Sampai di rumah, Wulan langsung mengganti pakaian Azam, setelah itu dia bersiap-siap pergi ke kafenya. Wulan benar-benar tidak sanggup hanya berdiam diri di rumah dalam keadaannya yang tengah kacau. Dia ingin menghilangkan kegelisahannya dengan menemui karyawan-karyawannya di kafenya.


"Mama mau kemana?" tanya Azam, yang melihat mamanya sudah siap pergi.


"Sayang, mama ke kafe dulu ya. Azam dirumah sama mbak ya, mau ya sayang," bujuk Wulan.


"Iya ma, tapi nanti pulangnya Azam beliin es krim ya ma," pinta Azam.


"Iya sayang, nanti pasti mama beliin. Mmmuach.. anak pintar, mama pergi dulu ya," ucap Wulan sambil mencium pipi Azam.


"Iya ma," jawab Azam.


"Tina, jaga Azam baik-baik ya. Saya pergi ke kafe dulu," ucap Wulan pada baby suster Azam.


"Baik Bu, hati-hati Bu,"


"Ya,"


Diperjalanan, Wulan teringat kembali kejadian di kantor, yang benar-benar sangat menggangu pikirannya. Yang ada di pikirannya saat ini hanya satu, bahwa suaminya masih mencintai mantan istrinya. Sungguh, itu sesuatu yang sangat menyakitkan baginya.


Tidak terasa, sampailah Wulan di kafenya. Seperti biasa, suasana terlihat sangat ramai pengunjung. Wulan tidak langsung keluar dari mobil, dia menghapus air matanya yang masih menetes. Setelah merasa benar-benar siap, barulah Wulan memasuki kafenya. Kedatangannya jelas disambut bahagia oleh para karyawan dan pelanggannya yang sudah sangat merindukannya, lantaran sudah hampir satu Minggu Wulan tidak datang ke kafenya.


"Hai mbak Wulan, apa kabar? duh pengantin baru di kurung terus nih, gak pernah keluar" ejek salah satu pelanggan.


"Iya dong, lagi seru-serunya tuh," sahut pelanggan yang lain.


Mereka sama sekali tidak merasa canggung mengejek Wulan, karena memang mereka sudah biasa bercanda lepas dengan Wulan.


"Kenapa? kalian iri ya, makanya buruan pada nikah," Wulan balik mengejek mereka yang rata-rata masih muda mudi itu.


"Wah, kena juga kita. Hihihi.. nyerah aku mbak kalau udah sampai situ," sahut salah seorang pemuda.

__ADS_1


"Ya udah, lanjutin makannya. Mbak ke dalam dulu ya," ucap Wulan yang bergegas menemui Wendi, untuk menanyakan perkembangan kafenya.


Setelah selesai berbincang dengan Wendi di ruangan Wulan yang kini ditempati oleh Wendi. Keduanya keluar ruangan, tentunya Wendi akan melanjutkan pekerjaannya.


"Mbak Wulan mau langsung pulang apa main dulu disini?" tanya Wendi.


"Disini dulu dong, aku mau ikut bantu-bantu, aku juga masih kangen sama kalian,"


"Sama mbak, kita semua disini juga kangen sama mbak Wulan. Tapi.. Wendi perhatiin mbak Wulan seperti ada yang dipikirkan, gak ceria, mata mbak Wulan juga sedikit sembab. Mbak Wulan abis nangis ya? maaf mbak, kalau Wendi lancang,"


"Gak pa-pa Wen, mbak baik-baik saja. Yuk, kita gabung sama mereka," ajak Wulan, mereka pun langsung bergabung dengan karyawan yang lain. Bekerja, sambil bercanda ria.


Suasana yang sangat dirindukan Wulan dan lumayan membuat Wulan sedikit lupa dengan masalah rumah tangganya. Di tengah-tengah kesibukannya, tiba-tiba terdengar suara perempuan menyapanya.


"Hai Wulan!" sapa perempuan itu, yang tidak lain adalah istri Wawan, sahabat Reno.


"Hai! Siska? tumben kesini, apa kabar?" tanya Wulan, keduanya pun saling berpelukan.


Rupanya persahabatan suami mereka membuat mereka juga bisa sangat akrab, layaknya sahabat. Wulan kenal dengan Siska semenjak menjalin hubungan dengan Reno. Keduanya pun saling bertukar nomor telpon dan sering ngobrol ditelpon, meskipun jarang bertemu.


"Iya, tadi aku kebetulan lewat sini jadi sekalian mampir. Lho, kamu bilang udah berhenti bekerja, ni kok masih ikut sibuk-sibuk?"


"Iya aku udah berhenti kerja, aku kesini cuma mau ngecek aja, sekalian bantu-bantu dikit, kangen juga sama mereka. Yuk kita ngobrol sebelah sana," ajak Wulan.


Setelah mendapatkan tempat duduk, Wulan memanggil Wendi untuk menyiapkan makanan.


Setelah memesan makanan, keduanya pun kembali ngobrol.


"Gimana kabar pernikahan kalian? oh ya, aku dengar Melly kembali ke rumahnya sama Reno dulu, eh apa bener kalau suami Melly itu ternyata orang miskin. Kalau bener, sukurin tuh salahnya dulu suka menghina Reno dan ninggalin Reno demi suaminya sekarang, yang gak jelas asal usulnya," gerutu Siska, yang tidak bisa menahan kebiasaan ngerumpinya.


"Dengar-dengar kabar sih gitu. E.. sis, kayaknya kamu tau banyak tentang mas Reno dan Melly. Menurutmu mungkin gak ya kalau mas Reno masih ada rasa sama Melly?" tanya Wulan yang justru membuat Siska tertawa.

__ADS_1


"Apa? Reno masih ada rasa sama Melly? ya gak mungkinlah Lan, setelah apa yang dilakukan Melly sama Reno, aku yakin Reno udah buang jauh-jauh perasaannya sama Melly dan kamu tau sendiri kan betapa cintanya Reno sama kamu, apa kamu gak bisa merasakannya? aku percaya seratus persen sama Reno, kalau dia tidak lagi mencintai Melly dan hanya mencintai kamu. Tapi kalau Melly, bisa jadi dia berubah cinta lagi sama Reno, setelah tau Reno sekarang sukses. Asal kamu tau, Melly itu perempuan paling matre dan paling gila yang pernah aku temui, dia akan melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang dia mau. Jadi aku berpesan jaga Reno baik-baik, jangan biarkan Melly merusak rumah tangga kalian. Melly sangat licik orangnya, aku udah paham banget sama dia," jelas Siska.


Ucapan siska membuat hati Wulan seketika terbuka dan bisa melihat kalau suaminya memang tidak seperti yang dia duga. Wulan pun mulai berpikir, sepertinya dia memang harus mendengar penjelasan reno dan tidak boleh menuduh begitu saja dengan apa yang dia lihat di kantor. Bisa jadi itu memang ulah Melly yang berusaha mendapatkan hati Reno kembali.


__ADS_2