Terpaksa Menjadi Ibu Susu

Terpaksa Menjadi Ibu Susu
episode 12


__ADS_3

Di meja makan


"ehemm", Jhessen sengaja berdehem agar menyadarkan Glen yang sedang asik memainkan Carson digendongan Ziva


"Eh kak, kau sudah pulang?", ucap Glen seraya menghampiri Jhessen untuk bersalaman dengan kakak sepupunya itu


"Kapan kau tiba?", tanya Jhessen singkat


"Baru saja kak dan kakak ipar langsung mengajakku makan, bagaimana kalau kita makan bersama saja? kakak ipar sudah memasak banyak makanan", ajak Glen


Tanpa menolak akhirnya Jhessen ikut duduk bersama Glen dan Ziva segera menyendok nasi kepiring Jhessen juga.


Setelah selesai Ziva berniat ingin meninggalkan meja makan itu, namun suara Jhessen menghentikan langkahnya.


"Apa kau tidak ikut makan?", tanya Jhessen


"Emm aku akan makan setelah Carson tidur saja", jawab Ziva lalu kembali berjalan menuju kamar Carson.


Setelah kepergian Ziva tadi Glen mulai berbincang-bincang dengan Jhessen, mulai dari menanyakan kabar, masalah bisnis hingga kini membahas pernikahan Jhessen dan Ziva


"Sepertinya setelah menikah kakak terlihat lebih fresh", ucap Glen sambil melihat ke arah Jhessen


"Apa yang kau katakan?", tanya Jhessen seolah tak mengerti ucapan Glen barusan


"Kak pertama kali aku melihat kakak ipar tadi, aku sangat kagum dengan kecantikannya dan setelah mendengar suaranya", ucap Glen lalu menghentikan perkataannya lalu kembali membayangkan suara Ziva tadi.


"Apa yang kau pikirkan?", tanya Jhessen penuh dengan tanda tanya dipikirannya


"Aku membayangkan suara kakak ipar yang sangat merdu", jawab Glen tanpa rasa bersalah


"Kakak tidak perlu cemburu, aku hanya kagum saja, kakak sangat beruntung mendapat wanita sepertinya kak",


"Apa karna dia cantik dan memiliki suara merdu? tanpa ingin tau bagaimana isi kepalanya itu", ucap Jhessen mulai kesal


"Kak aku sudah banyak mengenal wanita, karna itu aku yakin kakak ipar adalah orang baik", ucap Glen

__ADS_1


"Terserah kau saja, pergilah istirahat aku sudah muak melihat wajahmu itu", ucap Jhessen lalu segera pergi meninggalkan Glen


"Masih saja begitu, memang manusia es ini tidak ada berubahnya", ucap Glen seraya menggelengkan kepalanya




***Di kamar Carson***



"Akhirnya anak bunda tidur juga", ucap Ziva seraya membenarkan selimut putranya



"Bunda permisi dulu ya sayang, bunda sudah lapar sebentar lagi bunda akan kembali lagi", ucap Ziva lalu membalikkan badan.




"Apa kau tidak punya mata!?", ucap Jhessen dengan suara Briton nya



"Maaf tuan", jawab Ziva sambil menunduk



"Mau kemana kau, malam-malam begini mau meninggalkan Carson sendiri lagi?", tanya Jhessen



"Tuan aku akan makan sebentar saja, setelah itu aku akan segera kembali", jawab Ziva

__ADS_1



"Dari tadi kau ngapain saja? kenapa baru sekarang ingin makan ha?",



"Kau tidak boleh keluar dari kamar ini, aku tidak mau kau tinggalkan putraku sendiri! kalau dia menangis nanti bagaimana?", tambah Jhessen lagi



"Baiklah tuan", Akhirnya Ziva kembali duduk di ranjang dan mulai merebahkan tubuhnya walau sebenarnya saat ini dia sedang lapar karena sejak pagi belum ada sebutir nasi yang masuk ke perutnya



Tanpa merasa kasihan Jhessen keluar dari kamar itu dan menuju kamarnya



**Pagi hari**



Jhessen akan berangkat ke kantor, namun langkahnya terhenti saat mendengar suara Carson menangis sangat keras



Akhirnya Jhessen menghampiri kamar Carson, tampaklah disana Ziva masih tidur dengan sangat pulas tanpa ada pergerakan sama sekali



"Dasar wanita tak berguna", umpat Jhessen lalu segera menggendong Carson



"BANGUN", ucap Jhessen sambil menggoyangkan tubuh Ziva namun tak ada respon sedikitpun

__ADS_1


__ADS_2