
Seminggu kemudian Jhessen akan berangkat keluar negeri untuk menghadiri meeting sekaligus pesta pernikahan rekan kerjanya
Sebenarnya untuk menghadiri pesta pernikahan itu mereka diminta membawa pasangan mereka masing-masing
Namun Jhessen tidak mau kalau istri yang dianggapnya pembantu itu harus ikut bersamanya, lebih baik dia menyewa satu wanita cantik saja pikirnya
"Apa kau sudah menyiapkan semua barang-barang yang akan kubawa nanti?", tanya Jhessen saat bertemu dengan Ziva di ruang tengah
"Sudah tuan", jawab Ziva singkat
"Kalau begitu bawa koperku turun sekarang juga!", ucap Jhessen
"Baik tuan", Ziva segera menaiki anak tangga menuju kamar suaminya
Dengan sedikit kesulitan Ziva mendorong koper yang tidak terlalu besar namun sangat berat menurutnya
__ADS_1
Dan tanpa sengaja Glen yang baru pulang entah dari mana melihat kakak iparnya tengah kesulitan untuk membawa koper menuruni tangga
"Astaga, apa yang kakak ipar lakukan?", tanya Glen seraya mengambil alih koper itu
"Tuan Jhessen akan pergi keluar negeri dan dia meminta kopernya segera diturunkan", jawab Ziva apa adanya
"Kak, ini sangat berat, mana mungkin bisa kakak membawanya kebawah", ucap Glen seraya melihat kearah bawah dan tampak ada Jhessen disana yang duduk sangat tenang
Sambil mengangkat koper, Glen menuruni tangga satu persatu namun sudah sangat kesal melihat tingkah kakak sepupunya itu, bagaimana bisa dia setega itu pada istrinya sendiri
"Apa kakak sudah gila? bisa-bisanya kakak menyuruh kakak ipar membawa koper seberat ini?", tanya Glen menggebu-gebu
"Kuharap kelak kau tidak menyesali perbuatanmu selama ini pada istrimu sendiri", ucap Glen lalu segera pergi dari ruangan itu
"Memangnya sebaik apa wanita pembawa sial itu", umpat Jhessen setelah kepergian Glen
__ADS_1
Sore harinya Jhessen berangkat ke airport tentunya bersama sekertarisnya Pey, sebelumnya Jhessen sudah melihat putranya untuk terakhir sebelum dia berangkat
"Daddy sudah pergi, kalau begitu besok kita pergi jalan-jalan lagi ya sayang", ucap Ziva pada putranya yang saat ini sedang digendongnya di teras balkon kamarnya
Karena semakin bijak, Carson yang memang sangat menggemaskan itu hanya bisa tertawa, mungkin dia ikut senang karena bundanya juga senang
Keesokan harinya Ziva benar-benar pergi membawa putranya berjalan-jalan, karena sudah sangat lama mereka tidak keluar lagi
"Hari ini bunda mau bawa Carson bermain di taman bermain aja ya sayang, karena bunda tidak punya uang untuk membawa Carson jalan-jalan ke mall", ucap Ziva dengan polosnya
Akhirnya mereka pergi berdua saja, tadinya Glen juga mau ikut, akan tetapi tiba-tiba temanya menelpon dan mengatakan ada urusan penting, akhirnya Glen tidak jadi ikut
Tak berapa lama Ziva dan Carson sudah sampai di taman bermain, disana sudah banyak pengunjung juga, ada yang bermain dengan pengasuhnya dan ada juga sepasang suami istri yang menemani anak-anaknya bermain
"Tidak apa ya sayang, sekarang kita berdua dulu yang bermain disini,suatu hari nanti semoga Daddy bisa ikut temanin Carson bermain", ucap Ziva dengan penuh keyakinan
__ADS_1
Saat akan mendorong kereta dorongnya Carson seorang pria tiba-tiba berdiri tepat di depan jalannya Ziva dan tentu membuat Ziva berhenti mendorong kereta dorong putranya itu
"Kita bertemu kembali", ucap pria itu dengan senyuman terpancar diwajah tampanya itu