TERPAKSA KU PULANG MALAM

TERPAKSA KU PULANG MALAM
PART 7


__ADS_3

Reno masih duduk terdiam di ruang tamu, perasaannya campur aduk, ada rasa kesal, marah, sedih, kecewa. Pikirannya benar-benar kacau, dia tidak tau lagi bagaimana cara menyikapi istrinya itu. Tidak ada yang dia inginkan, selain keutuhan dan kebahagiaan rumah tangganya. Namun untuk mewujudkan itu tidaklah mudah, karena kenyataannya dia harus berjuang sendiri tanpa dukungan dari sang istri.


"Sudah pulang mas, tumben jam segini udah mandi," sapa Melly yang baru saja pulang dari lokasi senam. Dia lalu duduk didekat Reno sambil melepas sepatunya.


Reno tidak menjawab,dia langsung meletakkan pil KB yang dia pegang diatas meja.


"Tolong jelaskan Mel, apa maksudnya ini?" tanya Reno sambil menatap tajam ke arah Melly.


"Da.. dari mana mas Reno mendapatkan ini?" tanya Melly yang langsung terlihat panik.


"Jangan tanya apapun Mel, jawab saja pertanyaan ku, apa maksudnya ini! kenapa kamu tega melakukan ini sama aku Mel. Kamu tau kan, betapa aku sangat menginginkan seorang anak. Tapi kenapa kamu lakukan ini Mel, kenapa!" bentak Reno.


Melly yang panik hanya terdiam, dia bingung harus menjawab apa.


"Kenapa Mel! jawab!" bentak Reno lagi.


"Karena aku belum siap punya anak mas," jawab Melly.


"Kenapa? kenapa kamu belum siap? kita menikah sudah lama Mel, apa alasan kamu belum siap punya anak. Apa Mel?"


"Ya aku belum siap aja dengan keadaan kita, aku gak bisa bayangkan seandainya kita punya anak, kebutuhan akan semakin banyak sementara gaji kamu mana bisa mencukupi kebutuhan kita. Aku gak mau ya, hidupku semakin susah, lagian aku juga belum siap mengurus anak. Apalagi dengan pekerjaanku sebagai instruktur senam, aku gak mau terlihat gendut sehabis melahirkan. Malu dong mm as, masak instruktur senam badannya gendut,"

__ADS_1


Jawaban Melly jelas membuat Reno semakin marah. Karena jawaban Melly terdengar sangat merendahkannya sebagai kepala keluarga, ditambah alasan-alasan Melly yang lain yang tidak masuk akal.


"Melly, bisa-bisanya kamu punya pikiran seperti itu. Rezeki itu sudah ada yang mengatur, jadi salah besar kalau kamu berfikir seandainya kita punya anak, kita akan semakin hidup susah. Justru Allah akan menambah rezeki kita, entah dari mana datangnya, dan anak itu sendiri juga suatu rezeki bagi kita, yang harus kita syukuri. Masalah mengurus anak dan bentuk tubuhmu. Saat kamu sudah siap menikah denganku, harusnya waktu itu juga kamu siap menjadi seorang ibu apapun resikonya. Mendengar jawabanmu, sekarang jadi muncul pertanyaan di kepalaku, apa alasannya kamu dulu bersedia menikah denganku? apa Mel?"


"Kok pake' tanya sih mas, ya karena aku cinta lah sama mas Reno. Emang karena apa?"


"Ini yang kamu bilang cinta, kamu sadar gak Mel, sikap kamu selama ini tidak pernah menunjukkan kalau kamu cinta sama aku, tidak pernah Mel!" bentak Reno.


"Kamu ini kenapa sih mas, masalah sepele aja di besar-besarin,"


"Apa kamu bilang? masalah sepele! kamu bilang ini masalah sepele!" bentak Reno sambil menyentuh kedua bahu Melly dan hampir saja Reno menampar wajah Melly, karena sudah tidak tahan dengan sikap istrinya itu, namun untung saja Reno bisa menahan emosinya dan menghentikan tangannya yang tinggal sedikit lagi mengenai wajah Melly.


"Hah!" teriak Reno sambil menurunkan tangannya. Dia berusaha mengendalikan emosinya, dia lalu menyambar kunci motornya diatas meja dan memilih pergi untuk meredakan amarahnya. Dia takut, kalau tetap berada di rumah, amarahnya akan membuatnya melakukan tindakan kekerasan pada Melly.


Hari semakin gelap, Reno terus mengendarai motornya perlahan menyusuri keramaian kota Jakarta. Cahaya lampu gemerlapan di sepanjang jalan, menambah keindahan suasana kota itu.


Reno yang tengah mengalami goncangan batin yang sangat dalam, memilih berhenti disebuah club malam. Tempat yang sama sekali belum pernah dia datangi sebelumnya.


Reno melangkah masuk ke dalam club. Entah apa yang dia cari ditempat itu, mungkin hanya tempat pelarian atau sekedar tempat hiburan untuk menghilangkan kekacauan di otaknya, yang jelas itu bukanlah tempat untuk mencari ketenangan.


Semua masalah yang dia alami, benar-benar membuatnya kehilangan akal sehatnya. Dia duduk di kursi dan langsung memesan satu botol minuman. Tidak lama kemudian, datang seorang wanita penghibur menghampirinya, menawarkan diri untuk melayaninya, namun Reno langsung menolaknya, karena bukan itu yang dia cari ditempat itu. Dia hanya ingin mabuk-mabukan untuk melupakan semua masalahnya. Setelah minuman dia dapat, tanpa pikir panjang dia langsung meneguk minuman itu. Sepertinya dia tidak terlalu menyukai aroma minuman memabukkan itu, namun tetap saja dia meminumnya dan meminumnya lagi, berharap dengan meneguk minuman itu, dia bisa melupakan semua masalah yang tengah dia hadapi.

__ADS_1


Tidak terasa, Reno sudah menghabiskan tiga botol minuman. Dia yang tidak biasa minum, sudah pasti itu benar-benar membuatnya tidak berdaya, sepertinya dia benar-benar mabuk berat malam ini. Pikirannya justru semakin kacau, bicaranya pun mulai ngelantur. Dia berjalan menuju keramaian tempat orang-orang menikmati musik. Namun jalannya yang sempoyongan membuatnya berkali-kali menabrak orang. Terakhir kali dia menabrak seorang dan tidak sengaja menumpahkan minuman yang dia bawa hingga membasahi orang itu, yang jelas membuat orang itu marah.


"Woi, lihat-lihat dong kalau jalan, basah nih baju ku, gimana sih," gerutu orang itu.


"Apa? loe berani sama saya, iya? berani loe, sini," tantang Reno pada orang itu, dan tanpa diduga Reno langsung melayangkan pukulan ke wajah orang itu. Reno benar-benar kehilangan akal sehatnya, sampai-sampai dia melakukan hal segila itu.


Orang-orang yang lain langsung membantu orang yang baru saja Reno pukul dan langsung mengusir reno. Penjaga keamanan tempat itu pun langsung membawa Reno keluar ruangan itu secara paksa.


Reno yang tengah mabuk berat, berjalan sempoyongan tanpa arah, bahkan dia lupa dengan motornya yang ada ditempat parkir. Terlihat dari arah berlawanan seorang wanita yang tengah berjalan tergesa-gesa, sambil memeriksa kantong belanjaannya. Sepertinya wanita itu baru saja belanja dan sepertinya ada barang yang lupa dia beli. Karena keduanya sama-sama tidak fokus berjalan, membuat keduanya tidak bisa menghindari tabrakan.


Reno yang sudah mabuk berat, tidak bisa lagi menahan keseimbangan tubuhnya dan langsung jatuh ke pelukan wanita itu, yang jelas membuat wanita itu marah dan langsung mendorong tubuh Reno.


"Mas Reno?" ucap wanita itu yang baru melihat wajah Reno dan mengenali Reno. Reno pun langsung terjatuh ke tanah. Wanita itu buru-buru membantunya berdiri.


"Mas Reno, kamu kok bisa seperti ini sih mas. Mas Reno masih kenal Wulan kan mas?" ucap gadis itu sambil memapah tubuh Reno.


"Wulan? kamu Wulan?" tanya Reno sambil menatap wajah Wulan dengan matanya yang mulai berkunang-kunang.


"Iya aku Wulan mas,"


Reno tidak bicara lagi, dia langsung tidak sadarkan diri dan jatuh di pelukan Wulan. Wulan berusaha menahan tubuh Reno agar tidak sampai terjatuh dengan memeluknya erat-erat. Kemudian meminta bantuan orang-orang untuk membawanya ke mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2