TERPIKAT DOSEN KU

TERPIKAT DOSEN KU
DALANG


__ADS_3

“kami tidak mencurigai bapak, karena kami pihak kepolisian selalu mengedepankan azaz praduga tidak bersalah. Alasan kami mengembangkan penyelidikan kasus kecelakaan ini dikarenakan saat olah tempat kejadian perkara kami menemukan indikasi bahwa rem dan gas mobil milik Almarhum di sabotase. Ada kecurigaan kesengajaan merusak rem dan gas mobil sehingga menyebabkan kecelakaan terjadi”, ujar polisi menerangkan.


Mendengar penjelasan polisi itu membuat Rio terkejut, ia tak sangka ada orang yang sengaja melakukan itu pada Fredi. Rio pun menaruh kecurigaan terhadap orang yang ingin diungkapkan oleh Fredi ke Dirinya, yakni orang yang menyuruh Fredi meyakiti Lisa. Dialah Dalang di balik semua ini. Siapa Dia?


Rio merasa semakin kesal dan geram padahal tinggal sedikit lagi ia mengetahui siapa orang yang menyuruh Fredi menyakiti Lisa tapi sekarang Fredi yang hendak memberitahunya sudah tiada.


Rio nampak berpikir keras, tapi semua itu buyar ketika polisi kembali berbicara, “bapak tenang saja sebab kami hanya ingin klarifikasi tentang kebenaran komunikasi terakhir Almarhum dan ternyata bapak membenarkan itu. Untuk sekarang bapak adalah salah satu saksi dari kasus kecelakaan ini. Kami harap bapak bisa kooperatif dan bisa bekerjasama dengan kami dalam menuntaskan kasus ini”, ucap salah satu polisi itu.


“kalau boleh tau apa hubungan bapak Rio dengan Almarhum Fredi?”, cecar polisi kembali memberikan pertanyaan kepada Rio.


“Fredi bisa dikatakan merupakan kenalan lama ku. Fredi dulu nya adalah seorang wartawan di salah satu koran nasional, dulu saya sering berjumpa dengannya saat masih kuliah, saat itu kami sering terlibat dialog dalam kaitan dia sebagai wartawan dan saya sebagai narasumbernya. Karena latar belakang inilah, membuat saya sering bertemu dengan Fredi, baik itu diwawancarai saat demo di jalan maupun saat Fredi meminta saya menjadi narasummber di koran kala itu. Hanya sebatas itu saja, di luar itu kami tidak pernah berkomunikasi lagi sudah lama sekali”, jawab Rio dengan panjang.


“hmmm jadi begitu ya... Bapak bilang sudah lama tidak bertemu tapi kenapa tiba-tiba setelah sekian lama tidak bertemu mengapa bapak membuat janji dengan dia sebelum kejadian itu terjadi?”


“itu urusan pribadi saya, jadi saya tidak bisa ceritakan kepada bapak berdua”, jawab Rio sekali lagi menegaskan.


Kemudian polisi yang satunya pun ikut bersuara, “baiklah kalau bapak tidak berkenan menjawab, mungkin untuk sekarang itu dulu yang kami ingin konfirmasi dan tanyakan langsung kepada Bapak, kami harap bapak bisa mengerti kedetangan kami hari yang tiba-tiba ini. Itu saja dulu, kami langsung pamit dulu, dan terimakasih atas waktu nya”


“iya sama-sama”, balas Rio.


Kemudian Rio dan kedua polisi itu saling bersalaman lalu kedua polisi itu meninggalkan Ruangan Rio.


...............................


Di sebuah Villa...

__ADS_1


Seperti biasa Pria misterius sedang duduk santai sambil menonton televisi. Pria misterius ini terus memantau perkembangan kasus atas berita kecelakaan yang menewaskan seorang wartawan senior yaitu Fredi yang tak lain dan tak bukan merupakan orang yang ia celakai.


Pria misterius itu tersenyum licik dengan sedikit tertawa kecil, “hahaha Rio... Rio .. pasti tak lama lagi kamu akan di curigai polisi. Siapa suruh kamu berkomunikasi dengan nya di saat-saat terakhir hidupnya. Perlahan-lahan aku akan membuatmu merasakan kepedihan dalam hidupmu Rio".


Pria misterius itu pun berjalan menuju ke dalam kamar wanita yang semua bernuansa kentantal berwarna pink dan Kamar itu terlihat tersusun sangat rapi.


Pria itu pun duduk di tepi ranjang sambil tangannya meraih sebuah foto yang terletak di atas meja yang tak jauh dari kasur. Sambil memegang foto yang terdapat di dalam bingkainya itu Pria Misterius itu berbicara, “aku akan melakukan nya dengan serapi-rapi mungkin karena aku tau kalau kamu suka nya orang yang rapi bukan? , kamu tenang saja.”, ujar Pria Misterius itu sambil melihat foto itu dan lalu tersenyum kecil.


................


Jam 16. 50 WIB


Setelah menunggu tak kurang dari 45 menit, akhirnya Ardi yang merupakan sopir Rio datang untuk menjemput Rio yang sedang menunggu di kampus, “maaf tuan, bikin lama menunggu soalnya tadi di jalam lumayan padet”, sapa Ardi sambil membukakan pintu mobil untuk Rio.


“Kamu ini seperti dengan orang lain saja”, balas Rio sambil langsung masuk ke dalam mobil.


“langsung aja kita pulang ke rumah. Aku mau langsung cepet-cepet tidur malem ini”, ujar Rio yang memang hari ini cukup terkuras pikirannya setelah kedatangan dua orang polisi yang menanyainya.


Kedatangan dua orang polisi itu sedikit banyak membuat Rio khawatir kalau namanya di curigai sebagai tersangka.


Selama di perjalanan Rio lebih banyak memejamkan mata nya sambil menyandarkan kepala di jendela mobil. Rio pun kemudian membuka mata nya ketika menyadari mobil yang ia naiki terhenti dan langsung lah ia membuka kedua mata nya menyadari jika telah sampai di depan rumahnya.


Rio pun langsung turun menuju pintu depan sedangkan Ardi langsung menuju garasi mobil.


Ketika hendak membuka pintu rumah, Rio melihat suatu kotak yang berada di depan pintu rumahnya. Di atas kotak itu bertuliskan, “UNTUK RIO ARMANDO. AKU HARAP KAMU SUKA”.

__ADS_1


Kemudian Setelah membaca tulisan di kotak itu, Rio pun langsung membuka kotak itu, lalu tak lama setelah melihat isi kotak itu, dengan spontan Rio langsung membuang kotak itu dengan reaksi yang terkejut.


Betapa tekejutnya Rio ketika melihat kotak itu yang berisikan bangkai tikus yang masih bermandikan darah segar.


Ardi yang melihat Rio menjatuhkan kotak itu langsung menghampiri Rio. Ardi pun ikut terkejut melihat apa yang sedang berserakan di lantai depan pintu Rumah Tuan nya itu.


“kurang ajar sekali ini ulah siapa. Apa Tuan punya musuh?”, spontan Ardi berbicara.


“entahlah Ardi mungkin.....”, balas Rio.


“mungkin apa Tuan?”, tanya Ardi.


“tidak. Tidak apa-apa. Sekarang saya minta tolong kamu singkirkan ini semua”, jawab Rio sambil menunjukan kotak dan bangkai tikus itu.


“ia Tuan”, ujar Ardi.


Rio pun memasuki rumah sambil berjalan ia berdialog di dalam hati nya sendiri, “jadi... apakah ini peringatan dari mu untuk ku, agar aku tidak mencari tahu lagi siapa dirimu?, dalang dari semua peristiwa ini? Dalang dari kejahatan terhadap Lisa dan Fredi. Baiklah kalau begitu maksud mu aku terima tantangan mu.” Gumam Rio dalam hatinya.


.


.


.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


#terimakasih telah membaca ☺#


#mohon bantuannya agar cerita ini menjadi ramai dan author jadi tambah semangat 🔥#


__ADS_2