
Saat malam hari Rangga yg pulang dari kantor pun langsung masuk ke kamar dan dia juga ingin memintak maaf kepada Airra karna perlakuannya tadi malam, saat masuk kamar dia melihat Airra sedang duduk di kursi yg berada dekat dg jendela
Rangga "kamu belom tidur"
Airra diam saja saat ditanya Rangga karna dia sedang melamun
Rangga "hey kamu ngpain disini" tanya Rangga lagi sambil menepuk bahu Airra dan Airra pun kaget
Airra "ah, oh kamu udah pulang"
Rangga "kamu ngapain disini"
Airra "aku cuman lagi duduk saja sambil melihat langit"
Rangga "sepertinya kita perlu bicara"
Airra "ya bicara saja"
Lalu Rangga pun duduk di kursi yg berada di dekat Airra
Rangga "soal semalam, saya mintak maaf karna melakukan itu kepada kamu" ucap Rangga sambil menatap Airra
Airra "iya aku gak papa kok lagian aku adalah istri kamu, ya walaupun kita menikah karna terpaksa"
Rangga "saya benar benar tidak bisa mengendalikan nafsu saya, sekali lagi saya mintak maaf banget"
Airra "iya gak papa kok gak perlu kamu pikirin" ucap Airra seolah dia baik baik saja padahal dia sangat kecewa
Dan Rangga pun sedikit lega mendengar perkataan Airra ya walaupun dia masih merasa bersalah.
Rangga "kamu udah makan malam"
Airra "udah sama nenek tadi"
Rangga "ya sudah kamu istirahat saja, saya mandi dulu"
__ADS_1
Airra "baik lah"
Lalu Rangga pun masuk ke kamar mandi dan Airra langsung berbaring di kasur dg merasa kesakitan.
Setelah malam itu Airra dan Rangga pun semakin dekat ya walaupun mereka tidak seperti suami istri tapi hubungan mereka sudah sedikit membaik dari sebelomnya Rangga juga sudah tidak terlalu dingin kepada Airra dan Airra dia juga sudah bisa berdamai dg dirinya dan sadar bahwa dia adalah istri dari Rangga ya walaupun di antara mereka berdua tidak ada rasa cinta dan menikah karna terpaksa
Satu bulan dari kejadian itu Airra dan Rangga pun sudah tidur satu kasur walaupun mereka tidak pernah berhubungan suami istri lagi, tapi sebenarnya Rangga sangat ingin berhubungan apalagi jika melihat Airra baru selesai mandi dan saat Airra memakai baju tidur ya walaupun Rangga belom mencintai Airra dan masih mencintai Nadia pacarnya yg hilang tanpa kabar itu tapi tidak bisa di pungkiri Rangga adalah laki laki Normal jika melihat wanita yg seksi tentu saja batngnya akan berdiri tapi walaupun begitu Rangga masih berusaha untuk menahan nafsunya tapi malam ini tidak bisa di tahan lagi
Airra baru saja selesai mandi menggunakan handuk dg rambut yg terurai membuat Airra semakin terlihat sangat seksi, dan Rangga yg melihat itu karna dia sudah pulang dari kerjanya dan sedang duduk di kasur sambil melihat leptopnya tapi saat dia menyadari ada Airra batangnya pun langsung bangun
Rangga "itu cwek jelek ngpain sih pkk handuk kayak gitu apa dia pikir aku ini tidak punya nafsu, mana dia terlihat sangat seksi" ucap Rangga dalam hati
Sedangkan Airra dia masih biasa saja dan tidak berpikir apa pun yg mengarak kesana dia hanya sibuk mengeringkan ramputnya
Rangga "aku sudah tidak bisa menahannya lagi" ucap Rangga sambil menghampiri Airra yg sedang duduk di meja rias itu
Rangga "Ra"
Airra "iya ada apa" sambil menoleh ke arah Rangga yg berada tepat di belakangnya
Rangga "gak sini aku bantu mengeringkan rambut mu"
Tapi Rangga langsung mengambil hairdryer dari tangan Airra dan Airra pun hanya bisa diam dan nurut
Sedangkan Rangga yg mulai mengeringkan rambut Airra dia sedikit sedikit mencuri pandang melihat lagian tubuh Airra
Rangga "lehernya indah bangat" ucap Rangga dalam hati dan sambil mnelan ludah dan melihat ke arah dada Airra
Rangga "ya tuhan kenapa gunungnya indah sekali sih"
Rambut Airra yg masih belom kering tapi Rangga sudah tidak tahan lagi
Rangga "Ra"
Airra pun menoleh
__ADS_1
Airra "iya ada apa" jawab Airra sambil menoleh ke arah Rangga
Lalu Rangga melihat Airra yg menoleh ke arahnya itu pun langsung mencium Airra tanpa bicara apa pun sedang kan Airra dia hanya terdiam kaget dan Airra pun sedikit melirik ke arah bawa Rangga dan melihat batang Rangga sudah bangun lalu Airra pun paham apa maksut dan mau Rangga itu dan Airra pun memilih untuk mengikuti mau Rangga
Rangga mulai memainkan lidahnya di dalam mulut Airra lalu Rangga mengangkat tubuh Airra dari kursi ke kasur mereka
Airra "ah ah ah"
Rangga yg mendengar ******* Airra pun langsung membuat nafsunya semakin membara dan Rangga mulai meraba tubuh airra Lalu membuka handuk yg di pakai Airra dan langsung memain kan gunung milik Airra yg membuat Airra semakin keras mendesah
Airra "ahhhh ah"
Lalu Rangga mulai pindah menjilat gunung milik Airra itu dan memindah kan tangan nya ke arah kolam milik Airra
Sedangkan Airra dia hanya pasrah dan menikmati nya
Lalu Rangga juga membuka semua pakaiannya dan batangnya berdiri tegak dan kekar seolah sudah tidak tahan lagi ingin masuk ke kolam milik Airra yg berwarna pink itu tapi sebelom itu Rangga memintak Airra untuk memian kan batang nya terlebih dulu dan mengemut nya dulu lalu Airra pun menuruti ke mauan suaminya itu dia mulai memainkan batang yg gagah itu setelah Airra memain kannya Rangga menidurkan Airra dan memasukkan batangnya ke kolam milik Airra dan Rangga pun merasakan kenikmatan
Rangga "ah ahhhh"
Airra "ah ahhh enak mas"
Rangga pun semakin menggerakkan lebih cepat batangnya itu yg membuat Airra semakin merasa keenakan
Airra "ah ahhh mas enak mas ahh"
Airra "mas ahhhh"
Lalu beberapa menit setelah mereka bertempur dan cairan Airra keluar tapi punya Rangga belom jadi Rangga belom berhenti
Rangga "Ra punya ku mau keluar boleh GK keluar di dalam"
Airra "boleh tapi gimana kalok aku hamil"
Rangga "ya udah di luar aj kalok gitu"
__ADS_1
Airra pun mengangguk karna sebenernya dia bukan tidak mau hamil tapi dia takut jika dia hamil Rangga tidak suka karna Rangga tidak mencintai dia pikir Airra Rangga akan marah jika dia hamil dan airra juga mikir bahwa dia dan Rangga seperti ini hanya karna nafsu bukan karna cinta sedangkan rangga dia juga masih belom menyadari perasaan nya ke pada Airra jadi dia tidak mau memaksakan Airra ya walaupun jika Airra hamil dia juga akan menyayangi anak itu apa lagi jika nenek tau bahwa Airra hamil pasti akan sangat senang tapi Rangga tidak akan memaksa Airra sama sekali.
Lalu pertempuran itu pun berakhir batang Rangga sudah menyemburkan cairan nya dan mereka pun tertidur karna kelelahan.