Terpaksa Menjadi Ibu Susu

Terpaksa Menjadi Ibu Susu
episode 22


__ADS_3

Tak lama setelah kepergian para MUA itu, datanglah Pey yang juga sudah rapi dengan stelan jas yang melekat di tubuhnya.


Turun dari mobil dan langsung memasuki ruang tamu dan teryata sudah ada Ziva disana sedang menunggunya.


"Nona, maaf sudah menunggu, ayo nona tuan sudah menunggu kita", ucap Pey seraya menatap kagum terhadap istri tuannya itu.


"Kenapa bisa secantik ini?", ucap Pey dalam hati


Tapi bagaimana dengan Carson?" tanya Ziva seraya melihat kearah kamar putranya itu.


"Kan ada bibi Meti disini, tuan muda sudah menitipkan Carson padanya, jadi tidak perlu khawatir nona", jawab Pey


"Baiklah", jawab Ziva, akhirnya Ziva mau setelah mendengar perkataan Pey tadi, lagi pula suaminya yang memerintahkan, jadi Ziva tidak begitu takut meninggalkan Carson kepada bik Meti.


Sesampainya di mobil aura dingin sudah terpancar dari Jheseen yang sudah sejak tadi duduk di kursi belakang.


"Kenapa lama sekali?", tanya Jheseen sudah mulai emosi.


"Maaf tuan, tad.....", ucapan Ziva terpotong karena Jheseen langsung angkat bicara.


"Tidak perlu dijelaskan, cepat jalankan mobilnya", titah Jheseen seraya menatap kearah Pey.


Perjalanan pun mulai mereka tempuh, tak terasa sudah setengah perjalanan, namun tidak ada satupun dari mereka yang berbicara, semua asik dengan dunianya masing-masing.

__ADS_1


Jika Pey sedang fokus menyetir lain hal dengan dua manusia dibelakangnya, Ziva sedang asik menatap ke arah jendela, melihat betapa indahnya jalan di tengah kota pada malam hari.


Sedangkan Jheseen yang sempat tersulut emosi sampai tak sadar jika istri telah tampak berbeda malam ini.


Hingga tak sengaja Jheseen melirik ke arah dimana Ziva duduk, dan dipersekian menit kemudian, Jheseen baru menyadari Ziva sangat cantik sekali, namun satu hal yang membuat Jheseen menatap tak suka pada Ziva saat itu juga.


"Cantik, kenapa bisa secantik itu",?


"Tapi siapa yang memberikan gaun itu padanya? Apa tidak ada gaun yang lain? Ini pasti ulah si Pey kunyuk ini", ucap Jheseen dalam hatinya seraya menatap tajam kearah Pey .


Pey yang tak sengaja melihat kearah tuannya langsung melihat bagaimana kedua mata tajam Jheseen saat ini menatapnya.


"Sekarang apa lagi yang salah ya tuhan? Kenapa tuan menatapku seperti itu?", dalam batin Pey .


Tak terasa mereka akhirnya sudah sampai di acara pesta, disana sudah banyak orang yang menikmati pesta, tatapan Ziva saat ini adalah pada banyaknya orang-orang kaya disana, tampak dari pakaian yang mereka pakai, itulah yang ada dipikiran Ziva saat ini.


"Kau harus tetap berada di sampingku, dan tidak perlu bicara terlalu berlebihan, jawab jika ditanya saja", tegas Jheseen pada Ziva


Setelah mengatakan itu, Jheseen mulai menggandeng tangan Ziva dan mereka mulai memasuki pesta itu.


"Wah, yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga, terima kasih ya sudah menyempatkan diri untuk datang ke pesta pertungan putiku ini", ucap rekan bisnis nya yang tak lain adalah pak Harto Wijaya, sahabat papanya itu.


"Ah saya juga sangat senang bisa diundang di pesta ini", jawab Jheseen seraya berjabat tangan dengan pak Harto

__ADS_1


"Apa dia istrimu?", tanya pak Harto seraya menunjuk Ziva.


"Ya benar, perkenalkan ini istriku", ucap Jheseen mempersilahkan mereka bersalaman.


"Teryata istrimu cantik sekali ya", ucap pak Harto seraya tersenyum lebar kearah mereka


"Siapa nama kamu nak?", tanya pak Harto pada Ziva yang hanya tersenyum sedari tadi


"Perkenalkan, nama saya Ziva om", ucap Ziva


"Sesuai dengan orangnya, teryata suaranya juga sangat lembut sekali, Jheseen teryata kamu sangat beruntung punya istri seperti Ziva ini", ucap pak Harto dengan tawa nya.


"Yasudah kalau begitu mari nikmati hidangan yang ada, sebentar lagi acara akan dilaksanakan", ajak pak Harto


Akhirnya mereka duduk bersama seraya menikmati hidangan yang sudah di sediakan keluarga pak Harto itu.




Ziva cantik banget yaa🤭


__ADS_1



Jheseen juga ganteng poll😎


__ADS_2