Terpaksa Menikahi Si Pembenci

Terpaksa Menikahi Si Pembenci
Kavin William


__ADS_3

Kini sudah dua tahun lamanya Jessica meninggalkan Jonas,Jonas masih setia dengan kesendirian nya.Ia masih tetap mencintai istrinya sampai kapan pun.Berkali- kali para sahabat nya menyarankan Jonas agar menikah lagi namun ia masih senang dengan kesendirian nya itu.


Bahkan para sahabat sablengnya itu memanasi Jonas dengan kehamilan kedua para istri nya agar Jonas mau menikah lagi.Namun Jonas tidak peduli ia masih dan akan tetap mencintai Jessica.


Kini Jonas pun tinggal di kediaman keluarga Smith di London.Jonas mendirikan perusahaan miliknya sendiri JnJ corporation sudah berdiri sejak dua tahun yang lalu.Kini mereka akan mengadakan pertemuan penting dengan salah satu rekan kerja nya di William group.


Jonas terkejut saat bertemu klien bisnis yang ada dihadapannya.Seorang pria yang ia kenal sebagai saingan Lexy siapa lagi kalau bukan Leonard William.


" Wow dunia terasa sempit ya kita bisa ketemuan lagi disini" ujar Leon sambil menjabat tangan Jonas.


" Iya gue juga nggak nyangka bisa ketemu lagi sama lo" ucap Jonas non formal.


" Bagaimana kabar Nichole?" tanya Leon penasaran.


Jonas berdecak," Ck sudah dua tahun tapi lo belum bisa move on" ejek Jonas.


" Hey gue cuma nanya kabar bukan mau ngajak pacaran..lagian gue udah nikah ya" sahut Leon tidak terima.


Jonas terkekeh," Sorry sorry..gue bercanda Nichole baik-baik saja sekarang dia lagi hamil lagi malah" sahut Jonas seraya menyeruput kopi yang baru saja disajikan oleh office boy.


Mereka pun mulai membahas bisnis mereka sambil sesekali bercanda.Tanpa Jonas sudah dua jam berada disana ia melirik jam rolex yang ia kenakan.


" Kayak nya gue harus pamit ini udah mau sore" ucap Jonas lalu menjabat tangan Leon.


" Okay minggu ini datang ya ke acara ulang tahun perusahaan kami" ajak Leon seraya memberikan empat undangan ke tangan Jonas.


" Undang juga temen-temen lo" imbuhnya lagi.


Jonas menerima undangan tersebut lalu undur diri.Setelah keluar dari ruangan Leon Jonas melihat sosok gadis cantik bertubuh mungil dengan rambut panjang ia hafal betul tubuh itu mirip mendiang istrinya.


Jonas melangkah kan kakinya menghampiri wanita tersebut namun saat Jonas hendak mendekati wanita itu sudah duluan masuk ke dalam lift.Jonas tidak berhasil mengejar ia pun berinisiatif memakai tangga darurat.Arsen asisten Jonas kebingungan melihat tingkah laku bos nya yang aneh.


Jonas berlari menuruni tangga darurat menuju lantai dasar.Ia sangat yakin wanita tadi mirip sekali dengan Jessica.Saat ia sudah sampai di lantai dasar ia melihat wanita berambut panjang dengan pakaian yang sama,Jonas pun menepuk pundak wanita itu.


Namun saat wanita itu berbalik,Jonas terkejut ternyata wanita itu tidak mirip dengan Jessica.


" Apa gue berhalusinasi lagi" batinnya.


Dengan langkah gontai Jonas keluar dari perusahaan Leon.Ia berjalan menuju mobilnya lalu mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Lima belas menit ia dalam perjalanan kini ia sudah duduk si bangku taman kota.


Jonas menengadahkan kepalanya menatap ke atas langit.Ia ingat perempuan tadi benar mirip Jessica namun mengapa kini menjadi berbeda.


Jonas beranjak dari tempat duduk ia hendak membeli minuman segar.Tiba-tiba seorang anak laki-laki menabrak nya.


Anak itu mendongak ke atas melihat pria yang ia tabrak karena takut dimarahi ia berpura-pura meringis kesakitan.


" Aaawww" ucapnya sambil memegang pelipisnya yang tidak sakit.


Deg!!


Jonas teringat saat pertama bertemu dengan Jessica persis seperti ini.


Jonas berjongkok mensejajarkan dirinya dengan anak itu lalu tersenyum." Hay kau yang menabrak uncle kenapa kau yang kesakitan?" tanya Jonas lemah lembut.


Anak itu tersenyum merekah," Uncle bisa berbahasa Indonesia?" tanya nya lagi.


" Tentu saja, apakah kau berasal dari Indonesia?" tanya Jonas lalu menggendong anak kecil itu.


" Aku dan mommy ku berasal dari sini namun mommy selalu menggunakan bahasa Indonesia.Aku suka negara itu uncle namun ibu tidak pernah mengajak ku ke sana" cerocos nya sambil cemberut.


" Siapa namamu?" tanay Jonas.


" Kavin uncle" jawab Kavin dengan senyum manis nya.


" Apakah kau tersesat?" tanya Jonas kepada anak itu.


" Aku bosan uncle di mansion grandpa terlalu banyak aturan yang tidak aku suka" jelas nya lagi.


" Lalu kamu mau kemana sekarang?" tanya Jonas lagi.Entah mengapa hati Jonas menghangat berdekatan dengan Kabin.Padahal mereka baru saja bertemu namun kini mereka sudah akrab seperti sudah lama sering berbincang.


" Temani aku bermain di taman uncle nanti uncle ku pasti akan menjemput" balas Kavin menunjukkan tempat bermain di taman kota.


" Oke baiklah" ucap Jonas kembali menggendong Kavin lalu berjalan menuju tempat bermain.


Jonas kini sedang memperhatikan Kavin yang berlari kesana-kemari dengan senyumnya.Senyum nya dan mata indah Kavin mengingatkan Jonas dengan seseorang yang sangat ia cintai.


Waktu terus berlalu tidak terasa mereka sudah dua jam menghabiskan waktu bersama.Bahkan mereka sempat berfoto bersama.

__ADS_1


Tiba-tiba seseorang mengejutkan kebersamaan mereka.Nampak pria itu seperti telah berlari lari hingga nafasnya tersengal-sengal.


" Kavin !!" teriak pria itu.


" Leon " ujar Jonas.


Leon menghampiri Jonas dan Kavin lalu ia pun menggendong Kavin.


" Thanks Jo gue dari tadi nyariin dia kemana mana..untung gue inget dia selalu kesini" ucap Leon.


" Dia anak lo?" tanya Jonas.


" Uncle Leon kakak ibu ku uncle" jawab Kavin.


" Lo punya adik Le?" tanya Jonas lagi.


" Iya" jawab Leon singkat.


Tiba-tiba ponsel Jonas berdering ia pun mengangkat telponnya.Setelah selesai melakukan panggilan Jonas pamit kepada Leon dan Kavin.


" Keenan dan keluarga nya sudah sampai di sini jadi gue harus segera pulang" ujarnya.


Kavin menekuk wajahnya," Kenapa ceper banget pulang nya uncle aku masih mau main dengan uncle" rengeknya lalu mengerucutkan bibirnya.


Jonas gemas melihat tingkah Kavin," Nanti kita bermain lagi kamu bisa datang ke mansion disana kamu pasti senang karena banyak teman" ujar Jonas seraya mengusap kepala Kavin.


" Really Uncle?" tanya Kavin lagi.


Jonas mengangguk,Kavin yang berada dalam gendongan Leon memeluk Jonas lalu mencium nya.


" Thanks Jo salam buat Nichole" ucap Leon yang mendapat anggukan kepala dari Jonas.


" Thank you uncle bye" ucapnya lalu mereka pun berpisah.


Jonas pun melajukan mobilnya menuju mansion keluarga Smith.


Sepanjang jalan ia memikirkan pertemuan nya dengan Kavin.Entah mengapa anak itu dapat menggetarkan hati Jonas ia seolah mendapat kan semangat baru.


Tatapan anak itu seperti mengenal mata itu mata yang sama dengan Jessica.Hati Jonas merasa sesak andai Jessica masih ada mungkin ia mempunyai anak yang seumuran dengan Kavin.

__ADS_1


__ADS_2