Terpaksa Menikah Dengan Lakilaki Asing

Terpaksa Menikah Dengan Lakilaki Asing
Rangga kecewa


__ADS_3

Dua hari pun berlalu keadaan Airra pun sudah membaik tapi entah kenapa Rangga masih kepikiran kentang kata kata jeni untuk membawa Airra cek ke dokter kandungan dan akhirnya Rangga memutuskan untuk membuat janji dg dokter kandungan  melalui jeni tanpa memintak izin kepada Airra terlebih dahulu karna Rangga benar benar penasaran kenapa Airra masih belom juga hamil padahal mereka selalu melakukan hubungan.


Lusanya pagi pagi Rangga mengajak Airra untuk kerumah sakit


Rangga "pagi ini ke kamu ikut aku"


Airra "kemana mas tapi ini masih pagi apa kamu gak ke kantor"


Rangga "nurut saja aku tidak akan membahayakan mu"


Airra "baik lah mas"


Lalu airra pun siap siap dan mereka langsung berangkat dan Rangga membawa Airra kerumah sakit


Airra "mas kenapa kita kerumah sakit"


Rangga "ikut saja Rra"


Rangga pun menelpon jeni karna Jeni akan menemani mereka kedokter kandungan nya


Jeni "hai gga ,Rra"


Airra "kok adaa kamu Jen disini" tanya Airra karna dia benar benar tidak tau apa pun


Rangga "sudah ayok Jen di mana tempatnya bisa kan langsung aja soalnya aku harus cepat ke kantor"


Jeni ,Rangga dan Airra pun berjalan Airra semakin bingung


Dan tiba lah mereka di ruangan dg bawaan dokter kandungan


Airra "ngapain kesini mas"


Rangga "kita akan periksa kenapa kamu belom hamil juga, aku takut ada apa apa"


Airra yg mendengar suaminya bicara itu pun terdiam karna dia takut suaminya itu marah jika tau kalok dia meminum obat kontrasepsi selama ini


Jeni "ayok masuk"


Rangga pun menggandeng tangan Airra kemudian dia pun masuk setelah itu Rangga di periksa lebih dulu dan kemudian Airra dan setelah keduanya selesai di priksa mereka di suruh menunggu 15 menit untuk hasil nya


15 menit pun berlalu Rangga gugup karna dia takut ada penyakit dan Airra takut suaminya marah


Suster " silah kan masuk pak buk dokter ingin bicara"


Jeni "kalian masuk lah aku akan menunggu disini"


Rangga dan Airra pun masuk dan duduk di kursi di depan dokter dokter itu bernama citra


Dokter "hai bapak ibu saya akan menjelaskan hasil pemeriksaan nya ya mohon di dengar"


Rangga "baik dok silahkan di jelaskan"


Sedangkan Airra dia semakin gugup dan bahkan tangan Airra sampai dingin


Dokter "baik saya bacakan hasilnya ya, disini bapak Rangga dulu ya kesehatan bapak baik,dan bapak juga subur semuanya normal. Kemudian ke ibu nya ya ibunya juga baik, sel telurnya juga banyak dan subur juga ya"


Rangga "tapi kenapa istri saya belom hamil juga ya dok"


Dokter "ada beberapa alasan pak tapi sepertinya setelah saya melakukan pengecekan terhadap ibu sepertinya ibu ini mengonsumsi obat kontrasepsi yg membuat tidak bisa hamil"


Rangga pun langsung menoleh ke arah Airra


Rangga "obat kontrasepsi"

__ADS_1


Dokter "iya pak benar sekali"


Rangga "Airra kamu meminum obat itu"


Airra pun diam sejenak dan dia sangat takut


Airra "iyyy iya mas"


Rangga pun seketika langsung berubah Rangga langsung keluar dari ruang dokternya tanpa bicara sepata kata pun


Airra "dok saya permisi dulu"


Dokter "baik buk"


Jeni yg melihat Rangga keluar dari ruangan dokter dg wajah yg sangat marah pun khawatir


Jeni "gga Rangga lu kenapa"


Rangga pun terus bejaln dan Airra pun mengajak Rangga


Airra "mas mas aku bisa jelasin"


Jeni "Airra Airra ada apa ini kenapa Rangga seperti sangat marah"


Airra "nanti aku jelasin Jen"


Airra pun berjalan mengejar Rangga dan sampai di mobil Rangga langsung masuk ke mobil dan Airra pun berjalan lebih cepat lagi agar bisa mengejar Rangga


Airra "mas mas aku bisa jelasin mas"


Airra pun masuk ke mobil


Rangga tanpa bicara Apa pun melajukan mobilnya dg cepat tanpa melihat Airra sama sekali Airra berusaha mengajak Rangga ngmng tapi Rangga benar benar tidak menghiraukan Airra


Sampainya di rumah Rangga langsung turun dan langsung masuk ke kamar Rangga bahkan tanpa menyapa nenek yg sedang ada di ruang tv dan di ikuti Airra di belakangnya yg membuat nenek bingung


Saat di dalam kamar Rangga langsung duduk di kursi dia mencoba menarik nafas agar sedikit tenang


Airra "mas aku bisa jelasin mas"


Rangga "ya itu wajib kamu harus jelasin semua nya"


Airra "maafin aku mas sebenarnya aku ingin memberi tau mu tapi belom sempat"


Rangga "kalok Memeng kamu tidak ingin punya anak dari ku bilang Rra , aku benar benar kecewa sama kamu aku kira hubungan kita sudah baik baik saja tapi aku slh masih banyak yg aku gak tau tentang kamu"


Airra "mas aku mintak maaf mas"


Rangga "kamu gak salah gak perlu mntak maaf karna aku yg salah selama ini ku pikir kita sudah baik baik saja ternyata aku slh"


Airra "mas bukan begitu mas aku bisa jelasin"


Rangga pun langsung keluar dari kamar dg emosi dan Airra pun menangis.


Sedangkan nenek yg mendengar pertengkaran mereka dan melihat tangga seperti sangat marah pun bingun sebenarnya apa yg terjadi kenapa Rangga Samapi ke marah itu kepada Airra


Nenek "Rangga kamu mau kemana"


Rangga tidak menjawab dan langsung pergi dg mengendari mobilnya dan Airra pun ikut turun sambil menangis


Airra "mas mas tunggu mas"


Nenek "Airra apa yg terjadi nak"

__ADS_1


Airra "nek mas Rangga marah kepada ku nek"


Nenek "iya iya nenek tau kamu tenang dulu ya kasih Rangga waktu sebentar"


Airra "nek aku harus gimna nek, aku benar benar tidak tau harus gimna nek, mas tunggu aku mas"


Nenek pun memeluk Airra yg menangis itu sedangkan Rangga dia melajukan mobil dg cepat dan tanpa tujuan dia benar benar kecewa kepada Airra


Rangga "bagaimana mungkin dia bisa minum obat kontrasepsi itu tanpa bilang kepada ku, apa dia benar benar tidak menyukaiku dan tidak mau hamil anak ku"


Rangga teriak teriak sambil memeluk mukul setir mobil nya untuk meluapkan emosinya.


Sedangkan Airra dia masih saja menangis


Nenek "sebenarnya ada apa Rra kenapa seperti ini"


Airra "airra udah bikin kesalahan besar nek"


Nenek "iya kemu minum dulu ya biar tenang, bik Ina bik tolongan ambilin air ya"


Bik Ina "baik nyonya"


Nenek "ini minum dulu biar kamu sedikit tenang"


Akhirnya Airra minum dan sedikit tenang


Setelah itu Airra mengambil hpnya yg ada di kantong celananya dan dia mencoba menelponi Rangga tapi selalu di rijek dan bahkan Rangga Sampai mematikan hpnya yg membuat Airra semakin sedih dan merasa bersalah


Rangga melajukan mobilnya tanpa tujuan sama sekali dia benar benar merasa kecewa terhadap kepada Airra


Sedangkan nenek dia masih berusaha menengkan Airra yg masih saja menangis


Nenek "sudah lah biarkan Rangga menenangkan diri dulu ya"


Airra "aku takut nek aku takut dia akan menjauh lagi di ku seperti dulu"


Nenek "kita berdoa saja ya"


Airra "dia marah kepada ku nek karna aku meminum obat kontrasepsi tanpa memberi tau dia, dia benar benar kecewa kepada ku nek aku harus gimna"


Nenek "obat kontrasepsi maksut kamu apa Rra"


Airra "tadi Airra dan mas Rangga kedoktr nek kandungan nek karna mas rangka ingin memastikan bahwa kamu Baik baik saja atau tidak dan kenapa Airra masih belom juga hamil, lalu nek dokter itu memberi tau mas Rangga jika aku meminum obat kontrasepsi itu tapi aku benar benar tidak ada maksut untuk tidak hamil anak mas Rangga nek, tapi delu aku takut akan hamil karena kami berdua menikah karna terpaksa Airra takut nek tapi Airra benar benar gak ad niat apa pun" jelas Airra kepada nenek sambil menangis


Dan sekarng nenek pun mengerti kenapa Rangga bisa separah itu tapi nenek juga mengerti maksud Airra dia hanya takut anaknya nanti tidak di perlakukan baik oleh Rangga


Nenek "oke kamu tenang dulu ya, nenek ngerti maksut kamu nanti nenek akan mengajak Rangga bicara ya"


Airra "tapi Airra takut nek"


Nenek "kmu gak perlu takut kan ada nenek ya, Rangga cuman lagi keluar untuk menengkan dirinya"


Airra "nek maafin Airra ya nek"


Nenek "kamu gak perlu mintak maaf sayang nenek ngerti kok"


Airra "seperti mas Rangga sangat mrh besar dan kecewa nek dan bahkan mas Rangga tidak melihat wajah Airra sama sekali"


Sedangkan Rangga dia masih melajukan mobilnya tanpa tujuan dia masih berusaha untuk menahan emosinya tapi entah kenap itu tidak bisa dia bahkan menangis karna merasa sangat kecewa dan juga menyalh kan dirinya sendri


Rangga "apa aku sejahat itu sampai dia tidak ingin hamil anak ku" ucap Rangga


Rangga merasa sangat sesak di dadanya di seolah itu sangat menyakitkan

__ADS_1


Lalau rangga berhenti di pinggir pantai dia pun turun dari mobilnya dan duduk di pinggir pantai sambil berpikir tentang hal yg hari ini baru saja terjadi dia masih berusaha untuk berpikir dg tanang dan agar bisa pulang  bertemu dg Airra tapi entah kenapa dia masih tidak bisa berpikir positif yg ad di otaknya hanya negatif dan malah menyalahkan dirinya sendri.


__ADS_2