TERPIKAT DOSEN KU

TERPIKAT DOSEN KU
RENCANA TINA


__ADS_3

"pemberitahuan bagi semua mahasiswa saya yang ingin bimbingan proposal skripsi maupun skripsi dengan saya, besok saya tunggu di ruangan saya di ruang wakil dekan II. Jam 09.00 s.d/selesai."


Demikian lah pesan tertulis yang Rio kirimkan di Grup Sosial Media yang beranggotakan dirinya dan seluruh mahasiswa bimbingannya dari bermacam-macam angkatan.


Setelah pesan itu terkirim, dengan hitungan detik hampir semua penghuni grup tersebut membaca pesan dari nya itu dan beberapa mahasiswa lain langsung cepat membalas,


"siap pak Rio"


"terimakasih pak informasinya".


"iya pak terimakasih banyak"


Rio pun hanya membaca balasan pesan dari mahasiswa nya itu tanpa merespon nya lagi.


Setelah sempat tidak menerima bimbingan skripsi maupun proposal skripsi yang disebabkan karena kesibukannya dan beberapa rentetan insiden-insiden yang terjadi belakangan ini, akhirnya Rio memutuskan besok untuk membuka kembali bimbingan skripsi untuk mahasiswa-mahasiswa nya besok pagi karena kebetulan besok Rio tidak memiliki jam mengajar.


Di sisi lain, dari semua mahasiswa bimbingan Rio, mungkin Tina lah yang paling merasa tidak sabaran untuk bimbingan besok, bukan karena bimbingan skripsi yang ia tunggu-tunggu melainkan sosok sang dosen nya itulah.


Tina senyum-senyum sendiri setelah membaca pesan pemberitahuan bimbingan skripsi dari Rio di Grup Sosial Media.


Tina, Tidak seperti teman-teman nya yang lain yang sibuk menyiapkan berkas-berkas untuk bimbingan besok, melainkan Tina malah langsung membuka lemari pakaian nya dan langsung memikirkan besok harus memakai baju yang mana agar bisa terlihat cantik dan menawan di depan dosen idamannya itu, "hmmmm yang mana ya, apa yang ini aja ya? Tapi.... keknya bagus yang ini....", ucap Tina berbicara dengandiri sendiri di depan cermin sambil memegang beberapa jenis model baju di kedua tangannya.


............


Keesokan pagi nya...


Tidak seperti biasanya Tina hari ini bangun lebih awal, karena ia ingin menyiapkan diri untuk tampil secantik mungkin di depan Rio sampai-sampai ia lupa tujuan awal bertemu dengan Rio adalah untuk bimbingan skripsi.

__ADS_1


Bahkan Tina baru ingat kalau ia belum print out ulang berkas perbaikan skripsi yang akan ia bawa hari ini, "haduhhh baru inget aku belum print skripsi", ujar Tina sambil menepuk jidatnya karena baru teringat bahwa ia belum menyiapkan segala berkas malah ia sibuk berdandan.


Setelah selesai menyiapkan berkas skripsi nya, Tina pun siap untuk menuju kampus, ia sudah tidak sabar ingin ke kampus untuk bertemu dengan Rio dan langsung bergegas memasuki mobilnya.


Setelah 30 menit di perjalanan akhirnya Tina pun sampai di kampus dan langsung menuju lantai III tempat ruangan Rio.


Dari kejauhan ternyata ia bukan orang pertama yang datang, melainkan sudah banyak mahasiwa dan mahasiswi lain yang telah menunggu di depan ruangan, baik itu teman satu angkatannya maupun kakak tingkatnya.


Tina pun berjalan menuju ruangan untuk ikut menunggu, Tina tampil dengan begitu cantik nan memukau. Kehadiran Tina itu menarik perhatian para mahasiswa, terutama para kakak tingkatnya.Tina pun berjalan perlahan melewati kakak tingkat yang memperhatikan kecantikan nya dari tadi.


Para kakak tingkatnya itu saling mencolek satu sama lain, "tuh lihat, loe kenal dia nggak", ucap salah satu mahasiswa berbisik ke teman sebelahnya.


"widihhh siapa tu seperti nya adik tingkat kita. Gila cantik banget dia", balas nya dengan berbisik-bisik.


Tina pun mendengar samar-samar tingkah kakak tingkatnya itu yang berbisik-bisik tentang nya tapi ia tidak terlalu peduli karena memang yang ingin Tina bikin terkesima bukan para mahasiswa lain melainkan dosen nya yaitu Rio Armando.


Mahasiswa masih setia menunggu dan sudah semakin banyak yang datang.


Kurang lebih sudah hampir setengah jam Tina menunggu kedatangan Rio.


Tak lama dari itu terdengan suara hentakan kaki yang menaiki tangga, Tina pun menoleh memperhatikan berharap itu Rio, dan benar saja akhirya langkah kaki itu memang berasal dari langkah kaki Rio.


Seperti biasa Rio selalu tampil dengan Rapi dan Cool membuat para mahasiswi lain selalu memuji tampilannya.


Rio pun menghampiri para mahasiswa nya yang telah menunggu daritadi, menghampiri mahasiswa dengan tersenyum ramah membuat mereka yang tadi nya kesal karena sudah menunggu lama menjadi tidak bisa marah karena senyuman Rio yang begitu teduh.


"ayo silahkan masuk. Bimbingannya secara bergantiannya", ucap Rio kepada semua mahasiswa nya sambil langsung membuka kan pintu dan mempersilahkan masuk.

__ADS_1


Seluruh mahasiswa bimbingan Rio pun langsung menuruti perintah Rio dan menyusun duduk dengan rapi.


Tak terasa Satu per-satu mahasiswa bimbingan proposal maupun skripsi sudah masuk dan keluar dari ruangan Rio secara bergiliran.


Sampai tiba giliran Tina, kemudian salah satu kakak tingkat mempersilahkannya, "dek cantik... giliran kamu sekarang", ujar kakak tingkatnya itu mempersilahkan sambil sedikit menggoda Tina.


Mendengar ucapan kakak tingkat nya, Tina pun balik mempersilahkan, "hhmmm iya terimakasih kak, kakak duluan aja, aku terakhiran aja", Balas Tina.


"yang bener dek? Kenapa mau terakhirnya padahal udah datang duluan, gak apa-apa nih?", ucap kakak tingkatnya itu.


"gak apa-apa kak. Aku masih mau nyiapin berkas yang lainnya", jawab Tina.


Tina pun mempersilahkan untuk antrian di bawah nya untuk duluan masuk dengan alasan mau melengkapi berkas-berkas nyatanya Tina hanya berbohong dan sengaja untuk dapat giliran bimbingan yang paling terakhir supaya keinginannya berduaaan dengan Rio lancar tanpa ada gangguan dari orang lain.


Sebab Tina telah memikrkan sebuah rencana dari kemarin malam yaitu untuk mendapatkan giliran bimbingan yang paling terakhir di saat semua mahasiswa lain sudah selesai, sehingga saat di ruangan nanti saat bimbingan hanya ada mereka bedua di ruangan yaitu Tina dan Rio saja!!!


.


.


.


.


BERSAMBUNG...


#hmmm kira-kira rencana apa ya? Hati-hati Pak Dosen!!!!#

__ADS_1


#Terimakasih telah membaca. Sampai ketemu lagi di chapter berikutnya ya#


__ADS_2