Terpaksa Menikah Dengan Lakilaki Asing

Terpaksa Menikah Dengan Lakilaki Asing
pernikahan


__ADS_3

Lalu aku pun menikah dg Rangga cucu dari nenek itu karna aku tidak punya pilihan lain selain menerima tawaran nenek itu demi operasi ibu ku yang sedang sakit keras, kami menikah dg sederhana dan bahkan tanpa cinta atau rasa suka dia sangat dingin kepada ku dan bahkan tidak sama sekali menatap ku sekali pun.


Penghulu "sah"


Para tamu " sah" dan kami pun resmi menjadi suami istri


Lalu kami pun pulang kerumh nenek dan di dampingi para pelayan yg menyambut dan membawa kan koper ku


Nenek "perkenalkan ini adalah istri dari Rangga tolong kalian bantu dan jaga dia karna di baru disini" ucap nenek kepada semua pelayan


Bik Ina "baik nyonya besar"


Nenek "antar barang barangnya ke kamar Naufal"


Bik Ina "baik nyonya"


Rangga pun hanya bisa diam dan menuruti kemauan neneknya itu tapi dalam hatinya Rangga sangat tidak terima jika dia harus satu kamar dg Airra "walaupun sebenrnya wanita itu lumayan cantik tapi aku tetap saja tidak Sudi tidur dg nya" ucap Rangga dalam hati


Nenek "Rangga, Rangga kenapa kamu diam cepat ajak istri mu ke kamar, dan ingin kamu harus baik kepada nya jika tidak aku akan memberi mu hukuman"


Rangga "iya nek" lalu Rangga pun berjalan naik ketangga dan menuju ke kamarnya


Airra "nek aku permisi dulu"


Nenek "baik lah cu silah kan istirahat ya, jangan sungkan anggap saja rumah sendiri"


Sedangkan dalam hati Airra "aduh mana harus satu kamar sama dia lagi, aku harus gimna ya" lalu airra pun berjalan mengikuti Rangga dari belakang dan saat sampai di kamar Airra sangat canggung dia bahkan hanya diam saja apa lagi Rangga yg juga diam saja langsung kekamar mandi untuk bersih bersih tanpa sepata katah pun dan Airra dia sangat takut "ini kamar kenapa dingin bangt sih, ada kamar lain aja gak sih" ucap Airra dalam hati dan bahkan Airra masih tetap berdiri karna dia bingung harus ngpain


Dan Rangga pun selesai mandi lalu keluar hanya dg sebuah handuk yg menutupi bawahnya saja Airra yg melihat itu pun kaget dan replek berteriak dan menutup mata


Airra "ahh maaf maaf" sambil membalikan badannya


Rangga "hey cewek jelek lu ngpain teriak sih Memeng gua setan apa" sambil mendekat ke arah Airra dan Airra yg merasa tersudut pun sangat takut

__ADS_1


Airra "iya iya maaf aku gak tau"


Rangga "kenapa lu teriak, apa karna lu gak prnh liat pria telanjang" ucap Rangga dg nada yg sedikit menekan


Rangga "ah sudah lah gak heran jika lu gak prnh liat dada laki laki lagian siapa juga yg mau sama perempuan jelek kyk elu, udah sana lu mandi"


Airra "iya iya ini mau mandi" Airra pun langsung lari ke kamar mandi dan dia langsung segera mandi tapi saat dia selesai mandi dia baru menyadari bahwa dia lupa membawa handuk


Airra "ya elah Airra bisa bisa nya kmu gak bawa handuk, aduh gimna ya keluarnya gimna kalok ada dia dan dia liat gue gak pakek apa apa, apa gak dia pikir aku goda dia nantinya" sambil memikirkan cara gimna cara dia bisa keluar


Dan nenek sudah menyuruh bik Ina untuk memanggil mereka untuk makan malam bersama


Tok tok tok bik Ina mengetok kamar Rangga


Rangga "iya kenapa" dg ketus


Bik Ina "tuan kata nyonya besar disuruh turun dg non Airra juga"


Rangga "iya bentar lagi kamu turun"jaga Rangga dan Rangga pun menyadari bahwa Airra masih belom keluar kamar mandi juga


Airra "iya aku udah selesai kok tapi aku lupa bawa handuk, bisa tolong bawain handuk ke depan kamar mandi gak" dg nada sedikit takut


Rangga pun tersenyum sedikit "oh lu gak bawa handuk pantes aja dari tadi lama bangat" ucap Rangga dalam hati


Rangga "ini handuknya lagian lu begok bangat sih handuk aja bisa lupa, udah jelek begok juga" ucap Rangga dg kasar


Airra "iya makasih"


Lalu Rangga pun kembali ke atas kasur dan membuka leptopnya untuk mengecek kerjaan di perusahaan nya lalu airra pun keluar dari kamar mandi dg sedikit berlari, Rangga yg menyadari itu pun sedikit tersenyum


Rangga "buruan nenek udah nunggu"


Airra "iya-iya sabar"

__ADS_1


Lalu Rangga melanjutkan pekerjaannya dan tidak lama setelah itu Airra pun selesai dan keluar dia memakai dress tidur dan saat Rangga ngeliat itu pun dia sedikit terdiam


Rangga "lu ngpain pakek baju kayak gitu"


Airra "di lemari cuman ada baju kyk gini, aku sebenrnya udah bawa piyama ku kok tapi di lemari gak ada bahkan koper baju juga gak ada"


Rangga "ya udah ayok kebawa" Rangga pun keluar dari kamar dan menuruni tangga dg dikiti Airra di belakang nya


Airra "koper ku kemna ya, apa belom di tarok di kamar"


Dan nenek yg melihat Rangga dan Airra turun pun tersenyum walaupun dia tau Rangga dan Airra itu masih saling diam dan tidak memperdulikan satu sama lain "Rangga Rangga kamu masih saja dingin, tapi gak papa nenek yakin nanti kamu akan jatuh cinta dg Airra karna nenek juga yakin Airra adalah perempuan yg baik untuk jadi pendamping mu dari pada Nadia perempuan murahan itu" ucap nenek dalam hati


Rangga "nek"


Airra "nenek"


Nenek "iya kalian duduk kita akan makan sekarang"


Airra "iya nek"


Nenek "Airra kamu makan yg banyak ya karna kamu harus punya tenaga yg banyak" ucap nenek sambil tersenyum


Rangga dan Airra pun makan bersama dg nenek malam itu.


Setelah makan malam selesai nenek duduk di ruang tv dan Airra pun menemani nenek sedangkan Rangga dia keruang kerjanya karna masih ada yg harus di cek


Airra "nek dirumah ini cuman ada nenek sama Rangga aja apa" tanya Airra kepada nenek karna menurut Airra rumah ini sangat sepi


Nenek "iya cu suami nenek sudah meninggal 12 tahun lalu, dan nenek punya 1 anak laki laki yaitu adalah ayah Rangga tapi dia sudah meninggal juga karna kecelakaan pesawat bersama bundanya Rangga dan saat kecelakaan itu Rangga masih berumur 5 tahun dan dari saat itu Rangga tinggal dg nenek dan kakek tapi setelah kakek pergi ya cuman ada Rangga dan nenek saja yg ada dirumah ini"


Airra "oh gitu ya nek, maaf ya nek"


Nenek "gak papa kamu juga harus tau karna sekarang kamu adalah bagian dari keluarga kami" ucap nenek

__ADS_1


Dan mereka pun mengobrol kan banyak hal.


__ADS_2