
Malam itu Airra menunggu Rangga pulang untuk menjelaskan semuanya dan memintak maaf, tapi entah kenapa Rangga belom juga pulang dan Airra juga mencoba menelpon tapi hpnya masih mati di abenar benar takut dan khawatir sangking kepikiran ya Airra bahkan tidak keluar kamar dari tadi siang dan dia juga melewatkan makan malam, nenek juga sudah mengajak airra untuk makan malam tapi Airra menolaknya karna dia belom lapar nenek sangat khawatir kenapa Airra dan Rangga apa lgi Rangga pergi dengan keadaan yg sangat mrh tapi nenek berusaha untuk tenang karna tidak ingin membuat Airra semakin khawatir.
Sedangkan Rangga dia masih berada di pinggir pantai dan dia tertidur di dalam mobil, dia sebenarnya ingin pulang tapi entah kenapa dia masih emosi jika mengingat hal yg Airra lakukan mngknya dia memilih untuk tidak pulang sampai hatinya tenang kerna jika di pulang dg ke adaan yg masih mrh dan emosi dia bisa saja menyakiti hati Airra, jadi Rangga memutuskan untuk tidak pulang malam itu dan dia akan tidur di apartemen milik nya.
Tapi Airra benar benar khawatir dg keadaan suaminya takut suaminya itu ke kenapa kenapa dia masih di akuga masih mencoba menghubungi suaminya tapi hpnya masih blom aktif, lalu Airra menunggu suaminya sampai jam 3 subuh dan masih belom pulang akhirnya Airra ketiduran.
Rangga yg sudah berada di salah satu apartemen miliknya, dia berbaring di kasur tapi dia juga tidak bisa tidur
Rangga "kenapa dia melakukan itu, apa dia masih belom mencintai ku" pikiran Rangga semakin liar banyak hal yg dia simpulkan sendri, setelah itu Rangga memutuskan untuk mandi karna mungkin dg mandi bisa sedikit menenangkan pikiran nya, setelah mandi Rangga pun langsung berbaring lagi di kasur dia benar benar tidak bisa memikirkan hal lain yg ad di otak nya cuman ada Airra kenapa Airra melakukan itu, apa Airra tidak mencintai ku, dan banyak lagi, dan bahkan malam itu Rangga juga melewatkan makan malam nya.
Pagi pun datang nenek melihat Airra di kamar untuk memastikan ke adaanya
Nenek "syukurlah dia tidur, tapi apa Rangga tidak pulang semalam kemana dia"
Lalu setelah itu nenek pun menutup kembali pintu kamar Airra dan Rangga dan membiarkan Airra tidur lalu nenek kembali ke bawa untuk mencoba menelpon Rangga tapi sayangnya nomor Rangga masih tidak aktif
Nenek "apa dia sekecewa itu Sampai menghilang seperti ini"
Lalu nenek mencoba menelpon David asisten sekaligus sahabatnya Rangga
Tutt Tutttt tuttt...
David pun mengangkat telpon nya
David "halloo nek"
Nenek "iya hallo dav nenek mau nanya"
David "silahkan nek mau nanya apa"
Nenek "apa Rangga smlm bersama mu, atau mungkin dia menghubungi mu soalnya hpnya tidak aktif dari kemaren"
David "gak nek Rangga tidak bersama David dan tidak juga menghubungi David memang ada Maslah apa nek, terakhir David di hubungi Rangga kemaren sekitar jam 11 siang itu juga cuman bilang bahwa dia bilang karna dia tidak masuk kantor beberapa hari ini itu sja nek"
Nenek "oke baik lah dav, kalok nanti Rangga menghubungi mu tolong suruh dia untuk menelpon nenek ya"
David "baik nek"
__ADS_1
Telepon pun mereka tutup, David pun bingung sebenarnya apa yg terjadi lalu dia mencoba menghubungi Rangga tapi nomornya tidak aktif.
Airra pun bangun dari tidurnya dan saat dia bangun masih belom ada tanda tanda suaminya dia pun kembali menangis
Airra "apa dia belom pulang juga, kemana dia" ucap Airra sambil menangis
Airra "aku mintak maaf mas"
Airra mengambil hp nya yg ada di sampingnya lalau dia menelpon Rangga lagi tapi hp Rangga masih belom juga aktif setelah itu dia ingin turun untuk mencari suaminya karna di pikir mungkin saja suaminya tidur di kamar tamu kan, saat dia menuruni tangga ada nenek yg sedang menonton tv
Nenek "Airra kamu mau kemana"
Airra "nek pasti mas Rangga tidur di ruang tamu kan, soalny dia tidak tidur ke kamar"
Airra pun berjalan ke arah kamar tamu tapi saat dia buka tidak ada siapa pun di dalam jadi Airra menangis lagi
Nenek "Rra kamu jangan seperti ini ya bentar lagi juga Rangga pulang kok"
Airra "mas Rangga benar benar marah kepada ku nek"
Airra "tidak nek aku tidak lapar"
Airra benar benar sedih dan juga khawatir dg keadaan suaminya banyak sekali hal negatif yg muncul di pikiran Airra.
Nenek yg melihat itu pun khawatir karna dia tau betul tentang cucunya itu setiap Rangga mrh atau sedih dia pasti menghilang untuk menenangkan diri, tapi dia juga khawatir dg Airra yg nangis semalaman ya walaupun dia tau Airra salah karna telah meminum obat kontrasepsi itu tapi dia juga mengerti alasan Airra melakukan itu kenapa.
Nenek "bik Ina tolong buatkan bubur ya"
Lalu nenek membantu Airra untuk duduk di kursi
Nenek "sayang kamu harus makan ya, jika kamu sakit nanti Rangga akan nambah mrh kepada mu, kamu gak mau kan Rangga nambah marah" ucap nenek untuk membujuk Airra agar mau makan
Airra "iya nek" jawab Airra sambil menangis
Bik Ina "ini nya buburnya"
Nenek "iya bik makasih, Airra makan buburnya ya biar nenek siapin kamu harus makan yg banyak agar gak sakit, kan kamu tau Rangga khawatir nya kyk gimna waktu kamu sakit"
__ADS_1
Nenek pun menyuapi Airra dan Airra pun tidak menolaknya ya walau pun dia terlihat tidak nafsu makan.
Sedangkan David dia masih mencari keberadaan rangga ddmenfhubungi Rangga dan tiba tiba David kepikiran
David "seperti Rangga ada di apartemen itu"
David pun langsung mengambil kunci mobilnya dan melajukan mobil ke apartemen itu sampainya di sana dia langsung menekan bel dan membuat Rangga bangun dari tidurnya, dan Rangga pun membukakan pintu
Rangga "siapa"
David "Rangga lu ngpain disini, orang rumah lu nyariin lu"
Rangga "masuk"
David masih saja mengomeli sahabatnya itu
David "lu lagi ada masalah apa kenapa lu ngilang kayak gini kasian nenek dan istri lu nyariin lu"
Rangga "gua cuman lagi butuh waktu sendri dav"
David "Rangga gue kenal elu dmsudah lebih dari 12 tahun gue tau banget elu"
Rangga "dav gimna gue gak kecewa dan marah lu pikir sendiri lh r bulan gue udah nikah sama dia walaupun kamu awal tidak saling menyukai gue tau itu, tapi 2 bulan ini gue rasa hubungan kami sudah baik baik saja, lu tau gue sangat ingin punya anak kan tapi apa yg dia lakuin dia meminum obat kontrasepsi tanpa memberi tau gue suaminya, kenapa dia gak bilang aja jika memang dia tidak ingin punya anak dari gue"
David pun cuman mendengarkan dulu omongan Rangga sampai di bisa menyimpulkan
David "gue tau perasaan lu gga tapi lu seharusnya bisa memberi tau nenek jika lu butuh waktu sendri dulu jangan ngilang kayak gini mereka sangat khawatir"
Rangga pun cuman diam saja
David "lalu udah makan, laper gak nanti gue beliin makan"
Rangga "belom"
David "ya udah gue ke bawa dulu beli makan ya lu tunggu disini oke".
David pun membeli makanan yg ada di bawa apartemen itu dia tau betul gimna sahabat nya itu dia kalok lagi sedih atau marah dia tidak akan ingat untuk makan mengka dari itu David harus memastikan dia untuk makan walaupun dikit.
__ADS_1