Terpaksa Menikahi Si Pembenci

Terpaksa Menikahi Si Pembenci
Aku mencintaimu Jo


__ADS_3

Setelah mendapat izin dari tuan Robert kini Jessica sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit beserta yang lainnya. Kecuali para orang tua yang masih ingin berbincang dengan sahabat nya yang egois siapa lagi kalau bukan kakek sugiono si tuan Robert.


" Ini semua salah gue, andai saja saat itu gue nggak ngajak Jo ketemu dia nggak akan kayak gini"ujar Jessica masih terisak.


"Udah jangan nyalahin diri sendiri, ini udah takdir Je" ucap Nichole mengusap punggung Jessica.


Tak lama kemudian mereka semua sudah sampai di rumah sakit.


" Ternyata kekuatan keempat sahabat uncle Robert lebih ampuh merobohkan benteng kuat uncle" gumam Edgard saat melihat Jessica masuk beserta kerabat Jonas lainnya.


" Gimana Ed, kenapa suami ku belum bangun juga?? "tanya Jessica.


" Sepertinya dia sudah putus asa dia tidak punya alasan hidup maka nya alam bawah sadar nya menolak untuk bangun" jelas Edgard.


" Apa karena aku mengaku Zoey bukan Jessica? " tanya Jessica lagi.


" Temui dia Zoey dia membutuhkan mu" ucap Edgard mengusap punggung Jessica.


" Terima kasih Ed" ucap Jessica seraya menghapus air matanya. Jessica pun melangkah kan kaki nya memasuki ruangan intensive care unit atau di sebut ICU dia kini sudah berganti pakaian memakai pakaian higienis untuk menjenguk pasien.


Jessica kembali menangis melihat Jonas tertidur lemas di brankar dengan banyak alat yang menempel ditubuhnya.


" Sayang" ucap Jessica lirih ia raih tangan suaminya lalu ia kecup. Jessica pun duduk di kursi dekat brankar.


" Maafin aku honey maaf.. ini aku Jeje istri mu.. bangun sayang" ucap Jessica.


" Kamu ingat kamu pernah bilang jantung ini hanya berdetak untuk ku, aku pun sama jantung ini hanya berdetak untuk mu Jo" Jessica menaruh tangan Jonas didada nya.


Tanpa Jessica sadari jemari sebelah tangan Jonas mulai merespon.


" Maafin aku sayang kemarin aku takut, takut akan banyak lagi yang memisahkan kita. Tapi sekarang kita bisa kembali bersama, jadi kamu harus bangun" cerocos Jessica lagi.


" Atau kamu tega biarin aku di nikahin sama Edgard? " goda Jessica entah mengapa muncul kata-kata seperti itu di saat seperti ini.


Tiba-tiba suara lengkingan alat detector pasien berbunyi.


Tiinngg!!


Jessica terkejut, ia dengan cepat berlari memanggil Edgard. Edgard pun masuk mengikuti Jessica ia dengan cepat memeriksa Jonas.


" Tubuhnya mulai merespon, ini ada kemajuan" ucap Edgard tersenyum.


Wajah Jessica berbinar bisa-bisanya ucapan absurd nya jadi pemicu untuk Jonas.


Edgard dan dokter Steve kembali memeriksa Jonas, tak lama kembali manik mata Jonas menerjap. Perlahan ia buka mata nya melihat ke sekeliling ia lihat ruangan bernuansa putih dan ada dua pria berpakaian seperti dokter.Namun pandangannya terhenti saat melihat seorang wanita yang sedang menatap nya dengan sendu.


" Je" ucap nya lirih.


Jessica menghampiri Jonas ia genggam tangan suaminya, Edgard dan Steve yang melihat hal tersebut memilih keluar dari ruangan membiarkan pasangan suami istri itu berdua saja.

__ADS_1


" Maaf kan aku maaf sayang, aku udah buat kamu menderita selama ini" ucap Jessica air matanya kembali lolos begitu saja.


Jonas mengernyitkan keningnya, " Jadi bener kan kamu Jeje? " tanya Jonas.


Jessica mengangguk, " Iya sayang maaf kan aku maaf " ucap Jessica terbata.


" Aku sangat bahagia kamu masih hidup" ujar Jonas dengan nada lemah.


Jessica memeluk Jonas, " Aku mencintaimu Jo sangat mencintaimu ".


" Aku juga sayang" sahut Jonas sambil mengecup puncak kepala Jessica yang masih memeluk nya.


Sementara di luar ruangan semua orang nampak bisa bernafas lega setelah mendengar Jonas sudah siuman.


Beberapa menit berlalu kini Jonas sudah dipindahkan ke ruang rawat VVIP. Kavin dan yang lain pun sudah berada di sana. Nampak Kavin sedang duduk manja di samping daddy nya.


" Jadi aku sekarang boleh memanggilnya daddy kan mom? " tanya Kavin dengan wajah imut nya.


" Iya sayang.. maafkan mommy yang jahat memisahkan kalian" ucap Jessica seraya mengusap pucuk kepala Kavin.


" Daddy apa aku juga boleh tinggal bersama daddy? " tanya nya lagi.


" Iya sayang kita akan tinggal bersama dengan mommy juga.. bahkan dengan adik mu juga" cerocos Jonas yang langsung dapat pelototan mata dari Jessica.


" Adik? " tanya Kavin.


" Bagaimana bisa kamu berbicara seperti itu didepan anak kita" bisik Jessica.


" Kamu juga pingin adik kan sayang? " tanya Jonas kepada Kavin.


" Iya daddy aku juga ingin punya adik yang menggemaskan " jawab Kavin kegirangan.


Sumpah demi apapun kali ini Jessica malu setengah mati. Rasanya ia ingin bersembunyi di planet pluto agar tidak ada yang melihat wajah merah nya karena menahan malu oleh celoteh absurd suaminya.


" Seperti nya otak lo masih bergeser jo? apa perlu kita lakukan CT scan lagi? " ujar Dave yang jengah mendengar ocehan Jonas.


"Gue baik-baik saja" jawab Jonas ketus.


" Masalah nya lo baru sadar dari koma udah nge bahas iya iya aja" kini Keenan yang mengejeknya.


Alexa dan yang lainnya hanya bisa menggeleng kan kepala.


" Ish.. gue kan udah lama puasa kalian harus paham dong" kilah Jonas merajuk.


" Udah ih ad anaka- anak denger ucapan absurd kalian " protes Nichole.


Jonas kini nampak terus memeluk erat Jessica dengan manja.


" Ish kamu manja nya melebihi Kavin" ejek Jessica mencubit hidung Jonas gemas.

__ADS_1


" Sakit saaayang" pekik nya merintih kesakitan.


" Apa yang sakit daddy? " tanya Kavin dengan wajah polos nya.


" Daddy mu sedang mendrama Kavin, jangan percaya" ejek Lexy terkekeh melihat wajah manja Jonas.


Kavin mengerucut kan bibir nya ia nampak menggemaskan di mata semua orang. Key, Keyzia, Kean dan Kaivan pun mengajak Kavin bermain di ruang sebelah kamar. Kamar VVIP ini memiliki dua ruang untuk beristirahat lengkap dengan TV dan fasilitas lainnya.


" Kamu tau nggak sayang saat aku tidur aku kayak denger kamu mau nikah sama dokter itu, jahat banget sih" rengek Jonas.


" Ppfffttt" kompak Keenan, Lexy dan Dave menertawakan Jonas.


" Ngapa lu pada ketawa? " tanya Jonas kesal.


" Sekarang gue tau kenapa dia bisa sadar" ejek Keenan masih dengan tawa nya.


" Saat koma lu masih bisa cemburu" ucap Lexy lalu semua nya pun tertawa terbahak bahak.


" Jadi itu beneran Je?kamu beneran bisikin aku kek gitu? " tanya Jonas lagi.


Jessica mengangguk menahan tawa nya.


" Dasar kang minyak bikin kita cemas aja" ejek Alexa.


" Kemarin yang kejer banget pas Jonas kecelakaan siapa ya? " ejek Stella.


" Wah Jamilah lo segitu khawatir nya sama gue, sini sini gue peluk" goda Jonas melambaikan tangan menyuruh Alexa menghampiri nya.


Namun ia melihat suasana mencengkam di mata Jessica dan Keenan.


" Maaf baby aku suka banget godain singa betina itu" ucap Jonas sembari mengatup kan kedua tangan nya.


" Awas lu macem-macem ama bini gue" ancam Keenan.


" Gue juga punya bini kali" ucap Jonas sambil memeluk Jessica.


" Gue kemarin sempet mikir dia udah belok lho Jes, ternyata dia lagi nungguin lo" sambung Dave terkekeh melihat tingkah Jonas.


" Jangan kaget nanti kalau dia udah sembuh lo di seruduk banteng" goda Nichole.


Yang mana membuat Jessica tersipu malu dan yang lain malah tertawa.


" Iya secara dia dua taun puasa nya" ejek Keenan.


" Wah kalian bener- bener temen minim akhlak" cibir Jonas.


" Oh iya dokter Edgard masih belum ke sini ya? "tanya Stella.


" Dia sama bokap nya Jessica lagi ngadain konferensi pers, kemarin kan dia ngenalin Edgard sebagai menantu nya. Jadi mereka lagi meluruskan semua nya" jelas Dave.

__ADS_1


" Jadi sekarang kalian nggak usah khawatir lagi, nggak ada yang akan misahin kalian lagi" sambung Nichole yang kini berdiri di samping Jessica ia merangkul Jessica.


Jessica tersenyum senang mendengar semua itu akhirnya benteng-benteng penghalang sudah berhasil mereka singkirkan. Kini cinta nya dan Jonas sudah tidak ada lagi yang akan mengganggu. Ia akan bisa hidup bahagia dengan Jonas dan Kavin.


__ADS_2