
Kediaman Jheseen
Ziva sedang asik menidurkan Carson tiba-tiba dikagetkan oleh kedatangan Jheseen di hadapannya, dan dibuat bingung juga karena pertanyaan Jheseen yang membuatnya semakin bingung.
"Berapa ukuran sepatu yang biasa kau pakai?", tanya Jheseen tanpa ada basa basi terlebih dulu.
"Ti-tiga puluh enam tuan", jawab Ziva dengan kondisi kebingungan.
Setelah mendengar jawaban Ziva, Jheseen langsung keluar dari kamar putranya itu dan kembali menuruni anak tangga untuk menemui sekertarisnya yang sudah menunggu.
"Ukuran sepatunya carikan yang nomor 36", ucap Jheseen pada Pey
"itu saja tuan?", tanya Pey
"Apalagi memangnya?",
"Ukuran bajunya?", tanya Pey lagi
"Aku tidak sempat menanyakannya, kau sudah besar jadi kau pasti sudah tau untuk mencocokkan ukuran baju untuk wanita itu", ucap Jheseen dan kembali memasuki rumahnya.
"suaminya siapa, yang mencarikan baju untuk istrinya siapa", ucap Pey dalam hatinya.
__ADS_1
Keesokan harinya
Ziva sedang membersihkan halaman rumah yang ditemani putranya Carson yang didudukkan nya di atas kereta dorong nya itu.
Saat sedang asik memotong rumput, Ziva dikagetkan oleh kedatangan banyak orang dengan berbagai macam tentengan di tangan mereka masing-masing.
"Ada keperluan apa ya mbak?", tanya Ziva memberanikan diri
"Kami telah di utus tuan Pey kesini untuk merias anda nona", jawab salah satu dari mereka.
"Untuk apa? Saya tidak perlu di rias, mungkin kalian salah orang", jawab Ziva
"Tuan Pey lah yang sudah mengantar kami kesini nona jadi tidak mungkin kami salah", jawab nya lagi
Dengan rasa was was Ziva mempersilahkan mereka masuk dan membawanya ikut bersama ke kamarnya.
"Sebelum kami merias nona, ada baiknya nona berendam susu yang kami bawakan ini nona, nanti kulit nona akan tampak lebih cerah dan kenyal", ucap MUA itu.
Beberapa menit kemudian Ziva sudah selesai dengan ritual mandi air susu itu, saatnya Ziva di make over oleh mereka.
"Aduh tidak di make up saja sudah cantik apalagi sudah di rias seperti ini, nona semakin cantik sekali", ucap salah satu dari MUA itu.
__ADS_1
"Iya benar , aku yang perempuan saja terpikat oleh kecantikan nona ini, apalagi tuan muda", ucap seorang lagi
"Kalian bisa aja mbak, aku tidak secantik itu kok", jawab Ziva malu-malu.
"Siapa bilang, nona sangat cantik, yaudah deh daripada buang-buang waktu, mending nona langsung aja coba beberapa baju ini", ucap nya lagi.
Akhirnya Ziva mencoba satu persatu baju-baju itu, namun belum ada yang pas.
"Semua gaun sudah di coba tapi belum ada yang pas, bagaimana ini?", ucap MUA itu kebingungan.
"Bagaimana kalau yang satu ini? gaun yang ini belum di coba sejak tadi", ucap MUA yang lain nya.
"Yasudah nona cepat coba yang satu ini, jangan sampai tuan datang dan kita belum selesai juga", ujar MUA nya lagi
Dan akhirnya gaun yang terakhirlah yang pas di tubuh Ziva dari sekian banyak gaun yang di cobanya.
"Wow, ini sangat pas sekali, sangat cantik di tubuh nona", ucap MUA itu dan dipuji MUA yang lainnya juga
"Tapi apakah baju ini tidak terlalu terbuka?", tanya Ziva yang sedikit risih karena memang dia tidak pernah memakai gaun seperti itu.
"Mana ada yang terlalu terbuka nona, sekarang ini gaun seperti ini sudah biasa, jadi santai saja, nona sangat cantik dengan gaun ini",
__ADS_1
"Baiklah karena tugas kami sudah selesai, kami pamit ya nona, tunggulah tuan sebentar lagi pasti datang menjemput nona.
Setelah itu para MUA itu bergegas pergi meninggalkan kediaman Jheseen itu, dan teryata sudah ada taksi yang menunggu mereka di bawah sana.