TERPIKAT DOSEN KU

TERPIKAT DOSEN KU
TERJEBAK


__ADS_3

“apakah bapak mau menerima cinta Tina?”, Tanya Lisa dengan serius.


Rio masih tetap diam tidak menjawab


“Lisa betul-betul menyukai bapak. Tina bisa buktikan, Tina bisa lakuin apa pun yang bapak minta biar bapak menerima Tina”, Ucap Tina.


“Kamu serius mau menuruti apa yang pak minta?, Tanya Rio


“iya!!”, jawab Tina dengan tegas.


“baiklah kalau begitu bapak minta kamu untuk…….”


Mendadak handphone Tina mati total…


“aduhhhh sial kenapa disaat gini nih HP habis batre sih!!!”, oceh Tina dengan kesal


“halo. Halo…, Tina ….?”, kemudian Rio baru menyadari bahwa teleponnya dengan Tina sudah terputus dari tadi.


“hmmm jadi dia nggak dengar ya apa yang aku bicarakan tadi?Baguslah Lebih baik dia tidak dengar”, ucap Rio berbicara sendiri sambil tersenyum.


Dan kemudian malam pun mulai di hiasi rintik hujan. Hujan yang menemani perasaan Tina atas kemisteriusan sikap Rio. Masih belum bisa dipastikan apa yang akan dikatakan Rio kepada Tina tadi. Apakah Rio menerima Tina? atau ada makna lain yang tersirat dari senyum Rio di penghujung telepon tadi?.....


…….


Hari yang keberangkatan pun tiba.


Selama diperjalanan Nampak Tina dan Lisa sangat asik mengobrol, nampaknya dalam waktu dekat mereka sudah akrab.


Sedangkan Baik Rio maupun Glen hanya diam, Rio Sibuk mendengarkan musik dengan mengenakan headset di telinganya. Sedangkan Glen hanya tertidur karena sebelumnya ia meminum obat tidur karena Glen takut muntah saat diperjalanan karena ini kali pertama Glen naik pesawat.


Rio, Tina, Lisa dan Glen telah menginjakan kaki mereka di Ibu Kota Jakarta dan langsung menuju hotel bintang 4 tempat mereka akan menginap.


"wah ini ya Jakarta", ucap Glen yang baru pertama kali ke Jakarta.


"kamu baru pertama kali ke sini?", Tanya Tina kepada Glen.

__ADS_1


"mau tau aja kamu. Kepo hahaha", Glen tertawa


Menanggapi tingkah mahasiswanya Rio hanya tersnyum.


Rio pun ikut berbicara.


"kita pesan hotel nya disini saja ya kebetulan tidak terlalu jauh dari gedung acara debat nanti", ujar Rio.


Tak lama Tina, Lisa dan Glen menunggu di Lobby, Rio menghampiri….


"Pak telah memesankan kalian kamar, silahkan menuju kamar masing-masing untuk istirahat. Sore nanti kita latihan ya", perintah Rio dan mereka pun masuk ke kamar masing-masing.


Dan satu jam kemudian terdengan suara ketukan pintu, lalu Rio membuka pintu.


"Tina? Ada apa?", Tanya Rio atas maksud kedatangan Tina.


"Boleh Tina masuk? Tina mau belajar.", ucap Tina.


Rio pun bimbang namun tetap berusaha berpikiran positif. "hmmm baiklah silahkan masuk", jawab Rio sambil mempersilahkan.


"jadi, apa yang mau Tina tanyakan?", Tanya Rio.


"yang mau Tina tanyakan itu tentang hati bapak", balas Tina.


"maksudnya?", timpal Rio.


"itu perasaan bapak ke Tina", ujar Tina.


"Tina….. Bapak tidak mau membicarakan di luar tujuan kita. Kamu ingat kita kesini untuk apa? Kita kesini mewakili kampus kita bukan untuk yang lain.


Bapak rasa cukup jelas yang bapak katakan, kamu silahkan kembali ke kamar dan kita ketemu lagi sore nanti di Lobby dengan yang lain", ucap Rio.


Namun, tidak terduga Tina malah langsung menampar pipi Kiri Rio , membuat mata Rio langsung terbuka lebar karena tidak menyangka Tina menampar nya yang bahkan ia sendiri tidak tau apa salahnya.


Rio pun memegang pipi nya seolah tidak percaya apa yang telah mahasiswinya itulakukan. “Tina!! Apa yang kamu lakukan!!”, ucap Rio.

__ADS_1


“sudahlah Rio!!. Aku tau siapa kamu sebenarnya!! Aku tau semua masa lalu mu!!, kamu pikir aku bodoh?!!”, ucap Tina dengan penuh amarah.


“masa lalu apa?”, tanya Rio.


“sudahlah tak usah kau tutupi masa lalu mu dengan gadis itu!!”, jawab Tina.


“ka... kamu tau dari siapa Tina?”, balas Rio.


Tak lama kemudian terdengar ketukan pintu kamar.


Lisa dan Rio pun mendadak langsung terdiam. Lalu, Rio langsung membuka kan pintu. Baru sedikit Rio membuka pintu, namun orang tersebut yang ternyata Lisa!! dan langsung saja Lisa membuka pintu paksa dan kemudian berkata, “Rio!! Sedang apa kalian dengan Tina? Sedang apa kalian berdua-duaan di kamar?”, tanya Lisa.


Belum selesai Rio menjawab tapi Lisa langsung menampar pipi kiri Rio.


“dasar kamu dosen mesum”, teriak Lisa itu kepada Rio.


“ini tidak seperti yang kamu lihat”, jawab Rio.


Disisi lain kamar terlihat Tina hanya diam saja.


Rio Pun kebinggunan dengan situasi yang ia alami sekarang, Rio merasa di jebak. Rio langsung mendekati Tina dengan harapan Tina ikut bantu menjelaskan kalau mereka tidak sedang melakukan apa pundan ketika Rio berjalan hendak mendekat mendekat ke Tina..... sesaat kemudian terdengar bunyi dering alarm telepon dan Rio pun terbangun dari tidurnya, ternyata Rio dari tadi bermimpi!!


.


.


.


.


BERSAMBUNG


dan


BERSAMBUNG SEMOGA MIMPI NYA NYA BERLANJUT YA 😆

__ADS_1


__ADS_2