Terpaksa Menjadi Ibu Susu

Terpaksa Menjadi Ibu Susu
episode 14


__ADS_3

1 Minggu kemudian Glen sudah terbiasa dengan keluarga sepupunya itu, bahkan Glen sudah tau semua bentuk kebencian Jhessen kepada istrinya karena apa


Namun walaupun demikian Glen tidak ada rasa benci ataupun marah pada Ziva, malahan Glen sangat senang bisa kenal dengan Ziva yang super baik hatinya itu


Sangkin dekatnya Glen dengan Ziva banyak orang yang berpikir bahwa mereka berdua adalah pasangan suami istri yang harmonis


"""""


Pagi ini tampak Jhessen sudah rapi dengan jas yang berwarna biru tua beserta kemeja putih di dalamnya,


karena ada meeting pagi itu juga dikantornya.


Jhessen mulai menuruni anak tangga satu persatu hingga kini dia sampai di ruang tengah rumahnya


Tampak Ziva sedang memberi putranya tampannya itu makan dengan sangat telaten, membuat Jhessen yang melihatnya terdiam sejenak.


"Sedang apa kakak disini?" tiba-tiba Glen menghampiri Jhessen


"Tidak ada" jawab Jhessen, lalu pergi begitu saja


"Bilang saja kalau kakak mulai tertarik dengan kakak ipar" umpat Glen

__ADS_1


""""""


(Di kantor )


Jhessen sudah mulai mempersiapkan semua file yang akan di bahas saat meeting nanti, namun ada file yang sangat penting teryata tertinggal di kamarnya.


Akhirnya mau tak mau Jhessen menghubungi telepon rumahnya, Ziva yang memang ketepatan masih di ruang tengah tadi pun langsung mengangkat telepon masuk itu.


"Halo, siapa disana?" ucap Ziva dengan suara lembutnya


"Ini aku, cepat kamu ambilkan file diatas meja kerjaku sekarang juga dan segera antar ke kantor sekarang juga!", Setelah mengatakan itu Jhessen langsung mengakhiri panggilan telepon itu.


Tak berpikir panjang lagi akhirnya Ziva berlari menuju kamar kerja suaminya dan segera mengambil berkas yang Jhessen minta tadi


(Kurniawan Corp)


"Jadi ini perusahaannya", ucap Ziva dengan takjub


Tak lama kemudian datanglah seorang security menghampiri Ziva yang masih terpaku melihat besarnya kantor milik suaminya itu


"Hei mau apa kamu kesini? pengemis dilarang masuk kawasan ini!", ucap si scurity itu

__ADS_1


"Maaf pak, tapi saya bukan pengemis", jawab Ziva dengan sopan


"Halah penampilan mu saja sudah nampak, kalau kamu itu pengemis. Pergi sana dan jangan datang lagi kesini!", ucap si scurity mengusir Ziva


"Berhenti!", ucap seorang pria dari belakang menghentikan langkah Ziva yang didorong paksa oleh scurity


Dengan langkah yang santai, pria itu yang tidak lain adalah Pey sekertaris Jhessen datang menghampiri kearah dimana Ziva dan Scurity itu berdiri


"Mas Pey, tolong saya untuk memberikan ini kepada tuan Jhessen", ucap Ziva sambil menyerahkan berkas yang tadi dia bawa


"Tuan Jhessen sudah menunggu anda di ruangannya, mari saya antar kesana", ucap Pey dengan suara lembutnya


Akhirnya Ziva mengikuti langkah sekertaris suaminya itu, sedangkan Scurity tadi hanya diam terpelongo


Jhessen Keith Kurniawan, itulah yang tertulis di pintu ruangan suaminya.


"Saya hanya bisa menghantar anda sampai disini saja, selebihnya anda sendiri yang mengurusnya", ujar Pey


"Tapi saya takut masuk kedalam sendirian mas", ucap Ziva dengan raut wajahnya yang mulai ketakutan


"Semua akan baik-baik saja, pergilah tuan sudah menunggu", ucap Pey lagi

__ADS_1


Dengan sekali tarikan nafas dan keberanian yang sudah dikumpulkan, Ziva melangkah satu langkah dan mulai menyentuh gagang pintu ruangan suaminya. Dan


Ceklek, pintu pun terbuka


__ADS_2