TERPIKAT DOSEN KU

TERPIKAT DOSEN KU
Di SEKAP


__ADS_3

Ziko yang mengetahui Lisa menolak panggilan telponnya semakin khawatir..


“Lisa kamu dimana? Biasanya kamu tidak pernah seperti ini”, ucap Ziko dengan khawatir.


Kemudian Ziko yang panik langsung mencoba menghubungi Tina.


“halo… Tina.... kamu dimana?”, Tanya Ziko yang menelpon Tina.


“aku di rumah, ada apa? tumben-tumbenan telpon”, balas Tina.


“kamu lagi dengan Lisa nggak? Atau…. kamu lihat Lisa nggak hari ini”, ujar Ziko.


“nggak… aku dari pulang kuliah tadi nggak ketemu dengan Lisa. Emang kenapa Ziko?”, Tanya Tina.


“ia aku lagi nyariin Lisa, soalnya aku nelpon nggak di angkat-angkat, ya udah aku nanya itu aja”, jawab Ziko yang kemudian langsung mematikan telpon.


“hmmm siapa lagi ya? Oh iya Glen… mudah-mudahan dia tau”, gumam Ziko sambil mencoba menelpon Glen.


Telpon pun berdering, Glen yang sedang berkumpul bersama temannya pun menjadi kesal, “aarrgghh siapa sih ini.... ganggu saja… sial… sinyal gua jadi nge-lag nih”, ucap Glen dengan kesal sambil menolak telpon dari Ziko sebab ternyata Glen sedang main game online bersama teman-temannya.


“Glen… kamu lagi ngapain kok di tolak”, gusar Ziko karena binggung harus menghubungi siapa lagi..


…….


Di suatu ruangan.


Lisa mulai tersadar dari tidurnya, namun mata Lisa gelap dan tangan serta kaki Lisa terasa kaku, ternyata….Lisa baru sadar kalau tangan dan kaki nya sedang terikat dan mata nya di tutup dengan kain.


Lisa pun binggung serta histeris menyadari kondisinya itu, “aku dimana, tolong….. tolong bantu aku… lepaskan…”, teriak Lisa sambil beronta berusaha melepaskan ikatan tali di tangan dan kaki nya.


“nona… sudah bangun ya… tapi jangan reewel ya”, ucap seorang Pria berkacamata menyapa Lisa yang baru terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


“kenapa kamu melakukan ini padaku? Apa salahku?”, Tanya Lisa kepada Pria berkacamata itu dengan nada meninggi.


“maaf nona… aku hanya di suruh. Hanya menjalankan perintah”, ujar Pria berkacamata itu dengan tenang.


Lisa dan Pria berkacamata itu pun saling berbalas kata.. ditengah perbincagan Lisa dengan Pria berkacamata itu tiba-tiba terdengar suara lain!!


(suara batuk)…


“jadi kamu sudah sadar ya…”, terdengar suara yang begitu asing di telinga Lisa, suara seorang pria yang tidak pernah ia dengar sebelumnya.


“ka… kamu siapa?, tolong lepaskan aku…. Siapapun kamu… aku mohon”, balas Lisa dengan suara yang ketakutan…


“sssttt… kamu santai saja, saya tidak akan menyakiti kamu kok”, ujar Pria misterius itu.


“salah ku apa? Kenapa kamu menyekapku seperti ini? Kalau kamu tidak melepaskan, aku akan teriak”, balas Lisa mengancam.


“hahaha.. Tidak usah teriak-teriak. Tapi….. silahkan saja… silahkan sampai suara mu habis!! Di sini tidak akan ada orang yang akan mendengarkan mu, lalu


Di tengah ketakutan Lisa, Pria misterius itu kembali berbicara namu kali ini ia berbicara dengan pria berkacamata, “ini uang untuk kamu seperti yang saya janjikan, sekarang kamu boleh pergi. Tinggalkan kami berdua di sini”, ucap Pria misterius itu sambil memberikan segepok uang.


“terimakasih. Saya hitung dulu ya”, ujar Pria berkacamata itu menghitung lembar demi lembar uang.


“oke uangnya cukup ..aku pergi sekarang… aku tidak akan ganggu kalian berduaan hehe”, pamit pria berkacamata itu yang langsung berjalan ke luar pintu.


Setelah pria berkacamata itu pergi, kini tinggalah Lisa dengan Seorang Pria misterius yang tidak ia ketahui itu hanya berdua saja.


………….


Di Jalan Cemara..


Rio melintasi jalan itu karena jalan itu merupakan jalan yang searah dengan panti jompo yang ingin di datangi Rio sekarang.

__ADS_1


Saat mengendari mobilnya, ia berpapasan dan melewati mobil dan motor Lisa yang terparkir di pinggir jalan.


Rio pun melihat kembali dengan spion mobilnya untuk memastikan, setelah melihat kembali dari Spion, Rio yakin kalau yang ia lewati sebelumnya adalah motor Lisa dan ia pikir mungkin Lisa sedang bermasalah dengan kendaraannya itu.


Rio pun tanpa pikir panjang langsung memutar mobilnya kembali menuju motor Lisa.


Sementara itu Ziko masih memarkirkan mobilnya berdekatan dengan motor Lisa.


Ziko masih berada di sana bersandar di dalam kursi kemudi mobil nya.


Ziko masih memikirkan keberadaan Lisa. Ia sudah menanyakan hampir ke seluruh temannya, namun… tak satupun yang mengetahui keberadaan Lisa.


Ziko menghela nafasnya, mengusap-usap muka dan rambutnya dengan kasar, Ziko tidak tau harus melakukan apa lagi karena ia tidak mendapatkan sedikit pun petunjuk di mana keberadaan Lisa.


“apa aku harus lapor polisi?”, pikir Ziko dalam hatinya,


Ditengah lamunannya, Ziko pun tersadar karena mendengar suara klakson mobil.


Ziko pun menurunkan kaca mobilnya mencari tahu mobil siapa itu. Dan…. Ketika ia menurunkan kaca mobilnya baru lah ia sadar bahwa itu adalah klakson dari mobil Pak Rio…!!


.


.


.


BERSAMBUNG….


#terimakasih telah membaca#


#jangan lewatkan chapter berikutnya ya#

__ADS_1


#jangan lupa juga beri author dukungan dengan vote, like atau pun komen di bawah 👇#


__ADS_2