
***pagi harinya***
"jhessen", panggil aswan mengetuk pintu kamar putranya
"buka pintunya jhessen!",
sedangkan jhessen didalam kamar masih tidur pulas harus terganggu oleh teriakan mamanya sendiri
"apasih pagi-pagi udah berisik", kesal jhessen mengacak-acak rambutnya
akhirnya mau tidak mau jhessen membuka pintu kamarnya, hingga tampaklah mamanya sudah berdiri di depan pintu kamarnya itu.
"ada apa sih mah?", tanya jhessen dengan raut kesal diwajahnya
"kamu bilang ada apa? kamu tidak ingat kah, hari ini kamu berjanji akan menikah dengan ziva kan", ucap aswan dengan lantang
__ADS_1
"APA? mana mungkin aku menikah dengan wanita itu", ucap jhessen dengan sangat terkejut mendengar ucapan mamanya
"kamu lupa ya dengan ucapanmu semalam hah?",
"tidak! aku tidak mungkin mengatakan ingin menikah dengan wanita itu mah! pokoknya aku tidak mau",
"oh jadi kamu menolak ya! baiklah dengan begitu sekarang mama mau kamu bawa anak kamu dan pergi dari rumah mama! dan jangan harap kamu akan tetap menjadi pewaris semua aset milik papamu!",
setelah mengatakan semua itu aswan pun pergi meninggalkan putranya dengan sangat kesal dan emosi
"tapi tunggu dulu, apa salahnya aku hanya menikahi dia anggap saja dia tidak ada setelah menikahinya dan agar dia tau, dengan siapa dia berhadapan", ucap jhessen dengan seringai mautnya.
dikamar carson
"carson ganteng, gimana tante harus menghadapi semua ini? aku sangat bingung sekarang", ucap ziva dengan wajah yang lesu dan sedih
"aku tidak tau apa-apa, tapi kenapa bisa tiba-tiba aku harus dinikahkan dengan papamu",
__ADS_1
tanpa disadari oleh ziva ternyata sedari tadi aswan sudah berdiri tepat di belakangnya dan mendengar semua yang ziva katakan barusan.
"kau tenang saja, setelah menikah dengan putraku kau tidak akan kekurangan apapun, lalu apa yang kau khawatirkan?", aswan berkata dari belakang ziva
"nyonya,,, maafkan saya nyonya, tapi sa,,,", ucapan ziva terputus saat jhessen tiba-tiba datang dan memanggil mamanya
"mah, baiklah aku akan menikahi wanita ini hari ini juga", ucap jhessen dengan sangat percaya diri
"benarkah? oke kalau begitu tunggu apa lagi ayo kita siap-siap", jawab aswan
"tapi aku tidak mau banyak orang yang menghadiri pernikahan ini! hanya ada keluarga dan rekan kerja beberapa orang saja! bagaimana?", ujar jhessen
"tidak masalah, yang penting kalian sah", jawab aswan lagi
akhirnya hari ini jhessen dan ziva menikah dan hanya dihadiri oleh keluarga dan rekan kerja saja seperti yang dikatakan jhessen pagi tadi.
acara pernikahan pun selesai disebuah gedung yang tidak terlalu besar dan tidak di dekor seperti pada umumnya.
acara sudah selesai akhirnya jhessen memutuskan untuk langsung pulang saja kerumah dan menolak permintaan mamanya yang mengatakan mereka untuk menginap di hotel saja
"kita pulang sekarang! aku sudah gerah dan ingin istirahat!", ucap jhessen dan langsung pergi menuju mobil mereka yang terparkir
"ayo ziva", ajak aswan
sesampainya di rumah semua terlihat biasa saja, seperti tidak ada yang terjadi dan tidak ada yang berani mengucapkan selamat pada pengantin baru itu.
"ziva pergilah lihat suamimu, mungkin dia membutuhkan bantuanmu sekarang", ucap aswan
"baik nyonya", jawab ziva lalu pergi menghampiri suaminya
"mulai sekarang panggil mama", ucap aswan hingga membuat langkah ziva terhenti
__ADS_1
"ba-baik mama", jawab ziva canggung
ziva kembali melangkahkan kakinya menemui suaminya, namun setelah sampai di depan pintu kamar jhessen, justru ziva malah takut dan tidak berani untuk mengetuk pintunya.