TERPAKSA KU PULANG MALAM

TERPAKSA KU PULANG MALAM
PART 24


__ADS_3

Melly dan Alex memasuki rumah, mereka baru saja pulang dari acara pernikahan Reno dan Wulan yang digelar begitu mewah dan meriah. Dengan tubuhnya yang terasa lemas, Melly duduk di kursi ruang tamu. Dia masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat, dia tidak menyangka kalau mantan suami yang dulu dia tinggalkan karena menurutnya miskin dan tidak bisa membahagiakannya, kini telah menjadi seorang yang sukses yang sangat jauh dari kehidupan sebelumnya. Penyesalan terlihat jelas di wajah Melly dan rasa cemburu yang muncul kala melihat Reno yang sepertinya begitu menyayangi Wulan, teman semasa SMA nya dulu.


"Kok bisa ya Reno jadi kaya mendadak gitu?" ucap Alex yang ikut duduk di kursi.


"Bisa lah, dia kan kerja. Yang gak bisa kaya itu orang yang pengangguran, pemalas dan gak mau berusaha," jawab Melly ketus.


"Apa maksud ucapan kamu Mel, kamu nyindir aku?"


"Kalau iya kenapa? emang itu kenyataannya kan?"


"Keterlaluan kamu Mel, bisa-bisanya kamu bicara seperti itu pada suamimu!" bentak Alex.


"Udah ah, capek. Aku mau istirahat," jawab Melly yang lalu pergi ke kamar.


Sesampainya dikamar, Melly langsung melempar tasnya di kasur. perasaannya campur aduk, antara menyesal, cemburu, marah, benci, yang akhirnya munculah niat jahat dalam hatinya.


"Sialan kamu Wulan, enak aja kamu, dapatin mas Reno pas dia udah kaya. Aku yang dulu bersamanya dan menemaninya saat dia masih susah, harusnya aku yang menikmati kesuksesannya, bukan kamu. Awas aja, aku akan menyingkirkan kamu dari kehidupan mas Reno, karena hanya aku yang pantas mendampingi mas Reno dan menikmati kekayaannya," ucap Melly dengan penuh ambisi.


Tidak lama kemudian Alex memasuki kamar, melihat Melly tengah melamun, Alex pun sudah bisa menebak, kalau Melly masih memikirkan Reno yang kini telah sukses.


"Kamu masih memikirkan Reno? awas saja kalau kamu berani macam-macam, aku tidak akan pernah memaafkan kamu dan satu lagi, aku tidak akan membiarkanmu mendekati mantan suamimu itu, karena kamu sekarang sudah jadi milikku," ancam Alex, yang sudah bisa menebak isi kepala Melly.


Melly sebenarnya kaget dengan ucapan Alex yang sudah bisa menebak apa yang ada dipikirannya. Namun dia berusaha menyembunyikannya dan berusaha menutupi kebenaran itu.


"Ngomong apa sih kamu, gak jelas," ucap Melly yang lalu pergi ke kamar mandi.


*

__ADS_1


Sementara itu malamnya di rumah Reno, jam menunjukkan pukul sepuluh malam. Semua orang dirumah itu sudah masuk ke kamar mereka masing-masing, begitu juga dengan Wulan dan Reno. Wulan tengah duduk di tepi ranjang dengan perasaan campur aduk. Bahagia, malu yang membuat jantungnya berdebar lebih kencang, menahan perasaan tak menentu kala berada di kamar berdua dengan Reno. Walaupun ini bukan yang pertama dia mengalami malam pertama, namun tetap saja, rasanya seperti baru pertama dia rasakan.


Tidak lama kemudian, Reno keluar dari kamar mandi dan langsung menghampirinya. Reno lalu duduk jongkok di depan Wulan sambil menyentuh jari jemari Wulan, membuat Wulan semakin deg-degan.


"Sayang, sekarang kamu resmi menjadi milikku. Bahagiakan kamu menjadi istriku?" tanya Reno dengan lembut.


"Bahagia mas, tapi Wulan masih kesal karena selama ini mas Reno bohongi Wulan. Bilangnya hanya karyawan biasa, pura-pura miskin, ternyata ini kehidupan mas Reno sesungguhnya," gerutu Wulan yang masih sedikit kesal dengan Reno dan memang sengaja Wulan membahas sesuatu yang bisa menghilangkan rasa tak menentu dihatinya saat ini.


"Maafkan aku sayang, niatku hanya ingin mencari istri yang benar-benar bisa menerimaku apa adanya. Aku merasa paling beruntung di dunia ini karena bisa mendapatkan istri secantik dan sebaik kamu, yang begitu tulus mencintaiku apa adanya. Terimakasih sayang, kau anugrah tak ternilai bagiku," ucap Reno yang kemudian duduk di samping Wulan lalu memeluknya.


Reno kemudian meraih dagu Wulan, mendekatkan bibirnya ke bibir Wulan dan berniat mencium bibir mungil Wulan. Namun belum sempat Reno melakukannya, terdengar suara pintu diketuk dan terdengar pula suara Azam memanggil-manggil mamanya, yang membuat Wulan dan Reno terkejut.


"Azam?" ucap Wulan, yang langsung akan beranjak dari tempat duduknya dan menemui Azam.


"E.. sayang, biar aku saja yang liat," ucap Reno yang lalu bergegas membukakan pintu.


"Azam mau tidur sama mama, sama papa," jawab Azam yang sudah menganggap Reno seperti papanya sendiri.


"Maaf mas, saya sudah melarang Azam dan membujuknya untuk tidur di kamarnya, tapi dia tetap memaksa kesini," jelas Tina, baby suster Azam.


"Iya Tin gak papa, biar malam ini Azam tidur dengan kami, mungkin dia belum terbiasa tinggal disini," jawab Reno.


"Baik mas, kalau begitu saya permisi,"


"Ya,"


Reno kemudian membawa Azam masuk ke kamar, Wulan pun langsung mengambil Azam dari gendongan Reno. Wulan semakin merasa malu dan juga tidak enak hati pada Reno dengan kehadiran Azam di malam pertama mereka.

__ADS_1


"Sayang.. kok bobok sama mama? kan Azam udah besar, udah berani bobok sendiri, ada mbak Tina juga yang jagain Azam sampai Azam tidur," ucap Wulan lembut pada Azam.


"Azam berani ma, tapi malam ini aja ya ma, Azam bobok sama mama, sama papa. Azam janji, besok Azam bobok sendiri. Boleh ya ma," rengek Azam.


"Iya sayang, malam ini kita bobok sama-sama ya," sahut Reno.


"Asyik..! makasih papa," ucap Azam dengan girangnya yang lalu turun dari gendongan Wulan dan langsung melompat ke kasur.


"Tapi mas," Wulan buru-buru menyela.


"Gak pa-pa sayang, emang kenapa?sayang udah gak tahan ya?" goda Reno.


"Ih, mas Reno apaan sih. Justru Wulan takut mas Reno yang kecewa. Maafin Wulan ya mas, mau gimana lagi, salahnya mas Reno mau sama Wulan yang udah punya anak, mana anaknya masih kecil, belum ngerti lagi," ucap Wulan yang terlihat kacau.


Reno tersenyum, lalu meraih tubuh Wulan kemudian memeluknya.


"Gak pa-pa sayang, aku sama sekali gak kecewa. Kan masih ada hari esok, aku justru sangat bahagia, Azam bisa menerima kehadiranku ditengah-tengah kalian dengan baik, bahkan mau menganggap ku seperti ayahnya sendiri. Itu sungguh kebahagiaan yang tak ternilai dalam hidupku. Terimakasih sayang, sudah mengizinkan aku masuk dalam kehidupan kalian. Aku janji, aku akan berusaha membahagiakan kalian, semampuku, sampai akhir waktu," ucap Reno yang semakin memeluk Wulan dengan erat.


"Iya mas, terimakasih juga ya mas, mau menerima Azam setulus hati mas Reno. Itu juga kebahagiaan yang tak ternilai bagi Wulan. Semoga keluarga kita menjadi keluarga yang utuh dan bahagia selamanya ya mas,"


"Iya sayang, amin.."


"Papa, mama..! Azam mau juga dipeluk," seru Azam, yang membuat Wulan dan Reno tersenyum.


"Oh iya, lupa..! jagoan papa belum dipeluk ya. Sini, peluk dulu ya," seru Reno.


Reno dan Wulan langsung menghampiri Azam, keduanya lalu memeluk Azam dengan penuh kasih sayang. Mereka pun kemudian bercanda bersama. Keluarga baru, suasana baru dan kehidupan baru. Kebahagiaan yang selama ini diimpikan oleh Reno dan Wulan.

__ADS_1


__ADS_2