
Keesokan hari Rangga yg sedang bekerja pun mendapat telpon dari Nadia, tapi Rangga tidak sama sekali merespon karna menurut Rangga hal yg di lakukan Nadia di belakangnya adalah hal yg sangat patal dan keterlaluan karna Rangga mencintai Nadia tapi Nadia malah menghilan dan tidak ada kabar sama sekali.
Weekend pun tiba Rangga dan Airra sudah siap siap untuk berangkat ke Jepang dan besok pagi mereka akan berangkat dan mereka akan pergi selama 2 Minggu untuk melakukan pekerjaan Rangga yg ada disana dan sekalian berlibur.
Pagi harinya Rangga dan Airra akan berangkat ke bandara karna mereka akan terbang jam 08.00 pagi dan mereka di antar oleh supir
Rangga "rra kita berangkat sekarang"
Airra "baik lah mas"
Rangga "barang gak ada yg tinggal kan"
Airra "GK ada mas tadi aku sudah menyuruh pak supir memasukkannya ke bagasi mobil"
Rangga "baiklah kita akan berangkat sekarang ya, pak kita jalan sekarang"
Pak Samsul "baik tuan"
Lalu mobil mereka pun berangkat menuju bandara dan saat di dalam mobil hp Rangga yg terletak di samping Airra itu pun berdering dan Airra tidak sengaja terbaca nama orang yg menghubungi suaminya itu yg ternyata Nadia yg menelpon, Rangga pun menoleh ke arah Hp lalu mematikan telponnya
Airra "angkat aja mas, siapa tau penting"
Rangga "gak usah lagian gak penting" ucap Rangga tapi tidak lama setelah itu hp rangga pun berdering lagi dan Rangga hanya mengabaikannya
Airra "angkat aja mas, aku gak papa" ucap Airra sambil memalingkan mukanya
Rangga "ya udah ini kamu saja yg angkat aku malas" ucap Rangga sambil memberikan hpnya kepada Airra
Airra "kenapa apa itukan pacar mu"
Rangga "dia bukan pacar ku, ini angkat"
Airra pun mengakat telpon telpon nya
Nadia "hallo sayang haloo aku gak mau kita putus aku mintak maaf sayang sayang" ucap Nadia dalam hp
Airra pun seketika menoleh ke arah suaminya itu seolah kebingungan
Nadia "hallo hallo sayang"
Airra "iya hallo"
Nadia "kamu siapa kenapa, kenapa hp pacar saja ada di kamu, belikan hpnya ke pacar saya saya ingin bicara"
Airra pun seketika memberikan hpnya ke suaminya
Rangga "ada apa lagi"
Nadia "sayang siapa yg mengangkat telpon ku tadi, lancang sekali dia memegang hp mu"
Rangga "kenapa dia adalah istri ku, jadi gak ada masalah dia memegang hp ku"
__ADS_1
Nadia "maksud kamu apa, pasti kamu lagi bohong kan buat bikin aku sakit hati"
Rangga "ngapin saya bohong sama kamu gak ada guna nya, dia memang istrinya saja dan sya sudah menikah dg nya" ucap Rangga dan Airra yg mendengar kata kata itu dari mulut suaminya itu dia langsung menoleh dan Rangga pun memgang tangan nya
Nadia "gak gak mungkin"
Rangga "tolong jangan ganggu saya lagi"
Lalu Rangga pun mematikan telponnya.
Airra "mas"
Rangga "sini mendekat" ucap rangga
Dan Airra pun mendekat kesuaminya itu dan Rangga langsung memeluknya
Rangga "sudah lah sekarang kita akan pergi liburan jangan terlalu banyak pikiran".
Airra "tapi mas tapi kenapa kamu dan"
Rangga "nanti aku ceritakan, sekarang jangan rusak perjalanan kita oke"
Airra pun mengangguk dan tidak lama setelah itu mereka pun sampai di bandara lalu pak supir langsung menurunkan koper mereka dan mereka langsung masuk ke bandara Rangga membawa koper dan Airra berjalan di samping Rangga.
Airra masih tidak menyangka bahwa Rangga mengakuinya sebagai istri bahkan kepada mantan pacarnya tapi Airra tidak bertanya karna dia tidak mau merusak perjalanan pertamanya dengan Rangga jadi dia memilih untuk diam dan akan memintak penjelasan jika ada waktu yg tepat
Semua sudah di bereskan dan mereka tinggal masuk pesawat dan terbang ke Jepang rangga juga selalu memegang tangan istrinya itu.
Nadia "gak gak mungkin dia sudah menikah, aku harus bahagia mana sekarang aku gak mau kehilangan mesin ATM ku itu, aku harus mencari cara untuk bisa mengajak Rangga bicara"
Lalu Nadia kembali menangis dia bahkan menelpn David sahabatnya Rangga tapi tidak ada jawaban sama sekali dan bahkan telponnya di rijek
Nadia semakin putus asa yg semakin memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa bicara dg rangga dan membuat Rangga memaafkannya
Nadia "aku harus mencari cara lain agar Rangga bisa memaafkan ku, ya walau pun sebenrnya aku tidak terlalu menyukainya lagi tapi aku butuh uangnya"
Nadia "baik lah Nadia, kamu harus tenang" ucapnya pada dirinya sendiri dan menarik napas panjang untuk menenangkan dirinya agar dia bisa berpikir dg jernih.
Sedangkan Rangga dan Airra mereka sudah berangkat ke Jepang dan tidak lama setelah perjalanan mereka pun sampai di Tokyo Jepang dan mereka langsung ke hotel untuk beristirahat
Airra "mas aku akan menelpon nenek untuk memberi tau bahwa kita sudah sampai"
Rangga "baik lah kalok begitu aku bersih bersih dulu".
Tut Tut Tut.......
Nenek "hallo"
Airra "halo nek"
Nenek "iya cu apa kalian sudah sampai"
__ADS_1
Airra "iya nenek kami baru saja sampai di hotel"
Nenek "syukurlah kalian hati hati dan selamat menikmati liburannya ya, oh iya Rangga mana"
Airra "mas Rangga lagi di kamar mandi nek, nenek lagi ngapin sekarng nenek hari hari ya jaga diri oke"
Nenek "iya kalian tenang saja, kalian tidak perlu memikirkan nenek disini kalian pokus saja untuk membuatkan cicit untung ku"
Airra "hahahaha nenek, baik lah nek selamat istirahat ya nek"
Nenek "iya sayang selamat liburan ya dahh"
Lalu telpon pun di tutup nenek sangat senang karna melihat Airra sepertinya bahagia pergi dg Rangga
Nenek "semoga saja mereka bisa saling mencintai dan segera membeliku cicit" sambil ternyum lalu nenek melanjutkan menonton sinetron yg di sukai
Lalu Rangga pun keluar dari dalam kamar mandi
Rangga "Rra"
Airra "iya mas"
Rangga "gimana sufmdah menelpon nenek"
Airra "udah mas dan nenek titip salam untuk mas"
Rangga "baik lah sekarng kamu mandi bersih bersih lalu kita keluar makan malam lalu istirahat".
Airra "baik mas" ucap Airra dan Airra langsung ke kamar mandi lalu dia langsung mandi dan setelah mandi dia baru menyadari bahwa dia lupa membawa handuk
Airra "mas mas"
Rangga "iya kenapa"
Airra "tolong bantu ambilin handuk aku lupa membawanya sekarang aku sudah tidak menggunakan apa pun"
Lalu Rangga mengambil handuk yg ada di lemari pakaian dan memberikan nya kepad Airra
Rangga "ini"
Airra pun membuka pintu dan mengeluarkan tangan nya saja
Rangga "mau aku bantu handukin gak"
Airra "mass"
Rangga "baiklah baik lah ini handuknya"
Airra "makasih mas"
Rangga "takut gak perlu aku bantu" ucap Rangga sekali lagi sambil menggoda Airra
__ADS_1
Lalu Rangga pun kembali ke kasur ya dan Airra pun keluar dari kamar mandi dan memakai baju karna mereka akan keluar untuk makan malam.