
Satu Minggu kemudian, terlihat Reno dan Melly keluar dari ruang sidang. Mereka baru saja resmi bercerai setelah hakim memutuskan kalau mereka sah bercerai secara hukum.
Melly yang menghadiri sidang dengan ditemani Alex, terlihat begitu bahagia. Dia juga tidak sungkan-sungkan memamerkan kemesraannya dengan Alex didepan Reno. Dengan menggandeng tangan Alex, sambil menyandarkan kepalanya di lengan Alex, Melly berjalan melewati Reno yang masih mengobrol dengan Wawan, sahabatnya.
"Mel tunggu!" seru Reno, sambil berlari kecil mengejar Melly. Melly pun yang mendengar Reno memanggilnya langsung berhenti.
"Reno.. Reno.. mau apa lagi sih kamu temui Melly," gerutu Wawan yang lalu menyusul Reno.
Dengan tetap terlihat tenang, Reno menghampiri Melly.
"Mel, aku mau bicara sebentar," ucap Reno.
"Apa lagi sih mas, gak ada yang perlu dibicarakan," jawab Melly ketus.
"Aku cuma mau bilang, kalau suatu saat kamu ingin kembali ke rumah kita, silahkan. Biar aku yang keluar dari rumah itu. Aku tidak akan pernah menjualnya, karena itu kenang-kenangan kita," ucap Reno, yang masih terlihat sedih dengan perceraian ini.
"Apa? kembali ke rumah itu, mengingatnya saja saya malas, apalagi kembali tinggal di rumah reyot itu. Cih, gak sudi aku mas. Aku sudah punya kehidupan baru dan tempat tinggal baru yang lebih layak, jadi jangan samakan Melly sekarang dengan Melly yang dulu, yang sangat menderita. Ayo sayang, kita pergi. Buang-buang waktu saja disini, males banget," ucap Melly yang langsung mengajak Alex pergi.
Reno pun hanya terdiam, membiarkan Melly pergi tanpa mencegahnya lagi. Wawan pun kemudian menghampirinya.
"Sudahlah Ren, gak usah kamu buang-buang tenaga urusin Melly. Kamu lihat sendiri kan sikapnya ke kamu, kok bisa ya kamu tinggal serumah bertahun-tahun dengan istri model begitu. Aku acungi jempol kamu Ren, tapi bukan karena kehebatan mu, melainkan karena kebodohanmu," ejek Wawan.
"Ah loe wan, teman baru dapat musibah bukannya menghibur malah bikin tambah pusing," gerutu Reno sambil berjalan.
__ADS_1
"Lho, justru ini bukan musibah Ren. Ini adalah suatu anugerah yang tak ternilai harganya, berkah ini Ren. Karena akhirnya kamu bisa terlepas dari nenek sihir itu, kemerdekaan buat kamu ini Ren. Selamat ya Ren, selamat," ucap Wawan sambil menepuk-nepuk pundak Reno.
Reno pun hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, mendengar celotehan sahabatnya itu.
Usai resmi bercerai dengan Melly, Reno kini terlihat lebih sering mengunjungi kafe Wulan. Hampir tiap malam dia pergi ke sana. Kadang sendiri, kadang juga bersama Wawan. Reno sudah menceritakan semuanya tentang Wulan pada Wawan, dan Wawan pun sangat mendukungnya.
Melihat Reno yang hampir tiap malam mengunjunginya, membuat Wulan merasa tidak enak. Karena status Reno yang sudah beristri, dia takut kalau orang beranggapan negatif padanya, terutama kalau Melly mengetahuinya. Wulan yang belum tau kalau Reno sudah bercerai pun langsung menegur Reno di suatu malam.
"Maaf mas, aku perhatikan akhir-akhir ini mas Reno sering kemari. Emang gak pa-pa mas, aku hanya gak enak saja sama orang-orang, sama Melly juga terutama. Emang dia gak marah, mas Reno keluar terus tiap malam. Bukan aku gak suka mas, aku suka tapi kan mas Reno masih pu.. "
Belum selesai Wulan bicara, Reno sudah memotongnya.
"Gak Lan, aku sudah gak punya istri," ucap Reno sambil menatap Wulan.
"Aku serius Lan, aku sudah resmi bercerai dengan Melly," tegas Reno.
"Serius mas, kok bisa? bukannya kalian baik-baik saja? apa jangan-jangan kalian berantem karena mas Reno sering ke sini ya, Melly tau itu dan beranggapan kalau kita ada hubungan. Bilang mas, kenapa mas Reno bisa pisah dengan Melly, semua itu bukan karena Wulan kan mas?" tanya Wulan yang takut dan merasa bersalah atas perceraian Reno dan Melly.
"Kamu itu ngomong apa sih Lan, ini gak ada hubungannya sama kamu. Ya mungkin ini yang terbaik untuk aku dan Melly, karena sudah lama rumah tangga kami tidak ada keharmonisan lagi. Aku sudah berusaha sekuat tenaga mempertahankannya, namun tetap saja aku gagal. Melly tetap memilih pisah dan aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi, aku sudah pasrah Lan. Memang mungkin harusnya seperti ini," ucap Reno dengan segala keikhlasannya.
"Sabar ya mas, Wulan do'ain moga kedepannya mas Reno bisa mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya. Tetap semangat ya mas meski sendirian. Kayak Wulan," ucap Wulan mencoba menghibur Reno.
"Semangat dong, karena kebahagiaanku ada di depanku," ucap Reno sambil terus menatap Wulan, yang membuat Wulan menjadi salah tingkah.
__ADS_1
*
Sementara itu, di tempat Melly. Terlihat Melly sedang duduk di kamar hotel dengan perasaan gelisah menunggu kedatangan Alex. Pasalnya sampai sekarang Alex belum juga menikahinya. Jangankan menikahinya, mengenalkannya pada kedua orang tua Alex pun belum pernah sampai sekarang, yang membuat Melly semakin kesal. Tidak lama kemudian Alex pun datang.
"Sayang.. kenapa kamu cemberut gitu. Masalah pernikahan kita ya?" tanya Alex yang sudah bisa menebaknya.
"Apa lagi kalau bukan itu. Aku sudah bercerai dengan mas Reno demi kamu, tapi sampai sekarang kamu belum juga menikahi ku," gerutu Melly.
"Tenanglah sayang, justru aku ke sini ingin membahas soal pernikahan kita. Aku sudah putuskan lusa kita menikah," ucap Alex dengan mantap.
"Lusa? secepat itu? kamu belum mengenalkan aku pada orang tuamu. Bagaimana dengan pesta pernikahan kita, apa kamu sudah mempersiapkannya?" tanya Melly, yang merasa senang bercampur gugup.
"Kita menikah tanpa orang tuaku, karena mereka sedang berada di luar negri. Tapi aku sudah membicarakan ini pada mereka dan mereka menyetujuinya. Soal pesta, kita tunda dulu acara pestanya ya. Sementara kita melangsungkan ijab qobul dulu. Pestanya nanti saja, nunggu orang tuaku pulang dari luar negeri. Gimana sayang, kamu setuju kan?" tanya Alex.
Melly hanya terdiam, dia masih belum percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Karena dalam angan-angannya, acara pernikahannya begitu mewah dan meriah. Namun alasan Alex juga tidak bisa disalahkan. Keadaan juga memaksa dia harus segera menikah dengan Alex, karena tidak mungkin dia terus melakukan hubungan suami istri sementara statusnya belum menikah. Akhirnya dengan berat hati dan penuh kekecewaan, Melly pun menyetujuinya. Karena dia tidak punya pilihan lain.
"Oke, terserah kamu. Aku ikut gimana baiknya. Tapi ada syaratnya," ucap Melly tegas.
"Apa sayang? bilang saja pasti aku lakuin," jawab Alex dengan mantap.
"Aku ingin kamu berjanji, setelah kita menikah kamu beliin aku rumah baru. Karena gak mungkin kan aku terus tinggal di hotel seperti ini. Aku juga gak mau tinggal serumah dengan orang tuamu, aku hanya ingin berdua denganmu. Gimana? kamu bisa kan?" tanya Melly dengan tegas.
"Soal itu tenang saja sayang, apapun yang kamu mau pasti aku turuti. Oke, aku janji setelah kita menikah aku akan belikan kamu rumah baru," jawab Alex sambil memeluk Melly.
__ADS_1
Alex tidak perduli bagaimana kedepannya, yang paling penting saat ini dia bisa menikah dengan Melly, wanita pujaan hatinya.