Terpaksa Menikahi Si Pembenci

Terpaksa Menikahi Si Pembenci
Dilema


__ADS_3

Semenjak hari itu Nichole kembali dingin kepada Lexy.Namun ia tidak pernah lupa dengan kewajiban nya ia masih selalu menyiapkan keperluan Lexy.Bahkan saat didepan mami Erika pun ia kembali berpura-pura manis terhadap Lexy.Belum ada satu orang pun yang mengetahui kehamilan Nichole.Setiap akan muntah Nichole selalu mencoba menahan sebisa mungkin.Ia kini tahu obat ampuh menghilangkan mualnya yaitu dekat dengan Lexy namun ia kini membenci Lexy jadi ia selalu membawa kemeja Lexy kemana pun.Lexy frustasi dengan perubahan sikap Nichole memang Nichole masih melakukan kewajiban nya namun saat Lexy meminta hak nya Nichole sekarang sering menolak dengan berbagai alasan.


Keduanya sekarang jarang bertemu,Nichole sengaja menyibukkan diri di butik.Seolah ia lupa akan kesalahannya Lexy kini menghampiri Nichole bertanya tentang apa kesalahannya.


" Kamu sebenarnya kenapa sih udah seminggu lebih kamu diemin aku?" tanya Lexy sedikit emosi.


Nichole berdecak sambil bersidekap dada," CK..kita ini pasangan pura-pura kamu lupa! bukan nya kekasih asli kamu udah dateng terus kamu mengharapkan apalagi sama aku hah ! " bentak Nichole dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Deg!


Lexy tercengang ternyata ini yang membuat Nichole bersikap dingin kepada nya.Tapi bagaimana ia bisa tahu?apakah ia melihat nya.


" Sayang..aku bisa jelasin semuanya..dia masa lalu aku,kamu masa depan aku" kini Lexy berjongkok didepan Nichole dengan tatapan memelas.


Nichole menepis tangan Lexy,"Udah lah aku lagi males ngebahas ini" ujar Nichole lalu beranjak dari tempat duduk.Ia pun melenggang keluar ruangan sesampainya di depan pintu menuju tempat parkir tangan Nichole dicekal oleh Lexy.


" Kamu mau kemana?aku anter" ajak Lexy.


Nichole tersenyum,melihat Nichole tersenyum Lexy begitu senang ternyata tidak sulit Nichole memaafkannya.Namun senyum Lexy memudar kala ia melihat ternyata Nichole tersenyum bukan kepadanya namun kepada pria dibelakang Lexy.


Leon berdiri dibelakang Lexy sambil melambaikan tangan." Jadi makan siang kan?" tanya nya mengulurkan tangannya.


" Ayo" jawab Nichole memegang tangan Leon didepan Lexy. Mereka pun melenggang meninggalkan Lexy.


Lexy tercengang melihat itu ia kepalkan tangan nya ingin sekali ia memukul pria yang membawa istrinya itu.Namun ia ingat kini Nichole sedang membencinya.Lexy pun akhirnya mengikuti mereka hingga akhirnya mereka sampai di restoran.


Leon dan Nichole memesan makanan disusul Lexy pun memesan makanan yang sama.Kini mereka bertiga duduk di meja yang sama menikmati makanan pedas yang tidak disukai Lexy.


Wajah Lexy nampak memerah menahan rasa pedas yang melanda.


" Tuan Lexy apakah anda tidak kuat pedas?" tanya Leon.


" Aku kuat bahkan ucapan pedas level neraka pun aku kuat" ujarnya dengan keringat bercucuran.


" Kamu tidak kasihan suami mu kesulitan seperti itu?" tanya Leon kepada Nichole.


" Biarkanlah nggak ada yang ngajak dia makan disini bahkan memesan makanan sama kaya kita" sahut Nichole tidak peduli.Ia malah asyik dengan ramen dihadapannya yang lebih menggiurkan.


" Sayang..ambilkan aku minum itu disamping kamu" ujar Lexy yang sudah tidak kuat menahan pedas.


Nichole menoleh ke kanan ke kiri," Kamu manggil siapa?disini nggak ada pacar kamu" ujar Nichole tersenyum mengejek.

__ADS_1


Lexy tak menghiraukan sindiran Nichole ia pun dengan cepat mengambil minuman disamping Nichole lalu menegaknya hingga tandas.


Leon yang melihat tingkah mereka kini ia paham mengapa mereka bertengkar.Leon pun tersenyum mengejek ke arah Lexy,lalu tersenyum manis ke arah Nichole.


" Cih ..dia ngejek gue" gumam Lexy lirih namun terdengar oleh Leon yang sedang tersenyum licik ke arah nya.


" Abis ini kamu mau ditemenin kerja nggak?" tanya Leon seolah mencari kesempatan dalam kesempitan.


" Aku mau ketemu Jessica abis ini" jawab Nichole santai.


Lexy berdecak sebal ia merasa dirinya diabaikan lalu beranjak dari tempat duduknya.Ia berjalan menuju meja kasir lalu membayar makanan nya dan pergi meninggalkan Nichole dan Leon.


Nichole memandang terus punggung suaminya yang pergi meninggalkan mereka.


" Mau dianterin nggak?" tawar Leon.


Nichole menggeleng kan kepalanya," Ini urusan cewek" ujar Nichole tersenyum


"Baiklah aku nggak akan maksa" ujar nya lalu mengangkat sedikit tangannya.


Setelah selesai makan mereka pun berpisah,Leon yang kembali ke kantor dan Nichole yang mengunjungi Jessica di salon miliknya.


Setelah menempuh waktu tiga puluh menit Nichole sudah sampai di beauty salon milik Jessica.


Nichole berlari langsung berhambur memeluk Jessica,tangisan yang dari tadi ia tahan tumpah begitu saja.Dihadapan Jessica Nichole tidak bisa menutupi apapun.Jessica terkejut melihat Nichole menangis tersedu.


" Lo kenapa sih?" tanya Jessica.


" Gue hamil" ujar nya disela tangisan nya.


Jessica mengernyitkan keningnya," Bukan nya anak ini yang kalian tunggu terus kenapa sekarang sedih?" tanya Jessica sekali lagi penuh selidik.


Nichole pun menceritakan kejadian ia saat bertemu Grace dan siapa Grace.Ia pun menceritakan kejutan yang ia akan berikan kepada Lexy namun Lexy lebih memilih pergi bersama wanita itu.


Jessica mengepalkan tangannya ia marah rasanya ia ingin memukul Lexy saat ini juga.


" Please Jess,nggak ada yang tahu gue hamil..bahkan mertua gue juga nggak tau" Nichole memohon dengan wajah sendu.


Jessica menghela nafas panjang," Lo tuh harus belajar kaya Alexa..Alexa kalau jadi lo udah jambak-Jambak itu cewek"gerutu Jessica kesal.


" Gadis itu nggak tau apa-apa Jess" ujar Nichole datar kali ini ia seakan lupa akan mantra saktinya wecheese.

__ADS_1


" Lo percaya?gue nggak percaya itu cewek nggak tau Lexy udah nikah.Pernikahan kalian kan diliput banyak media lo inget nggak pernikahan massal ala sultan lo berdua" cerocos Jessica pnajang lebar.


" Jadi maksud lo pertemuan kemarin dia sengaja?" tanya Nichole yang kini sedang di keramas oleh asisten Jessica.


Jessica mengangguk," Gue ngerasa dia mau rebut Lexy dari lo".


" Terus sekarang gue musti apa? gue sendiri nggak yakin sama perasaan Lexy ke gue apalagi cinta pertama nya dateng" ujar Nichole mencebik.


" Ini rambut jadinya mau diapain?" tanya Jessica yang melihat asisten nya selesai mencuci rambut Nichole.


" Potong pendek terus warnain" ujar Nichole santai.


" Serius?" tanya Jessica lagi.


Nichole mengangguk,dengan telaten sang asisten melanjutkan pekerjaannya.


" Udah lah lo jangan sedih-sedih mana si penyihir ceria yang selalu bilang Wecheese" ujar Jessica menenangkan sahabatnya itu.


" Apa yang buat lo ragu Lexy cinta sama lo?".


" Dia nggak pernah bilang cinta sama gue" jawab Nichole ketus.


" Kan elo tau dia mah emang kaku" sahut Jessica yang kini sibuk mengunyah keripik kentang ditangannya.Sejak hamil nafsu makan Jessica meningkat jadi ia sering kali membeli cemilan untuk menemaninya bekerja.


Tak lama kemudian Nichole sudah selesai dengan penampilan barunya.



" Wah cantik banget lo" pekik Jessica mengatupkan kedua tangannya seolah tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang.


" Emang gue cantik keles"Nichole sudah mulai dengan kenarsisannya.


" Abis ini lo mau kemana?" tanya Jessica.


" Gue mau ke butik banyak banget kerjaan" ujar Nichole lalu beranjak dari tempat duduk nya.


" Jangan sampe Dave tau masalah gue sama Lexy ya Jess,lo tau kan kakak gue satu itu kayak apa" ujar Nichole mengingat kan.


" Iya gue tau meskipun kalian cuma sepupuan tapi gue tau Dave sayang banget sama lo kalau dia tau bakal ngamuk besar dia" seloroh Jessica.


" Gue pergi dulu ya..lo jangan kecapean kasian ponakan gue" ujar Nichole sambil mencium pipi kanan kiri Jessica.

__ADS_1


" Elu juga jangan kecapean lu lupa lu juga lagi hamil" ucap Jessica mengelus perut Nichole yang masih rata.


Nichole tersenyum lalu ia pun melenggang pergi meninggalkan Jessica.


__ADS_2