
"Kita bertemu kembali", ucap pria itu dengan senyuman terpancar diwajah tampanya.
Ziva yang sedang asik mendorong kereta dorong putranya, seketika berhenti dan menatap siapa pemilik suara itu.
"O-om, om yang kemarin nolongi Ziva ya?", tanya Ziva sambil memperhatikan wajah pria yang didepan nya
"Benar sekali, tidak kusangka kita bisa bertemu lagi", jawab pria itu sambil tersenyum, lalu beralih melihat kearah Carson
"Siapa anak kecil ini?", tanya pria itu sambil tersenyum melihat betapa gemas nya Carson
"Dia adalah anak dari majikanku, aku hanya membawanya berjalan -jalan saja", jawab Ziva
"Oh iya kita belum sempat berkenalan, namaku Jovan Dirgantara, panggil saja Jovan," ucap si pria itu sambil mengulurkan tangannya
"Namaku Ziva", ucap Ziva sambil berjabat tangan dengan pria bernama Jovan itu
"Ngomong-ngomong, om ada urusan apa ke taman bermain ini?", tanya Ziva
"Oh iya, sebenarnya saya juga sedang ingin melihat anak saya disini, kebetulan beby sister nya membawanya bermain ke taman ini juga", jawab Jovan
"Oh ya, dimana anak om sekarang?", tanya Ziva sambil melihat ke arah lain
__ADS_1
"Katanya mereka di dekat danau, di tengah taman ini, kalau begitu saya permisi dulu ya," ucap Jovan seraya berjalan kearah depan
"Emang istrinya kemana", gumam Ziva
Tak terasa hari sudah semakin sore, akhirnya Ziva memutuskan untuk pulang kerumah dan tanpa diduga mereka bertemu lagi dengan pria yang bernama Jovan itu.
"Hey, teryata kalian masih ada disini?", ucap Jovan
"Eh, iya nih om, ini kami juga udah mau balik kok," jawab Ziva agak sedikit kaget karena bisa bertemu lagi dengan pria itu
"Gimana kalau saya antar kalian pulang saja? Kebetulan arah rumah saya melewati jalur kalian", ucap Jovan
"Bilang saja kalian pulang bersamaku, tenang saja, saya tidak menagih ongkos", ucap Jovan sambil tersenyum
"Baiklah kalau begitu, tapi lain kali Ziva tidak mau diantar lagi, Ziva gak enakan, takut dikira orang yang aneh-aneh lagi", jawab Ziva dengan wajah imutnya
"Kamu umur berapa sih?", tanya Jovan sambil terkekeh melihat ekspresi Ziva yang sangat gemes menurutnya
"Umurku 19 tahun ", jawabnya dengan polosnya
"Okey baiklah, sekarang kita masuk ke mobil sepertinya ini akan turun hujan", Ajak Jovan sambil membukakan pintu mobil bagian belakang
__ADS_1
Akhirnya mereka pun menempuh perjalanan pulang dan selama perjalanan tidak ada pembicaraan sama sekali, Jovan yang sibuk dengan ponsel di tangannya, sedangkan beby sisternya duduk di bagian depan sambil menggendong anak perempuan seumuran dengan carson, yang pastinya adalah anaknya Jovan.
"Kenapa ibunya anak ini tidak ikut ya", pertanyaan yang sejak tadi di tanyakan Ziva di dalam hatinya
Tak terasa akhirnya mereka sampai juga di kediaman Jhessen, akhirnya Ziva turun dari mobil sambil menggendong carson dan membawa semua barang-barang mereka
"Om, terima kasih ya, lagi-lagi om udah bantuin Ziva, kalau ada waktu Ziva akan ajak om makan bersama deh", ucap Ziva
"Baiklah, saya tunggu janji kamu ini ya", jawab Jovan sambil tersenyum pada Ziva, Setelah itu akhirnya mereka meninggalkan tempat itu
Sedangkan di tempat lain Jhessen sangat kesal dan marah-marah, karena salah satu baju yang akan dipakainya di acara pesta tidak dimasukkan Ziva kedalam kopernya.
Ditambah lagi sejak siang dia menghubungi telepon rumah tapi tidak ada satupun yang mengangkat teleponnya itu
Dan entah darimana sekertarisnya yang bernama Pey itu, mengkonfirmasi bahwa nona mudanya sedang berjalan-jalan ke taman bermain,
Semakin bertambahlah amukan seorang Jhessen setelah tau orang yang ingin di hubunginya teryata sedang asik jalan-jalan, sedangkan dia sendiri sudah sangat emosi disana.
"Pey cepat kau pesankan jas terbagus di kota ini, jangan sampai aku telat datang ke acara pesta hanya karena ulah wanita sialan itu", ucap Jhessen sambil berusaha mengontrol emosinya
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi", jawab Pey lalu segera pergi dari sana
__ADS_1