Terpaksa Menjadi Ibu Susu

Terpaksa Menjadi Ibu Susu
episode 15


__ADS_3

Ceklek, pintu terbuka


Nampaklah disana dua orang manusia sedang bercumbu mesra di atas sofa, yang tidak lain adalah Jhessen dengan wanita bayarannya.


Mendengar suara pintu dibuka, buru-buru kedua orang itu mengentikan aksinya masing-masing dan memperbaiki pakaiannya yang sedikit berantakan


"Berani sekali kau masuk tanpa mengetuk pintu dulu!", ucap Jhessen dengan raut wajah marah


"Maafkan saya tuan, saya sudah lancang", jawab Ziva seraya menunduk


"Siapa wanita kampungan ini?", tanya wanita yang bersama Jhessen tadi


"Dia hanya pembantu di rumahku", jawab Jhessen dengan santainya dan tentu membuat kedua bola mata Ziva melotot tak percaya dengan apa yang didengarnya barusan


"Dimana berkas yang kuminta?", tanya Jhessen kembali


"I -ini tuan", ucap Ziva sambil menyerahkan berkas yang dibawanya itu


"Sekarang pergilah! pasti masih banyak tugasmu yang menumpuk kan!?", ujar Jhessen

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu saya permisi tuan", jawab Ziva lalu segera pergi dari sana


Langkah demi langkah telah di jalani Ziva keluar dari kantor suaminya itu, namun pikirannya tak luput dari apa yang sudah dilihatnya di ruangan suaminya barusan


"Yah, aku memang hanya seorang pembantu untuknya tidak lebih dari dari itu", ucap Ziva tanpa terasa air matanya menetes membasahi pipi chubby nya


"Aku memang tidak pantas untuknya, dan untuk posisi ini, sebenarnya akupun tidak menginginkannya. Aku tidak pernah berfikir untuk menjadi istrinya, tapi kenapa semua ini terjadi padaku?", ucap Ziva berbicara pada dirinya sendiri


Karena menangis terus, Ziva sampai tak sadar bahwa dia sudah berjalan entah kemana, lebih tepatnya saat ini Ziva berada di sebuah taman kota yang tak pernah dia jalani sebelumnya


"Aku dimana sekarang?", ucap Ziva sambil melihat sekeliling namun tidak bisa dia kenali tempat itu


Hingga akhirnya seorang pria menghampirinya dan menyentuh pundak Ziva agar menoleh melihatnya


"Siapa namamu? dan dimana rumahmu? kenapa kamu duduk di pinggir jalan seperti ini?", tanya pria itu


"Namaku Ziva, sepertinya aku sudah nyasar dan tidak tau jalan pulang", jawab Ziva lalu kembali menangis


"Hei jangan menangis, katakan, dimana rumahmu? aku akan mengantarmu pulang", ucap pria itu dengan lembut seperti sedang membujuk anak kecil saja

__ADS_1


"Rumahku ada di jalan melati nomor 12, apa om mau mengantarkan Ziva pulang?", ucap Ziva seraya menatap lekat wajah pria itu


"T-tentu saja, ayo kita berangkat sekarang", ajak pria itu, lalu membukakan pintu mobilnya untuk Ziva setelah itu mereka pun akhirnya pergi


Tak terasa akhirnya mereka sudah sampai, dan alangkah kagetnya pria itu saat melihat rumah yang dikatakan gadis kecil yang ditemukannya itu


"Apa benar dia tinggal disini?", batin pria itu


"Kita sudah sampai, apa kau tidak mau pulang?", ucap pria itu karena teryata gadis itu sudah tertidur sejak tadi diperjalanan


"Pulang, aku mau pulang om", jawab Ziva cepat-cepat bangun, melihat tingkah gadis itu, pria itu kembali menarik segaris senyum nya


"Kalau begitu turunlah, jangan sampai aku membawamu kembali", goda pria itu, sontak membuat Ziva ketakutan dan segera keluar dari mobil pria itu


"Om terima kasih sudah mengantarkan Ziva pulang, sampai jumpa kembali om ", ucap Ziva saat akan memasuki gerbang rumah Jhessen yang super besar itu


Mendengar perkataan gadis kecil itu, pria itu hanya bisa mengangguk sambil tersenyum, dan teryata semua gerak-gerik nya telah di perhatikan oleh supirnya sejak tadi


"Tidak biasannya bos seperti ini", batin supir pribadi pria itu

__ADS_1


__ADS_2