
Keesokan nya Rangga dan Airra kembali beraktifitas seperti biasa, Rangga yg kembali sibuk bekerja di kantor dan Airra yg selalu berada dirumh sambil menemani nenek.
Entah kenapa Airra merasa jika nenek Rangga itu sudah seperti neneknya karna nenek selelu memperlakukan Airra sangat baik dan bahkan nenek selalu perhatian kepadanya.
Sedangkan Rangga yg sedang berada di kantor pun sibuk dg pekerjaan nya tapi tidak di duga di kedatang tamu yaitu adalah Nadia ke kasihnya yg berselingkuh itu.
Nadia "sayang" berteriak dan langsung memeluk Rangga seolah tidak terjadi apa apa
Rangga "ngapin kamu kesini" ucap Rangga dg ketus
Nadia "ya karna aku kengen sama kamu lah, oh iya sayang kartu yg kamu kasih ke aku kok gak bisa dipakek sih"
Rangga "oh jadi kamu kesini karna itu"
Nadia "enggak lh aku kesini karna kngn sama kamu" ucap Nadia dg nada yg manja sambil ingin duduk di pangkuan Rangga
Tapi Rangga langsung mendorongnya sampai di terjatuh
Nadia "sayang kamu apa apaan sih"
Rangga pun berdiri membantu Nadia dan dia pun langsung mendekat ke Nadia sambil bicara
Rangga "jangan kamu sangka aku sebodoh itu" sambil menatap dg tajam
Nadia "maksud kamu apa"
Rangga "hahaha aku baru tau ternyata kamu sangat handal bersandiwara"
Lalu Rangga mengambil hpnya dan menunjukkan foto yg ada di hpnya itu
Rangga "coba kamu lihat dg jles"
Nadia "sayang aku bisa jelasin"
Rangga "gak ada yang perlu kamu jelasin lagi nad aku bahkan sudah tau tentang kalian berdua"
Nadia "sayang aku bisa jlesin ,aku sayang sma kamu"
Rangga "kamu dengar baik baik ya Nadia mulai hari ini hubungan kita berakhir, sekarng kamu silahkan pergi"
Nadia "engga sayang aku GK akan pergi sebelom kamu dngr penjelasan ku" sambil menangis memeluk Rangga tapi Rangga sama sekali tidak bergeming dan malah memanggil David
Rangga "David"
David "iya pak"
Rangga "tolong kamu pergi perempuan ini dari hadapan ku"
David pun menarik tangan Nadia tapi Nadia tidak mau
Nadia "sayang aku mintak maaf aku bisa jelasin" sambil menangis
__ADS_1
Rangga pun hanya diam saja karna dia tidak mau mendengar alasan apa pun dari Nadia
David "silahkan pergi"
David pun mengantar Nadia sampai keluar kantor karna dia tau jika Nadia berada di dalam dia akan mengacaukan semuanya dan membuat drama seolah dia adalah korban, David sebenarnya sudah tau Nadia sebenarnya karna dia pernah melihat Nadia di kamar hotel dg seorang laki laki parah baya, tapi dia tidak memberi tau Rangga karna saat itu Rangga sangat mencintai Nadia akan mustahil jika jika Rangga percaya karna dia tau sekali sifat sahabatnya itu.
Begitu pun dengan nenek nenek sudah tau gimna Nadia seperti apa perilakunya mangknya nenek berusaha keras untuk membuat Rangga putus dg Nadia.
Rangga "dasar wanita murahan" ucap Rangga dalam hati
Rangga "apa dia pikir aku sebodoh itu".
Lalu Rangga melanjutkan pekerjaannya dan ingin langsung pulang karna dia ingin melihat Airra ya tanpa Rangga sadari bahwa dia sedang merindukan istrinya itu, Rangga pun mengirim pesan ke Airra
Rangga "Rra kamu lagi ngapain"
Tapi tidak ada balasan dari Airra karna ternyata Airra sedang tidur siang.
Sore harinya sekitar jam 3an Rangga memutuskan untuk pulang cepat karna dia ingin melihat Airra dan saat sampainya di rumah Rangga langsung masuk ke kamarnya dan melihat Airra yg masih tertidur dg hanya menggunakan celana pendek dan tengtop saja membuat tubuhnya terlihat seksi, lalu Rangga pun berbaring di samping Airra dan Rangga membuka sedikit tengtopnyaa dan dia pun mengemut ****** milik Airra itu yg membuat Airra terbangun karna kaget
Airra "ah mas mas ngapain"
Rangga "enggak, maaf membuat mu terbangun"
Airra "mas udah pulang tumben banget pulang jam segini"
Rangga "ya karna aku ingin melihat gunung indah milik mu ini"
Rangga "gak ada Rra" ucap Rangga sambil memainkan ****** gunung indah milik Airra dan Airra pun merasa kan rasa yg gak bisa dia jelaskan yg membuat kolamnya becek.
Airra "ah ah"
Rangga "Rra boleh gak"
Airra pun hanya mengangguk saja dan Rangga pun mulai membuka semua kancing baju nya tidak berapa lama Rangga pun memasuk kan batang miliknya kekolam milik Airra yg masih sempit itu lalu Rangga pun mengayunkan batang milik nya itu dg kuat yang membuat airra mendesah
Airra "ahhh ahah mas ahhh terus mas ah ah"
Rangga "ah ahh ahhh ahhhhhhh" sambil mengayunkan batangnya yg semakin cepat dan tidak lama mereka pun menyemburkan cairan kenikmatan secara bersamaan
Airra "ahh ahhhh ahhh"
Rangga "ahhhh ah ah" tapi Rangga tidak melepas batang nya itu dan menyemburkan cairan nya ke dalam kolam milik Airra.
Lalu setelah mereka berbaring sebentar dan langsung mandi Rangga menggendong Airra ke dalam kamar mandi dan mereka berdua tidak menggunakan apa pun saat sampainya di kamar mandi Rangga pun memandikan Airra dan Airra pun gantian memandikan Rangga mereka berdua saling memandikan batang milik Rangga yg tergantung pun kembali bangun lagi ketika memegang bagian Gunung Airra
Rangga "sayang"
Airra "apa tadi mas kamu bilang apa" Airra kaget dg Rangga yg memanggil nya sayang
Rangga "sayang aku bilang kamu tidak dengar"
__ADS_1
Airra "ta tapi mas"
Rangga "sudah lah lupakn saja"
Airra "tidak tidak aku tidak akan melupakan nya" ucap Airra sambil tersenyum
Rangga "kamu jadi ikutkan ke Jepang"
Airra "jadi mas Memeng kapan"
Rangga "weekend ini"
Airra "bukannya, tapi ya oke mas kira kira kita di sana berapa hari mas"
Rangga "2 mingguan, dan kamu gak usah bawa baju banyak banyak kita beli saja disana"
Airra "tapi sayang uangnya mas lagian baju ku juga banyak kok"
Rangga "uang ku tidak akan habis hanya dg kamu yg membeli baju, lagian aku mencari uang untuk keluarga ku jadi kamu nurut saja perkataan ku"
Airra "baik lah mas"
Lalu mereka pun melanjutkan mandi mereka.
Waktu makan malam pun datang Airra dan Rangga turun untuk makan malam dan seperti biasa sudah ada nenek duduk di meja makan
Rangga "malam nek"
Nenek "malam juga tumben kamu makan malam di rumah gga"
Airra "iya nek mas Rangga hari ini pulang cepat"
Nenek "apa kamu sudah mulai merindukan Airra" ucap nenek sambil tersenyum
Rangga "bik bik Ina tolong potongin buah buahan"
Nenek "kamu tidak dengar nenek bicara"
Rangga "nenek kenapa bawel sekali, kalok pun aku merindukan Airra ya kenapa"
Nenek "wah wah nenek senang sekali"
Rangga "oh iya nenek weekend ini aku akan kejepang dan Airra akan ikut".
Airra "iya nek boleh kan"
Nenek "boleh dong cu lagian kan kalian belom honeymoon kan, nenek malah senang sekali akan pergi berdua semoga saja setelah itu kalian akan memberikan cicit kepada ku ini" sambil tersenyum
Rangga dan Airra pun saling bertatap tatapan mendengar perkataan nenek.
Makan malam pun selesai nenek duduk diruang keluarga dan Rangga, Airra kembali ke kamar untuk menonton film bersama.
__ADS_1