
***kamar carson***
"apa tuan butuh sesuatu", tanya ziva seraya mengusir rasa terkejut dan takutnya
"kau tidak perlu berbesar kepala karena aku datang kesini, aku datang kesini karena aku ingin memastikan putraku baik-baik saja",
"tenang saja tuan, carson akan baik-baik saja selama aku yang menjaganya", jawab ziva dengan sangat yakin
"aku juga mau mengingatkanmu untuk tidak sembarangan membawa carson keluar rumah ini! apalagi tanpa seizin ku! kau mengerti?",
"saya mengerti tuan dan maafkan saya atas kejadian tadi", jawab ziva
"bagus kalau kau mengerti", ucap jhessen
__ADS_1
Setelah selesai melihat keadaan carson, jhessen akhirnya keluar dari kamar putranya itu dan pergi menuju ruang kerjanya
malam harinya aswan meminta jhessen dan ziva untuk makan malam bersama, karena memang mulai dari mereka menikah, belum pernah ada yang namanya makan bersama dirumah itu.
dimeja makan
"dimana suamimu?", tanya aswan pada menantunya yang turun sendiri
"emmm, tuu,,,",
"aku datang mah", saut jhessen memotong perkataan ziva
"mah, aku baru aja habis mandi wajar dong ziva ninggalin aku", jawab jhessen menatap kearah ziva
"I iya mah, tadi ziva juga ke kamar carson sebentar, jadi ziva kedeluanan deh", saut ziva juga
"baiklah kalau begitu kita makan ya, mama udah mulai lapar sekarang", ucap aswan
akhirnya ketiga orang itu mulai makan dan tidak ada suara yang berbicara, kecuali suara sendok dan piring yang berlagaan.
"eheem, mama masih belum dengar rencana bulan madu kalian. kapan kalian pergi honeymoon?", tanya aswan setelah ia menyelesaikan makannya
__ADS_1
"mah, bisa tidak bahas itu nanti saja", jawab jhessen tak suka dengan pertanyaan mamanya itu
sedangkan ziva hanya bisa diam dan kaget atas ucapan mertuanya, namun dia tetap bersikap biasa saja walau jantungnya sudah berdetak sangat kencang saat itu.
"mama hanya bertanya, apa salahnya? dan kita juga tidak sedang sibuk kan? lalu apa susahnya tinggal menjawab", ucap aswan sambil melirik kedua pasangan suami istri itu.
"soal itu nanti akan kami bicarakan mah, mama tidak perlu khawatir, karena cepat atau lambat kami akan honeymoon. jadi tenang saja", lanjut jhessen lagi
"okey. tapi mama maunya secepatnya, karena mama ingin sekali menggendong cucu perempuan", ucap aswan seraya berhayal dipikirannya.
hingga perkataan mertuanya itu berhasil membuat ziva tersedak makanan yang ada di mulutnya, mungkin dia sangat kaget mendengar ucapan mertuanya itu.
"ziva kau ini kenapa? ayo minum dulu", ucap aswan seraya memberikan segelas air pada menantunya
"terima kasih mah", ucap ziva setelah merasa enakan
"yasudah, mama mau istirahat lebih dulu. kalian selesaikanlah makan malam kalian", ucap aswan lalu pergi menuju kamarnya.
setelah kepergian mamanya jhessen mulai menatap ziva sangat lekat dan tajam seperti biasanya
"kau jangan berharap perkataan mama tadi akan terwujud, karena sampai kapanpun aku tidak akan membawamu sekedar jalan-jalan atau bahkan honeymoon sekalian",
"jadi kau tidak perlu bermimpi!", tambah jhessen lagi dan dia pun pergi meninggalkan ziva di ruang makan itu
ziva yang sudah sendiri di meja makan itu, mulai mencerna semua perkataan suaminya barusan dan tentu saja hal itu bisa membuatnya bersedih
__ADS_1
"aku memang tidak pernah mengharapkan lebih dari pernikahan ini", ucap ziva sangat pelan