TERPAKSA KU PULANG MALAM

TERPAKSA KU PULANG MALAM
PART 25


__ADS_3

Awal pagi yang indah, Wulan membuka matanya dan langsung menatap Reno, yang berada di sampingnya. Perlahan Wulan mencium pipi Reno yang masih tertidur lelap, tidak lupa Wulan juga memberikan ciuman untuk putra kesayangannya, Azam. Wulan merasa sangat bahagia, atas karunia yang telah diberikan Tuhan, yakni seorang suami dan putra tercinta, yang telah melengkapi hidupnya.


Wulan langsung beranjak dari tempat tidurnya dan langsung menuju ke kamar mandi. Selesai wudhu, Wulan langsung melaksanakan shalat subuh. Selesai shalat, barulah dia membangunkan Reno.


"Sayang.. bangun sayang.. udah pagi, shalat dulu ya," bisik Wulan di telinga Reno.


Reno pun perlahan langsung membuka matanya, namun bukannya bangun, Reno justru memeluk Wulan dengan erat.


"Mas Reno apa sih, disuruh bangun kok malah peluk. Bangun mas, shalat dulu sana,"


"Iya, ini juga udah bangun. Tapi masih pengen peluk kamu dulu, bentar lagi ya,"


Wulan pun menuruti keinginan suaminya, membiarkan Reno memeluknya sampai Reno benar-benar merasa puas.


Reno kemudian melepaskan pelukannya, dia pandangi wajah cantik istrinya. Meski belum mandi dan tanpa make up sedikitpun, Wulan tetap terlihat cantik di mata Reno.


"Sayang, ini pertama kali dalam hidupku merasakan kebahagiaan, ketenangan dan kenyamanan saat membuka mataku di pagi hari. Kehadiranmu sungguh memberikan warna yang indah dalam hidupku. Terimakasih sayang, untuk semuanya, semua yang telah kau berikan padaku. Cinta, kasih sayang, perhatian dan kebahagiaan yang tak ternilai. I love you sayang," ucap Reno sambil mencium jari jemari Wulan.


"I love you too sayang.. udah ah, pagi-pagi dah lebay. Buruan bangun, dah tu shalat. Aku siapkan sarapan dulu ya,"


"Gak usah sayang, kan ada bi Mumun. Kamu juga pasti masih capek kan?"


"Gak pa-pa sayang, justru ini yang aku tunggu-tunggu, menyiapkan sarapan untuk suamiku tersayang. Seandainya ada ART sepuluh di rumah ini, tetap saja, aku yang akan melayani mu mas," ucap Wulan, yang membuat Reno hampir meneteskan air mata. Begitu beruntungnya dia mendapatkan Wulan. Yang begitu tulus melayaninya sebagai suami, sangat jauh dari cara Melly memperlakukannya dulu.


"Terimakasih sayang, kamu memang istri yang sempurna," ucap Reno sambil mencium kening Wulan.


Wulan kemudian bergegas pergi ke dapur, untuk menyiapkan sarapan suaminya. Di dapur sudah ada bi Mumun yang juga sudah bersiap-siap menyiapkan sarapan.


"Pagi bi..," sapa Wulan dengan sangat ramah.


"Pagi non, non Wulan mau ngapain ke sini? biar bibi aja non yang masak,"

__ADS_1


"Terimakasih ya bi, selama ini sudah melayani mas Reno dengan baik, menyiapkan sarapan buat mas Reno, tapi mulai sekarang urusan memasak jadi tugas Wulan, bibi bisa kerjakan pekerjaan bibi yang lain. Tapi kalau Wulan butuh bantuan, gak pa-pa ya Wulan minta bantuan bibi,"


"Waduh non, ini gimana to. Gimana kalau nanti saya dimarahin den Reno, karena membiarkan non Wulan mengerjakan pekerjaan saya?"


"Gak pa-pa bi, saya sudah bilang sama mas Reno, kalau mulai sekarang saya yang bertugas memasak di rumah ini. Bibi gak usah khawatir, gak pa-pa, saya ikhlas dan senang melakukannya," jawab Wulan mantap.


"Terimakasih non, kalau itu memang keinginan non Wulan dan juga sudah bilang sama den Reno. Jujur bibi sangat senang, karena bibi merasa sangat terbantu dan bisa cepat menyelesaikan pekerjaan rumah yang lain,"


"Iya bi sama-sama, kita saling bantu aja ya,"


"Iya non,"


Keduanya pun mulai disibukkan dengan pekerjaan masing-masing. Selesai memasak, Wulan kembali ke kamar untuk membangunkan Azam dan mengajak Reno sarapan.


Sampai di kamar, Reno masih berada di kamar mandi, sedang Azam masih tertidur pulas. Wulan berniat membangunkan Azam, namun tiba-tiba handphone Reno berdering. Wulan pun langsung mengambil handphone Reno dan mengeceknya. Wulan sedikit terkejut saat melihat kalau ternyata itu panggilan dari Melly.


"Melly? mau apa dia menelpon mas Reno?" Wulan bertanya-tanya sendiri.


"Mas.. ada telpon dari Wulan, Wulan angkat apa mas Reno telpon balik selesai mandi?" tanya Wulan yang tidak berani mengangkat langsung telpon di handphone Reno.


"Angkat saja sayang, tanya aja mau apa pagi-pagi nelpon!" seru Reno dari dalam kamar mandi.


Wulan pun buru-buru mengangkat telponnya.


"Halo Mel, ada apa Mel?" tanya Wulan.


Namun bukannya menjawab, Melly justru mematikan handphonenya.


"Loh, kok malah di matiin sih, aneh," gerutu Wulan.


Tidak lama kemudian Reno keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


"Ada apa sayang, Melly nelpon pagi-pagi gini?" tanya Reno.


"Gak tau tu, aku angkat malah dimatiin. Pengennya mas Reno yang angkat paling," ucap Wulan sedikit cemberut, terlihat jelas ada rasa cemburu yang terlihat di wajahnya.


"Hmm.. kayaknya ada yang cemburu nih. Sayang.. sini peluk dulu ya. Dengar aku baik-baik ya, sedikitpun aku sudah tidak punya perasaan apa-apa sama Melly, sama sekali gak ada. Cintaku, sayangku semua hanya untukmu dan Azam, percaya ya. Bagiku Melly hanya masa lalu yang kelam, yang tidak akan aku kenang kembali. Aku sudah benar-benar melupakannya dan hanya ada kamu dihatiku," ucap Reno berusaha meyakinkan Wulan.


Wulan pun tersenyum bahagia mendengar ucapan Reno. Hatinya terasa lega, hilang sudah rasa cemburu yang baru saja muncul dalam hatinya.


"Iya mas, Wulan sepenuhnya percaya sama mas Reno, sama cinta kita. Wulan mohon, jangan pernah kecewakan kepercayaan yang Wulan berikan. Janji ya mas," ucap Wulan sambil menatap Reno penuh harap.


"Iya sayang, aku janji. Aku akan menjaga kepercayaan yang kau beri. Aku akan menjaga pernikahan kita, kebahagiaan keluarga kita dan akan selalu setia sampai akhir hayat ku," jawab Reno dengan sungguh-sungguh.


"Terimakasih mas," ucap Wulan yang lalu kembali memeluk Reno.


"Iya sayang, terimakasih juga ya telah mempercayaiku," jawab Reno sambil mencium kening Wulan.


"Mas Reno kan masih cuti, jadi apa acara mas Reno hari ini?" tanya Wulan, kembali melepas pelukannya.


"Hmm.. jatah cutinya kan dua hari lagi, untuk hari ini aku ingin dirumah saja, kita ngumpul dan santai di rumah, karena jujur aku masih sedikit capek habis acara kemaren. Kalau besok, bagaimana kalau kita ajak Azam jalan-jalan, terserah dia mau kemana. Gimana, kamu setuju kan sayang?" tanya Reno.


"Iya mas, Wulan setuju. Azam pasti seneng banget mas," jawab Wulan yang kembali memeluk Reno.


*


Sementara itu di rumah Melly, Melly terlihat sangat kesal, setelah mendengar Wulan yang mengangkat telponnya, bukannya Reno, seperti yang dia harapkan.


"Sialan, kok Wulan sih yang angkat telponnya, males banget. Mungkin mas Reno masih cuti kali ya, nantilah aku coba telpon lagi. Lihat saja Wulan, aku akan membuat mas Reno kembali padaku dan aku akan menyingkirkan mu dari kehidupan mas Reno,"


"Mel..! mana kopinya?!" teriak Alex.


"Iya-iya sebentar. Huh, awas aja kamu Lex, kalau aku sudah bisa membuat mas Reno kembali padaku, secepatnya aku akan menyingkirkan mu juga dari kehidupanku sejauh mungkin, dasar sampah!" gerutu Melly, yang kemudian pergi ke dapur untuk membuat kopi.

__ADS_1


__ADS_2