Terpaksa Menjadi Ibu Susu

Terpaksa Menjadi Ibu Susu
episode 10


__ADS_3

***satu bulan kemudian***



tak terasa sudah satu bulan pernikahan jhessen dengan ziva, namun sama sekali tidak ada tanda-tanda cinta diantara keduanya.



bagaimana mungkin muncul cinta diantara pasangan itu, kalau bertemu saja sangat jarang apalagi sekedar menyapa satu sama lain.



hal itu tentu membuat hubungan mereka semakin renggang dan tidak harmonis, akan tetapi semua itu tidak membuat ziva goyah dan ingin mengakhiri semuanya.



hari-hari ziva lalui hanya untuk putra kecilnya yang semakin hari semakin bertambah pintar dan menggemaskan itu.



"carson sayang, hari ini bunda mau ajak carson jalan-jalan keliling halaman rumah ya", ucap ziva sambil memakaikan baju pada putranya



setelah usai mempersiapkan putranya, ziva mulai membawa carson keluar untuk sekedar menghirup udara segar di pagi hari walau hanya di halaman rumah saja.



"nampaknya kamu sangat senang sayang", ucap ziva setelah melihat ekspresi putranya yang nampak sangat bergembira setelah sampai di halaman rumah



"besok kita main kesini lagi kalau memang carson suka",

__ADS_1



tak berapa lama kemudian, datanglah aswan menemui menantu dan cucunya yang sedang asik bermain itu.



"kalian tampak menikmati udara diluar", ucap aswan yang juga ikut senang melihat menantu dan cucunya



"eh mama, iya nih mah carson nampaknya sangat senang keluar rumah" jawab ziva membalas senyum mertuanya



"mama mau bilang, besok akan datang sepupunya jhessen dari Amerika, tapi mungkin mana tidak sempat bertemu dengannya, karena besok adalah hari keberangkatan mama ke Bali", ujar aswan



"sepupu dari Amerika?", gumam ziva dengan pelan namun masih bisa didengar aswan




"baik mah, pasti ziva akan melakukan yang terbaik", jawab ziva sambil tersenyum manis pada mertuanya



"oh iya, sepupunya jhessen namanya glen nanti jika dia sudah sampai ajaklah berkenalan", ucap aswan lagi



"baik mah",

__ADS_1



"kalau begitu mama mau istirahat ya", ucap aswan lalu segera pergi dari sana.



sore harinya jhessen baru pulang dari kantor dan langsung menemui putranya


"ceklek" suara pintu terbuka


tampaklah putranya sedang asik bermain di tempat tidurnya, namun salah satu kaki carson terselip di sela-sela tempat tidurnya dan tentu pemandangan itu membuat emosi jhessen naik lagi.


"dimana wanita sialan itu!?", geram jhessen seraya menggendong putranya


tak berapa lama kemudian, pintu kamar mandi terbuka menandakan ada yang akan keluar dari sana dan tentu saja itu adalah ziva, yang baru selesai mandi


"carson sayang bunda udah selesai mand,,,", ucap ziva terputus saat sudah melihat jhessen berdiri sambil menggendong putranya.


"berani sekali kau meninggalkan putraku sendiri disini!", kata jhessen menekan suaranya


"maaf tuan, tapi tadi carson sedang tidur jadi aku menggunakan kesempatan itu untuk mandi", jawab ziva


"sudah ku katakan jangan sampai terjadi sesuatu pada anakku! jika sampai hal itu terjadi kau akan tau akibatnya!", ujar jhessen dengan menatap ziva sangat tajam


"sekali lagi aku minta maaf tuan, tidak akan aku ulangi lagi", ucap ziva menunduk


"dasar tidak berguna, mengurus satu anak saja tidak bisa! bagaimana kalau banyak anak", ucap jhessen menatap sinis kearah ziva


karena tak bisa berkata-kata lagi, akhirnya ziva hanya bisa diam dan mendengar semua ucapan suaminya yang menyakitkan hati tentunya.


karena sudah mulai mengantuk carson mulai menangis dan ingin segera diberi susu agar dia cepat tidur, hal itupun langsung dimengerti oleh jhessen


"dia ingin menyusu, cepat berikan!", ucap jhessen seraya menyerahkan carson kegendongan ziva

__ADS_1


"tapi bagaimana caranya dia menyusui, sedangkan dia sendiri wanita pembohong yang menyamar jadi ibu susu", sindir jhessen sambil menatap sinis pada ziva yang hanya bisa diam


__ADS_2