
Saat malam harinya Airra masih saja kepikiran tentang omongan Nadia tadi siang yg bilang bahwa dia adalah perebut pacar orang.
Airra "bagaimana mungkin dia bicara itu kepadaku, tapi memang benar yg dia bilang bahwa aku menikah dg mas Rangga di saat mereka masih punya hubungan tapi kan aku tidak tau dan bahkan kamu menikah pun karna terpaksa" ucap Airra dalam hati sambil memejam kan mata nya
Rangga pun masuk ke kamar dan mengajak Airra untuk makan malam karna nenek sudah menunggunya di meja makan
Rangga "syng kita makan malam dulu yuk" ucap Rangga sambil menghampiri Airra
Airra "tapi aku gak laper mas"
Rangga "sayang apa kamu tega dg nenek dan aku kamu sudah menunggu mu, apa kamu masih kepikiran hal tadi siang"
Airra pun mengangguk tanpa bicara apa pun
Rangga "ayok apa perlu aku gendong"
Airra "gak perlu mas aku jalan aja"
Mereka pun keluar dari kamar dan menuruni tangga dan sampai di meja makan sudah ada nenek
Nenek "sayang ayok kita makan dulu"
Airra "iya nek"
Rangga " kamu mau makan pakek apa"
Airra "aku ambil sendiri aja mas"
Nenek yg melihat Airra masih sedih pun ikut sedih padahal Airra tadi masih sangat ceria Punuh dg senyuman tapi setelah ketemu dg Nadia mantan pacar Rangga itu dia malah sedih seperti ini
Nenek "sayang makan yg banyak ya kamu gak perlu sedih karna wanita itu dia dg kamu tidak sama, lagian sekarang kamu adalah istri sah Rangga tidak ada yg perlu kamu khawatir Kan ya " ucap nenek kepada Airra
Lalu setelah nenek bicara seperti itu mereka pun melanjutkan makan malam mereka setelah selesai makan Airra berpamitan untuk masuk kekamar duluan
Sedangkan nenek dan Rangga yg menatap Airra yg berjalan menaik tangga itu seperti sangat khawatir
Nenek "Rangga sepertinya istrimu sangat sedih"
Rangga "iya nek Rangga juga merasa seperti itu"
Nenek "sana kamu susul dia dan hibur dia"
Rangga "ya udah nek kalok gitu Rangga susuli Airra dulu ya, nenek langsung istirahat oke bye nek" ucap Rangga sambil mencium neneknya dan langsung berjaln menuju kamarnya
__ADS_1
Saat di kamar Rangga melihat Airra yg duduk di pinggir kasur sambil melamun
Rangga "sayang apa kamu masih sedih"
Airra "mas apa aku merebut mu dari dia"
Rangga "sayang kamu gak perlu mikir seperti itu dan kamu juga gak perlu memikirkan omongan dia kan aku sudah pernah bilang kepada mu jangan khawatir kan apa pun"
Airra pun langsung nangis dan memeluk Rangga dia menangis tersedu sedu di pelukan suaminya itu
Rangga "apa dia sesedih itu" ucap Rangga sambil memeluk istrinya itu
Rangga "sudah jangan sedih lagi ya aku akan mengurus nya dan memastikan dia menerima hukuman"
Airra "Baik lah mas aku akan stop menangis"
Rangga "ya tentu sja apa kamu tidak takut mata mu akan bengkak besok pagi jika terus menangis"
Airra pun tersenyum setelah Rangga bicara seperti itu dan lalu Rangga pun memeluk Airra dg erat
Rangga "kamu tidak perlu sedih lagi karna ada aku disini aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti mu".
Sedangkan Nadia dia malah pergi ke club dg teman teman nya karna dia merasa tidak terima atas apa yg di terima tadi siang dan seperti biasa dia minum sampai mabuk dan setelah itu dia akan tidur dg laki laki asing yg bisa di ajak tidur.
Sampai pagi hari setelah mereka bangun dari tidur Airra kaget karna kasurnya penuh dengan darah dan ternyata dia datang bulan
Airra "astaga kenapa sampai tembus seperti ini"
Rangga pun bangun dari tidurnya karna mendengar suara Airra yg sedang mengomel
Rangga "kamu kenapa pagi pagi seperti ini sudah mengomel, ya tuhan itu kamu kenapa celana kamu penuh dengan darah"
Airra "bukan apa apa mas bisa tamu datang aku ke kamar mandi dulu untuk bersih bersih ya"
Rangga "dia datang bulan lagi kenapa dia masih belom juga hamil apa karna aku kurang joss" ucap Rangga dalam hatinya
Setelah itu Airra sudah mengganti celana nya dan mencuci celana yg di pakai tadi lalu dia keluar dari kamar mandi dan menyuruh Rangga berdiri
Airra "mas tolong berdiri dulu aku mau melepas seprei yg terkena darah ku"
Rangga pun berdiri dari tidurnya dan duduk di kursi yg tidak jauh dari kasurnya
Rangga "kamu datang bulan sayang"
__ADS_1
Airra "iya mas"
Rangga "yah berarti kita gak bisa melakukan pencoblosan dong selama satu Minggu" ucap Rangga dg raut wajah yg sedih
Airra "hahaha iya mas yg sabar ya"
Rangga "sayang apa aku kurang mencoblos mu"
Airra "sepertinya tidak memang kenapa mas"
Rangga "tapi kenap kamu belom hamil juga ya apa kita perlu ke dokter untuk cek kesehatan dan alasan kenapa kamu belom hamil"
Airra pun kaget mendengar omongan suami nya itu karna dia tau kenapa dia belom hamil sampai sekarng karna dia mengkonsumsi obat kontrasepsi yg iya minum setiap hari tapi Rangga tidak mengetahui itu, karna dulu waktu mereka baru menikah Airra ke apotik untuk membeli obat itu karna dia takut jika hamil dan mereka berdua tidak saling mencintai
Rangga "sayang sayang kenapa kamu diam apa kamu dengar aku bicara"
Airra "ah iya mas denger kok mungkin memang belom di kasih aja sama tuhan"
Rangga "iya mungkin ya padhl aku ingin kekali memiliki anak pasti rumah kita akan rame jika ada bayi".
Airra pun cuman diam saja sambil membereskan kasurnya
Airra "maaf ya mas aku tidak memberi tau mu" ucap Airra dalam hati
Dan Airra benar benar merasa bersalah karna meminum obat kontrasepsi itu tanpa memberitau suaminya tapi disisi lain juga diamasih takut jika dia hamil lalu Rangga masih mencintai wanita lain
Airra "mas aku tarok ini dulu kebawa ya"
Rangga "iya sayang apa perlu aku bantu"
Airra "GK perlu mas aku bisa"
Airra pun terun dari tangga sambil membawa seprei yg kotor sambil memikirkan tentang omongan suaminya tadi
Airra "sepertinya aku harus memberitau Rangga tentang obat kontrasepsi yg aku minum, tapi aku takut mas Rangga akan marah jika dia tau hal itu"
Airra "tidak tidak Airra kamu harus memberi tau suami kamu tentang obat yg kamu minum apa kamu mau merasakan bersalh seperti ini" ucap Airra dalam hati tapi tiba tiba dia hampir kepleset karna dia jalan tidak memperhatikan tangga
Airra "ya tuhan" teriak Airra
Airra "hampir saja jatoh dari tangga sudah lah nanti aku pikirkan lagi, Airra tolong ya kamu jangan terlalu ceroboh" ucap Airra sambil mengelus dada nya
Setelah itu dia langsung turun dari tangga dg hati hati dan sampailah itu di tempat cuci cuci baju lalu dia memintak bik Ija untuk mencucikan sepreinya Airra juga sudah membersihkan darah yg ada tapi cuman belom terlalu bersih jadi dia menariknya di bawa dan memintak bik Ija untuk mencuci nya.
__ADS_1