
***Dikamar carson***
"jhessen,,,", teriak aswan
"apa yang telah kalian lakukan?", tanya aswan tak percaya apa yang dilihatnya itu
"mah, dengarkan aku mah", ucap jhessen mendekati aswan seraya ingin memegang tangan mamanya
"mama tidak ingin mendengar penjelasan apapun! mama sudah lihat semuanya", ucap aswan lalu pergi dari kamar cucunya itu
"KAU!", ucap jhessen sambil menunjuk ziva setelah itu jhessen juga pergi dari sana
"mama,mah", panggil jhessen sambil berjalan menghampiri mamanya
"mah, buka pintunya mah, aku mau jelasin ke mama", jhessen mengetuk pintu kamar mamanya yang terkunci
setelah beberapa menit tak ada sautan dari dalam kamar mamanya, akhirnya jhessen pergi dan keluar dari rumah dengan membawa mobil mewah miliknya.
tak berapa lama jhessen sudah sampai di sebuah bar tempat dia biasa nongkrong bersama teman-temannya
"wah, sang pangeran tumben datang masih pagi begini", ucap sang pemilik bar yang teryata adalah teman jhessen
"aku tidak menyuruhmu berbicara! sekarang buatkan aku minuman", ucap jhessen sambil duduk
"apa? pagi-pagi begini kau ingin minum? sepertinya tidak pernah kau begini", ucap temannya itu yang teryata namanya Dion
"masih ingin bar mu ini buka atau tidak!?", ucap jhessen dengan tatapan elangnya
"ba-baiklah, jangan pakai emosi begitu aku kan hanya bercanda", ucap Dion seraya menuangkan minuman pada gelas jhessen
__ADS_1
tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul lima sore, akhirnya jhessen memutuskan pulang kerumah dengan gayanya yang sudah acak-acakan akibat kebanyakan minum tadi.
***Kediaman jhessen***
jhessen masuk begitu saja kedalam rumahnya tanpa melihat siapa saja disekitarnya, hingga sampai suara menghentikan langkahnya.
"jhessen", ucap aswan yang sedang duduk di sofa seraya menyilang kan kakinya
"mama, aku sudah capek", jawab jhessen dan ingin pergi begitu saja
"jhessen, mama mau bicara denganmu!", ucap aswan sedikit keras
"mau bicara apa lagi mah, tadi mama sudah bilang kan kalau tidak ada lagi yang perlu dibicarakan", jawab jhessen dengan gayanya yang sudah mabuk
"oke-oke aku akan dengarkan mama bicara", jawab jhessen sambil duduk di sofa sebelah mamanya
"mama mau kamu nikahi ziva",
"iya besok aku nikahi dia", jawab jhessen dengan entengnya
"JHESSEN, SEKARANG MAMA LAGI SERIUS!", ucap aswan mulai emosi dengan tingkah putranya itu
"memangnya apa yang mama bilang tadi?",
__ADS_1
"mama mau kamu nikahi ziva secepatnya!", ucap aswan lagi dengan tegas
"mama fikir segampang itu mah hah? aku ini masih mencintai mamanya carson, bagaimana mungkin aku menikah lagi", jawab jhessen yang setengah sadar
"pokoknya mama tidak mau tau, setelah apa yang mama lihat tadi pagi, mama ingin kamu cepat-cepat nikahi ziva! mama tidak mau ada gosip miring nantinya",
"okey, okey besok kami akan menikah ya mah, sekarang izinkan aku istirahat", ucap jhessen sambil berlalu dari ruang tamu itu
setelah kepergian jhessen, aswan baru ingat teryata dia juga harus mengatakan prihal ini pada ziva juga, akhirnya aswan pergi menghampiri ziva ke kamar cucunya.
"ziva, dimana kau?", panggil aswan sambil memasuki kamar carson
"ziv,,,", perkataan aswan terhenti saat sudah menemukan dimana ziva sedang bermain bersama cucunya di balkon kamar itu.
"ziva", panggil aswan lagi saat sudah berada tepat dibelakang ziva dan carson
"i-iya nyonya", jawab ziva masih gugup akibat kejadian tadi pagi
"saya mau bicara sama kamu!", ucap aswan lalu masuk kedalam kamar dan di ikuti ziva dari belakang
"mau bicara apa ya nyonya? apakah nyonya mau memecat saya?", tanya ziva dengan sangat hati-hati
"tidak! justru saya mau mengatakan kalau besok kamu dan anak saya jhessen harus menikah!",
__ADS_1
"APA???", ucap ziva membelalakkan matanya sangkin tidak percayanya akan apa yang didengarnya itu.