TERPIKAT DOSEN KU

TERPIKAT DOSEN KU
RINDU


__ADS_3

“Rio..... Rio.....” terdengar suara perempuan yang memanggil Rio.


Mendengar suara itu, Rio pun menghampiri perempuan itu yang sedang duduk di taman.


Seketika Rio mengeluarkan air mata ketika melihat perempuan itu, “kamu... bernarkah itu kamu?”. Tanya Rio kepada perempuan itu.


“aku merindukanmu... aku tidak mau kamu pergi, jangan pergi dari hidupku”, mohon Rio sambil menangis kemudian langsung memeluk perempuan itu.


Perempuan itu pun mengelus punggung Rio dengan menggunakan kedua tangannya sambil berkata, “aku selalu mendokanmu bahagia dari sana”, ucap perempuan itu yang kemudian melepas pelukannya dan langsung memandang Rio sambil tersenyum dan melambaikan tangannya...


Perlahan perempuan itu mulai menghilang...


“tunggu... tunggu... tunggu jangan pergi....” teriak Rio sambil tangannya ia ulurkan..


Dan tak lama kemudian mata nya terbuka dengan posisi tangan terulur. Dalam posisi rebahan kemudian ia duduk dengan nafas tersengal. Lalu Rio pun menangis menyadari bahwa yang baru ia alami itu adalah mimpi, air matanya tumpah.


“sakit. Sakit sekali. Kenapa kamu tega meninggalkan aku sendirian? Kamu bohong!”, ucap Rio sambil menangis.


Ia pun kemudian mengambil ponselnya lalu membuka galeri foto yang di dalamnya tersimpan foto seorang perempuan yang ada di dalam mimpinya itu. Sambil memandang foto perempuan itu Rio kembali berkata, “ma.. maaf ini salahku, aku minta maaf”, ucap Rio sambil terisak tangis saat melihat foto itu....


......................


Pagi hari nya...


“perhatian hari ini Pak Rio tidak masuk, beliau memberikan tugas untuk kita kerjakan hari ini dan di kumpul langsung lewat email”, ucap Ziko yang merupakan ketua angkatan mereka.


“Pak Rio tidak masuk? Tumben kenapa ya?”, Lisa bertanya-tanya di dalam hati.


Tina pun bertanya kepada Ziko, “kenapa Pak Rio tidak masuk?”


“Pak Rio bilang ia sedang tidak enak badan”, balas Ziko

__ADS_1


Mendengar Rio sedang sakit, entah kenapa Lisa sedih.


"apasih kok aku jadi gelisah gini? Orang aneh kamu sedang apa sekarang...", ucap Lisa dalam hati.


Lisa kemudian mengambil ponselnya dia mencoba mengetikan pesan, "selamat pagi pak, Lisa dengar bapak sedang sakit? Bolehkah Lisa tau alamat rumah bapak dan menjenguk bapak?", tulis Lisa di pesannya itu... lalu, beberapa detik kemudian Lisa kembali berpikir, "aarrrghhh bisa-bisanya aku ngetik seperti itu, nanti apa coba yang orang aneh itu pikirkan kalau aku kirim pesan kek gitu", gumam Lisa sambil menghapus pesan tersebut tak jadi mengirimnya.


Tapi tetap saja Lisa gelisah dan ingin segera menjenguk Rio sambil teringat ketika Rio selalu ada di saat Lisa sakit ataupun kesulitan.


Di ambilnya lah handphone miliknya itu lalu di cari nya lah kontak bernama SI ANEH.


Kemudian ia menekan tombol hijau tanda bahwa Lisa sedang mencoba menelpon nomor kontak yang bernama SI ANEH itu.


Telepon dari Lisa tersambung, tapi Rio tak mengangkat telepon dari nya kemudian di telepon lah oleh Lisa untuk kedua kalinya namun hasilnya tetap sama.


Lisa yang tadi nya sedih dan gelisah mendadak berubah jadi khawatir, rasa nya sekarang ia langsung mau bolos kuliah dan langsung menuju rumah Rio untuk menjenguk tapi tercuma karena Lisa tidak tau dimana rumah dosennya itu.


.........


Rio sedang berada di kamarnya, tak terhitung pesan maupun panggilan yang masuk ke handphone nya, namun tak satupun pesan ataupun telepon itu ia respon. Tak terkecuali telepon dari Lisa dan pesan dari Tina yang menanyakan keadaannya pun tidak Rio respon..


Rio pun beranjak dari kamarnya menuju ruangan lain. Ternyata ruangan itu adalah ruangan seperti studio, dimana di dalam ruangan itu terdapat sekali foto-foto seorang perempuan yang berjejer menghiasi dinding ruangan tersebut, bahkan bukan hanya foto tapi juga terdapat lukisan perempuan tersebut.


Rio hanya duduk di Sofa ruangan itu sambil memandangi lukisan perempuan yang ia buat sendiri dengan tangannya 8 tahun yang lalu itu, Rio pun sampai-sampai tertidur di Sofa itu.


.......


Rumah Lisa...


Lisa sekarang telah berada di rumah setelah menyelesaikan kuliahnya hari ini...


Lisa masih memikirkan Rio, "apa kabarmu? Bagaimana aku bisa tahu kabarmu kalau kamu tidak membalas pesan ku", ujar Lisa berbicara sendiri di depan cermin.

__ADS_1


"aku harusa tanya siapa lagi?", Lisa berpikir sambil menatap muka nya sendiri di cermin.


Tak lama kemudian ia memikirkan sebuah ide, "oh iya kan ada Ardi", pikir Lisa yang teringat dengan Ardi yang merupakan sopir Rio.


"hmmmm, tapi..... aku percuma aku juga nggak nyimpen nomornya...", sesal Lisa.


Ditengah kegalauannya, Lisa membuka sosial media, dan dia terpikir untuk mencari akun sosial Ardi. Dan benar saja dari sekian banyak nama Ardi akhirnya ia mendapatkan nya, ia yakin karena Lisa masih menginggat muka Ardi yang sama persis di foto profil akun tersebut.


Lisa memberanikan diri mengirim pertemanan dan kemudian langsung mengetik DM ke akun Ardi, "selamat sore bang Ardi ini aku Lisa yang pernah abang antar pulang dengan pak Rio saat kami di bandara. Lisa mohon maaf sebelumnya mau menanyakan dimana alamat Rumah Pak Rio, karena Lisa dengar Pak Rio sakit, jadi Lisa rencananya mau membesuk nya. Terimakasih bang", ketik Lisa ke DM Ardi.


Beberapa jam kemudiam, pada malam harinya baru lah Ardi menerima pertemanan Lisa dan langsung membalas pesan dari Lisa, "iya saya ingat, biarlah saya akan menjemput mu, kapan kamu bisanya biar saya saja yang antar ke rumah Pak Rio.", balas Ardi.


Mendapat balasan pesan dari Ardi tersebut Lisa menjadi sangat terbantu namun ia juga berpikir kenapa Ardi begitu baik kepada nya sampai repot-repot mau menjemputnya padahal ia tidak minta. Kemudian Lisa mulai mengetik, "besok pagi saja bang jam setengah 10", balas Lisa kepada Ardi walaupun sebenarnya besok ia ada jam kuliah tapi tak apalah pikirnya demi Pak Rio yang selama ini perhatian pada dirinya sehingga ia rela untuk tidak masuk kelas. Ya entah sejak kapan Lisa bertindak demi Pak Rio!!


.......


Didalam mobil,


Ardi yang sekarang berada di teras rumahnya merasa lega mendapatkan pesan dari Lisa, "mudah-mudahan kehadiran Lisa bisa mengobati kerinduan Pak Rio terhadap perempuan itu", gumam Ardi dalam hati.


Ardi menyadari kondisi tuannya itu ketika Ardi ke rumah Rio kemarin, alangkah terkejutnya ia melihat kondisi Rio yang begitu kacau dan lesu dengan keadaan kamar yang berantakan.


Ardi melihat Rio yang sedang menggigau menyebut-nyebut nama seorang perempuan, perempuan yang di cintainya.


"semoga saja lubang di hati itu bisa tertutup, sudah lama sekali.....", ucap Ardi sambil menghembuskan rokoknya.


.


.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


terimakasih telah membaca 🤗 selamat beraktivitas bagi yang bekerja dan selamat berakhir pekan bagi yang liburan 😍


__ADS_2