Terpaksa Menikahi Si Pembenci

Terpaksa Menikahi Si Pembenci
Extra part 2


__ADS_3

Sean menepikan motor nya di perempatan jalan, ia menarik lengan Flora agar turun dari motornya.


" Turun" ucap Sean ketus.


" Nggak mau,lagian dikit lagi nyampe sekolah Se" protes Flora kepada pria jangkung berkulit putih dengan hidung mancung memakai seragam putih abu abu.


" Se se.. kakak gue ini satu taun lebih tua dari lo" jelas Sean dingin.


" Ish masa sama calon suami manggil kakak kan nggak lucu beib, " ujar Flora lalu mengerucut kan bibir nya lalu ia pun mau tak mau turun dari motor Sean.


" Gue ingetin sama lo ya Flo, gue bukan calon suami lo maen rumah-rumahan waktu kecil udah berakhir kita udah gede jadi nggak usah ungkit masa kecil kita, ngerti lo, " jelas Sean lalu kembali naik motor dan melajukan nya menuju sekolah.


" Ish jahat banget Se, untung aku cinta, " gumam Flora terkekeh. Flora menengok ke kanan kiri ia bingung bagaimana cara ia ke sekolah. Mau tidak mau ia berlari menuju Adhitama School karena waktu sudah hampir memasuki jam kelas. Ia bisa terlambat di hari pertama nya masuk di masa orientasi nya.


Dan benar saja dengan nafas ngos-ngosan Flora kini sudah berdiri dengan para siswa lainnya yang sama datang terlambat dengan nya.


Para anggota OSIS kini bertugas menghukum siswa-siswi yang datang terlambat.Nampak Sean sebagai ketua OSIS berada di sana.Wajah Flora nampak berbinar melihat calon suaminya itu.Lain hal nya dengan Sean yang langsung membuang muka saat melihat Flora.


" Hey kamu ", panggil kakak OSIS yang bernama Dinda membuyarkan lamunan Flora saat menatap wajah tampan Sean.


" Ah iya kak", sahut Flora lalu mengulum senyum.


" Tugas kamu sekarang nyatain cinta sama kakak kelas yang ada di bawah pohon sana, abis itu kamu boleh masuk ke kelas, " titah Dinda.


" Nggak ada tugas lain kak? aku takut calon suami aku marah nanti kalau aku nembak cowok lain, "protes Flora.


" Nggak bisa princess kamu nggak liat yang lain juga dapet hukuman yang sama kok kayak kamu, " ucap Dinda lagi sambil bersidekap dada.


" Bisa ganti kakak kelas nya nggak kak jadi kakak itu aja, " tunjuk Flora kepada Sean yang mana langsung dapat tatapan tajam dari Sean.


" Nggak bisa, ayo cepet samperin. Atau kamu pengen gosong dipanggang sama sinar matahari hari ini" ucap Dinda lalu mendorong Flora pelan agar ia berjalan menuju pria yang ada di bawah pohon itu.


Dengan langkah gontai Flora menghampiri kakak kelas itu, ia pun mencolek punggung cowok itu.


Ia pun berbalik mengahadap ke arah Flora betapa terpesona ia memandang Flora yang nampak cantik dengan poni depan dan rambut yang ia kuncir.Flora nampak menggemaskan bagi Darren.


Darren tersenyum menatap wajah cantik Flora.


" Kak" ucap Flora dengan suara sedikit meninggi sebab sedari tadi Darren hanya diam sambil terus memandangi nya.

__ADS_1


" Ah ya kenapa? " tanya Darren saat tersadar dari lamunan nya.


" Aku di suruh nembak kakak sama kakak itu, " ucap Flora dengan polosnya menujuk ke arah Dinda.


Darren pun terkekeh melihat tingkah menggemaskan Flora.


" Terus kenapa sekarang diem aja? " goda Darren seraya menaikan kedua alis nya naik turun.


" Ish, aku nggak pernah nembak cowok tau, " protes Flora lagi dengan bibir yang di manyun kan.


" Hmm gimana ya kalau belum bilang cinta belum boleh masuk tuh, " ujar Darren mencoba melangkah kan kakinya berpura-pura akan pergi namun dengan cepat lengan nya di tahan Flora.


" A_aku suka kakak, " ucap nya lirih.


" Apa aku nggak denger tuh, " goda Darren lagi.


Flora pun menghela nafas kasar meniupkan nya ke atas sehingga poni nya ikut tertiup.


" Aku suka kakak, " teriak Flora kesal.


Darren terkekeh, " Love you too" jawab Darren lalu merangkul mesra pundak Flora.


Lain halnya dengan Sean yang nampak kesal melihat itu, Nino dan Rain teman Sean pun masih tercengang melihat hal tersebut. Pasal nya mereka tau nya Flora selalu membanggakan Sean sebagai calon suaminya saat mereka mampir ke penthouse.


" Wah calon bini lo di embat Darren, " ejek Nino terkekeh.


" Apaan sih lo, dia itu udah gue anggap kayak ade gue, " sarakas Sean lalu pergi meninggalkan lapangan.


Entah perasaan apa tapi kini ia sangat marah.


" Gitu tuh kalau suka tapi gengsi, " ejek Rain saat melihat Sean pergi.


Sementara Flora menatap tajam ke arah Darren ia menepis lengan Darren yang merangkul pundak nya.


" Lo ngejebak gue ya? " tanya Flora ketus.


" Jangan galak- galak beib nanti cantik nya ilang, " protes Darren terkekeh.


Flora mendengus kesal ia pergi meninggalkan Darren menuju kelasnya. Ia merasa malu bagaimana nanti ia harus berhadapan dengan Sean calon suami nya.

__ADS_1


Masa pengenalan sekolah pun di mulai kelas Flora di bimbing oleh Sean, Rain, Dinda dan Darren.Sedari tadi Flora jengah terus didekati Darren.Flora memijat pelipisnya yang sedikit pusing. Ia sedang memikirkan bagaimana caranya ia menjelaskan semua nya kepada Sean.


Ia tidak ingin Sean salah paham, tanda Jam istirahat pun berbunyi. Para kakak kelas pembina sudah meninggalkan kelas. Flora dengan cepat bisa mendapatkan teman karena banyak teman sekolah nya dulu yang ikut masuk ke Adhitama school.


Kini Flora sudah bersama dengan Kiara, Ghea dan juga Manda.


Karena terlalu lapar Flora lupa niat nya yang ingin menjelaskan kepada Sean tentang nya dengan Darren.


Saat Flora hendak memasukkan baso kedalam mulutnya tiba-tiba Darren dan kawan-kawan datang menghadapi.Yang mana membuat Flora tersedak karena terkejut.


Uhuk!! uhuk!!


Darren menyodorkan minuman kepada Flora lalu Flora pun meminumnya.


" Pelan- pelan sayang nggak ada yang ngambil makanan kamu, " ucap Darren lalu mengulum senyum, yang mana membuat para gadis meleleh melihat nya kecuali Flora yang biasa saja.


" Lo mau bunuh gue hah! , " bentak Flora kesal.


" Kalau kamu mati nanti aku gimana dong? " ucap Darren sambil mengerucut kan bibir nya.


" Idih lebay dia, " ejek Rico menepuk pundak Darren.


Flora menghela nafas kasar, " Kak, gue jelasin lagi ya yang tadi itu cuma disuruh sama kak Dinda jadi bukan beneran, " protes Flora kesal selalu di akui pacar oleh Darren.


Darren menopang dagunya dengan kedua tangannya, " Aku nggak peduli yang penting mulai sekarang kamu pacar aku, kamu milik aku, " jelas Darren posesif.


Flora mendengus kesal, " Lo gila kak, " ucap Flora lagi.


" Iya baby aku tergila gila sama kamu, " balas Darren dengan wajah imut nya.


Teman-teman Flora hanya terus menatap pahatan Tuhan yang sempurna dihadapan mereka. Darren yang begitu tampan bisa- bisa nya di tolak oleh Flora.Yang benar saja.


Tingkah Darren yang menggoda Flora tak luput dari pandangan Sean dan kawan-kawan.


" Gue bilang juga apa jangan terlalu di cuekin, diemnat orang kan. " ejek Nino sambil memakan baso pesanan nya.


" Gue nggak cemburu ya, " kilah Sean lalu pergi meninggalkan para temannya yang nggak ada akhlak itu.


" Perasaan kita nggak bilang dia cemburu, " sahut Rain sambil menghabiskan baso pesanan Sean yang sama sekali tidak ia sentuh.

__ADS_1


__ADS_2