
Sesampainya di rumah sakit Gerry di atasi oleh tim medis.Kai dan Zhia yang baru sampai menghampiri Natalie yang masih menangis tersedu.Mereka menanyakan kenapa Gerry sampai terluka, Natalie tidak tau pasti yang jelas ia melihat ada tiang lampu jalanan menimpa suami nya.
Kai dan Zhia tertawa kecil, ia melihat jelas betapa Natalie mengkhawatirkan Gerry.Ini kesempatan bagi mereka agar kembali bersatu.Kai dan Zhia tahu tidak akan terjadi apapun pada Gerry karena sepertinya Gerry hanya tertimpa tiang saja tidak akan membuatnya gegar otak atau apapun yang berbahaya. Namun Kai dan Zhia merasa aneh mengapa Gerry bisa berlumuran darah di bagian kepala nya.
Kai pun berbicara dengan dokter secara pribadi, sementara kini Natalie diperbolehkan masuk kedalam ruangan. Ia menatap sedih pria tampan yang saat ini terbaring lemah di atas brankar rumah sakit.
" Maafin aku, aku egois.. kamu nyebelin tapi jangan tinggalin aku please. " ucap Natalie sambil menggenggam tangan Gerry.
" Beneran ya? " ucap Gerry yang langsung membuka mata nya.
Natalie terkejut saat melihat Gerry terbangun dan baik - baik saja. Bukannya tadi kepalanya terluka parah namun mengapa sekarang baik - baik saja? ada rasa senang sebenarnya saat mengetahui Gerry baik - baik saja.Namun ia sebenarnya masih kesal dengan suaminya itu.
" Jadi kau tidak apa - apa? " tanya Natalie kesal.
" Apa kau berharap aku kenapa - kenapa sayang? " goda Gerry.
" Kau membohongi ku Gerry William. " cetus Natalie marah.
" Aku benar-benar terluka sayang, sakit di kepala ku tidak seberapa dengan sakit hatiku yang kau diamkan. " ucap Gerry berubah sendu.
Cih?! apa yang pria ini katakan dia sakit hati didiamkan oleh nya. Lalu apa kabar dia yang selalu berkata pedas pada istri nya itu.
" Maaf kan aku sayang, ayo kita mulai semua dari awal.Kamu, aku dan anak kita. " ucap Gerry serius.
__ADS_1
Dapat Natalie lihat keseriusan ucapan Gerry dari mata nya, pria itu kali ini benar-benar ingin memulai semua dari awal. Natalie pun mengangguk lalu memeluk suaminya. Kai dan Zhia yang selesai berbicara dengan dokter masuk ke dalam ruangan.Mereka melihat Natalie dan Gerry sedang berpelukan.
" Cie cie udah baikan. " ledek Zhia.
Natalie dan Gerry pun sontak melepaskan pelukan mereka.
" Tapi kok kamu tadi histeris banget Nat?dia kan cuma ketiban tiang lampu jalan. " tanya Kai.
" Tadi dari kepala dia keluar banyak darah aku takut banget. " jawab Natalie malu.
" Oh itu cairan pewarna yang aku beli titipan dari mang kardi tukang kebun kamu Zhi. " jawab Gerry membuat Kai dan Zhia tergelak tawa.
Natalie merasa malu ia pun menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.Tiba-tiba Zhia meringis kesakitan sambil memegang perut nya. Natalie berteriak histeris saat melihat sesuatu keluar mengenai kaki Zhia.
Kini Zhia tengah di periksa oleh dokter kandungan perempuan, Kai menolak dokter laki - laki ia tidak ingin tubuh indah istrinya di lihat pria lain selain dirinya. Pembukaan sudah sempurna dokter memberi arahan kepada Zhia, Kai senantiasa memegangi tangan Zhia sambil berdoa kepada Allah agar bayi dan ibu nya selamat dan sehat.
" Sakit banget yang sakit. " jerit Zhia menagis.
" Iya sabar ya sayang. " Kai pun ikut menagis melihat Zhia kesakitan seperti ini.Sekarang ia tahu perjuangan seorang ibu melahirkan anaknya ke dunia penuh perjuangan. Taruhannya antara hidup dan mati, Kai berjanji ia akan selalu membahagiakan Zhia dan anak-anak nya kelak.
Sedari tadi Kai terus menangis, seorang Kaivan Dastell Smith menangis seperti ini sungguh bukan dirinya. Apabila para the K melihat nya sudah pasti Kai akan di tertawain oleh mereka.Zhia yang melihat suami nya yang menjadi mellow mendadak konsentrasi nya ambyar.Namun ia kembali mengikuti saran dokter.
Tak lama kemudian terdengar suara tangis bayi yang membuat Kai menghentikan tangisannya.
__ADS_1
" Oekk... oekkk".
" Selamat pak, bayi pertama laki-laki. " ucap dokter lalu memberikan kepada perawat.
Selang beberapa menit terdengar lagi suara tangis bayi.
" Oeekk.. oeekk. "
" Selamat pak bu bayi kedua perempuan. " ucap dokter itu lalu memberikan nya kepada perawat.Dokter pun mulai melakukan tindakan terakhir kepada Zhia.Setelah Zhia dan kedua bayinya selesai dibersihkan kini mereka mulai melakukan inisiasi dini mereka kini sedang mencari sumber makanan nya. Kai sedari tadi menghujani Zhia banyak kecupan membuat para perawat merasa iri melihat tingkah sweet Kaivan. Ingin rasa nya mereka merasakan menjadi seperti Zhia.
Kai melihat kini dua bagian favorit nya telah dikuasai dua anak nya.Setelah melakukan inisiasi dini Kai mengazani mereka secara bergantian.
Zhia kini di pindahkan ke ruang rawat VVIP, Natalie dan Gerry nampak antusias melihat kedua bayi yang tertidur pulas di dalam box bayi. Mami Stela dan Papi Dave sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit, kebetulan mereka baru sampai di Indonesia mendengar cucu mereka sudah lahir mereka dengan cepat meluncur ke rumah sakit.
Sementara Dad Keenan dan mom Alexa kini sedang dalam perjalanan menuju Indonesia dengan dad Jonas dan mom Jessica. Tak lupa Kavin dan Kean pun ikut mereka, sedangkan Key tidak ikut karena Cinta baru saja melahirkan beberapa bulan yang lalu sehingga tidak mungkin bayi mungil mereka di bawa bepergian jauh.
Kai begitu terharu menatap kedua bayi kembarnya ia tidak menyangka kini ia dan Zhia sudah menjadi orang tua.
" Aku jadi nggak sabar pengen liat anak kita mirip siapa. "saut Natalie.
" Tentu akan tampan seperti ku apabila laki-laki, dan akan cantik seperti mu apabila perempuan. Perempuan ataupun laki-laki yang penting anak kita sehat. " seloroh Gerry.
" Iya sayang. " jawab Natalie sambil mengenggam tangan suaminya.
__ADS_1