Terpaksa Menjadi Ibu Susu

Terpaksa Menjadi Ibu Susu
episode 19


__ADS_3

Keesokan harinya, seperti yang sudah dikatakan Jhessen semalam, Ziva sudah menyiapkan baju kerja yang akan di pakai oleh Jhessen nantinya, bahkan air mandi untuk suaminya itupun sudah dia siapkan.


Saat ini Ziva sedang sibuk mengerjakan tugas terakhirnya, yaitu menyiapkan sarapan suaminya.


Nasi goreng, itulah yang sudah dimasak olehnya sejak tadi, bukan hanya untuk Jheesen saja, namun Ziva juga menyiapkan untuk sepupu suaminya itu yang bernama Glen.


Akhirnya sarapan pagi ini sudah selesai tertata rapi di meja makan, saatnya Ziva kembali ke kamar putranya karena sebentar lagi putranya pasti akan bangun.


~Kamar Jheesen~


Jheseen mulai terusik dari tidurnya karena matahari mulai muncul dari sela-sela jendela kamarnya itu, dia mulai mengucek matanya dan langsung bangkit.


"Udah sesiang ini tapi wanita itu tidak membangunkan ku", ucap Jheseen dengan emosi pastinya.


Tak mau berlama-lama Jheseen langsung menuju kamar mandi, teryata istrinya sudah menyiapkan air di bathtub nya, tak lupa handuk nya juga sudah tersedia disana.

__ADS_1


Selepas mandi Jheseen keluar dari kamar mandi dan teryata Ziva juga sudah menyiapkan baju untuk dipakainya kerja hari ini.


Setelah selesai bersiap-siap Jheseen akhirnya keluar dari kamarnya dan langsung menuruni anak tangga menuju ruang makan yang berada di lantai bawah.


Teryata di meja makan sudah ada Glen disana sedang menikmati sarapan paginya yang disiapkan Ziva tadi.


"Kak, ayo sarapan bersama", Ajak Glen pada Jheseen yang baru datang


Jheseen sempat melirik apa yang dimakan sepupunya itu dan langsung menatap kearah lain.


"Dimana dia?", tanya Jheseen tiba-tiba


"Siapa lagi kalau bukan wanita tak berguna itu!", ujar Jheseen


"Kak, mau sampai kapan sih kakak seperti ini? Kakak bisa membenci kak Ziva, tapi jangan menyakiti nya juga kak", ucap Glen

__ADS_1


"Apa kau melihat aku sedang menyakitinya!", ucap Jheseen seraya menatap tajam kearah Glen


"Saat ini memang tidak, tapi kakak terlampau sering menyakitinya", jawab Glen lagi


"Padahal pagi ini aku ingin bicara baik-baik dengan kalian, tapi aku rasa saat ini belum waktu yang tepat", sambung Glen lagi


"Tidak ada yang tidak tepat, katakan yang ingin kau katakan!", ujar Jheseen sambil duduk dan mulai menyesap kopi yang disediakan Ziva sebelumnya.


"Aku akan kembali ke Amerika, tapi aku ingin saat aku kembali hubungan kalian baik-baik saja, aku ingin memastikan kalau kakak ipar baik-baik disini", ucap Glen


"Kalau mau kembali ya tinggal kembali saja! apa susahnya! kenapa sampai harus memikirkan urusan rumah tanggaku segala", jawab Jheseen dengan santainya.


"Aku tau kak, hubungan rumah tanggamu tidak ada urusannya denganku, tapi aku sangat menghargai kakak ipar, aku tidak ingin orang seperti dia pergi dari tengah keluarga kita", Jawab Glen dengan lantang.


"Tau apa kau tentang wanita itu hah!, kau hanya pendatang disini jadi tidak perlu repot-repot memikirkan semua urusanku apalagi urusan rumah tanggaku.", ucap Jheseen

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Jheseen langsung pergi meninggalkan Glen yang terdiam di meja makan itu, sedangkan Ziva yang sejak tadi teryata juga mendengar percakapan antara dua sepupu itu dari mezzanine depan kamarnya


Melihat perdebatan antara dua manusia itu, Ziva ikut bersedih untuk Glen yang sudah membela nya didepan suaminya sendiri.


__ADS_2