
Dag dig dug.... begitulah bunyi jantung Rio yang sedang berdebar-debar dengan kencang, nafasnya menjadi kian begitu cepat tak karuan. Kejadian barusan yang ia lalui antara dirinya dan Tina sungguh membuat Rio merasakan perasaan yang campur aduk.
Bagaimana tidak, kejadian hari ini sangat menguji kelelakiannya yang mana ia di goda oleh Tina mahasiswi nya yang hari itu berpenampilan amat menawan.
Ditambah lagi kejadian tadi dengan keadaan ruangan sepi yang hanya ada mereka berdua saja.
Rio hanya mengelus-elus dada nya dengan lembut sambil berusaha meredam jantungnya yang tak henti-hentinya berdegup kencang.
Tak lama dari itu Rio menerima pesan dari Tina, “Pak Rio, Tina tunggu bapak di Hotel Linjang besok jam 10 pagi, besok Tina bisa bolos kuliah dulu. Tina tunggu...”, tulis pesan yang masuk dari Tina itu.
Membaca pesan dari Tina itu kembali membuat kelelakian Rio kembali bangkit.
Hasrat yang berusaha ia singkirkan dengan susah payah dari tadi kembali muncul tak kala pesan yang ia baca dari ponsel nya itu dari Tina.
Rio sekarang hanya bisa mengusap-usap muka dan rambutnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
...........
Di rumah Tina...
Tina pun sama... bukan berarti tenang. Tina tak kalah berdebar-debar jantungnya seperti yang kini dirasakan oleh Rio. Tina membayangkan kenekatannya pada sang dosen yang bahkan ia sendiri tidak sangka dengan apa yang ia lakukan siang ini.
Walau berdua dengan Rio adalah rencananya sedari awal tapi untuk bertindak sampai sejauh ini bukannlah bagian dari rencananya.
Entah setan apa yang merasukinya, semua terjadi secara cepat dan spontan.
Namun sudah terlanjur basah, kini Tina sudah tidak lagi menahan diri untuk mendapatkan sang dosen tercintanya itu.
.........
Keesokan hari nya....
Hari yang dijadwalkan pun tiba, pertemuan di hotel yang sebelumnya telah disiapkan oleh Tina untuk pertemuannya dengan Rio.
Walau amat grogi dan sedikit gemetaran, Tina memberanikan diri untuk berhias secantik mungkin dan langsung menuju hotel.
Sedangkan Rio malah sebaliknya, Rio sudah sejak semalam berpikir panjang dan meneguhkan diri nya untuk tidak tergoda mengikuti ajakan Tina.
Hal ini berbeda sekali dengan Tina yang sedang menuju hotel, Rio sekarang seperti biasa menuju kampus karena ia ada jam mengajar hari ini pukul 08 pagi.
Sesampainya di kampus Rio langsung masuk menuju kelas yang ia ajar pagi ini. Saat memasuki kelas hal pertama yang Rio laukan adalah melirik ke seluruh penjuru kelas untuk memastikan ada tidak nya Tina dikelas.
__ADS_1
Sudah beberapa menit mata Rio berkelana ke seluruh penjuru kelas, namun ia tetap tidak bisa menemukannya, “Tina... kenapa kamu tidak hadir... Apa kamu serius dengan perkataan mu kemarin”, lamun Rio dalam hati nya.
“pagi pak.... bapak sedang mencari siapa?” sapa Ziko sang ketua angkatan sambil bertanya ke Rio.
“tidak apa-apa... oh iya, Ziko sekarang kamu ambil buku absen kelas dulu, bapak mau absen kalian setu persatu”, balas Rio.
“baik pak”, jawab Ziko dengan pendek.
Setelah mendapatkan buku absen, Rio pun mulai mengabsensi sati persatu mahasiswanya sampai sekarang giliran nama Tina yang dipanggil.
“Tina....”
“Tina.....”, panggil Rio sekali lagi mengabsen.
“Tidak masuk pak”, sahut salah satu mahasiswi.
“apa keterangannya”, tanya Rio kembali.
“tidak tau pak”, balas mahasiswi itu.
“ya sudah, mari kita lanjutkan pelajaran kita”, ujar Rio.
Sekarang jam telah tepat menujukan pukul 10.00 tepat, melihat itu Rio pun menyudahi kuliahnya pagi tiu, “oke sudah jam 10, untuk hari ini kita sudahi sampai di sini dulu. Terimakasih”, ujar Rio sambil langsung meninggalkan kelas.
................
Di Hotel Linjang...
Tina sekarang sedang berada di kamar hotel no. 69, Tina pagi ini tampil dengan busana yang seksi dan ketat membuat ia menampakan lekuk tubuhnya yang begitu menggoda.
“sudah jam setengah sebelas kenapa Pak Rio belum datang....” gumam Tina sambil menatap layar ponsel nya.
Tina pun kembali memberanikan diri untuk mengirim pesan dengan disertai foto kamar hotel.
Selang dua menit kemudian Rio pun membaca pesan dari Tina itu. Seketika setelah membaca pesan itu Rio pun langsung bergegas menuju mobil nya yang terparkir.
Ardi yang meilhat tuannya datang dengan teburu-buru itu pun langsung membukakan pintu mobil untuk nya, “kayaknya buru-buru sekali pak? Ini kita mau kemana?”, tanya Ardi.
“langsung ke Hotel linjang”, ucap Rio.
“siap pak bos”, jawab Ardi yang langsung menginjak gas mobil.
__ADS_1
Akhinrya mereka telah tiba di depan hotel lalu Rio pun menyuruh Ardi pulang, “stop disini saja, kamu Ardi langsung pulang saja karena saya ada urusan sebentar disini nanti kalau saya sudah selesai saya akan telepon kamu lagi untuk jemput saya”
“oke pak, nanti telpon saja aku langsung OTW”, balas Ardi.
Rio pun turun dari mobil nya dan bergegas berjalan dengan langkah kaki yang cepat sambil melihat jam tangan nya yang menunjukan pukul 11 siang.
Kini Rio telah berada di depan pintu kamar hotel no. 69, Rio pun mempersiapkan dirinya dan mengatur ulang nafasnya yang tersengal-sengal, kemudian setelah telah dirasakannya normal, Rio pun mulai mengetuk pintu.
Di ketukan yang kedua akhirnya pintu terbuka!!! Dan benar saja itu Tina yang membukakan pintu.
Tina pun senang bukan kepalang ketika melihat ternyata Rio benar-benar datang menepati ajakannya itu, “siang pak”, sapa Tina dengan asal bicara karena dia menjadi kikuk tidak tau mau menyapa dan berbicara apa kepada dosen nya itu.
“Tina kamu benar-benar melakukannya”, tanya Rio.
“Tina kan tidak pernah bercanda pak dengan apa yang Tina ucapkan Pak”, ujar Tina.
“hmmm jadi?”, ucap Rio pendek sambil menatap Tina.
Tina pun hanya diam tanpa berani membalas tatapan mata Rio, Tina hanya membuka lebar-lebar pintu kamar hotel itu.
Melihat pintu yang terbuka lebar itu Rio pun masuk kedalam dan setelah Rio masuk Tina langsung menutup pintu kamar hotel...
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.........
#terimakasih untuk yang masih setia membaca ☺
#semoga kalian yang membaca dan mensupport karya author diberi kelancaran untuk segala urusannya 😇
#bab hari ini itu dulu ya, untuk kelanjutan nya kira-kira akan seperti apa? kita tunggu saja di bab berikutnya 😁
__ADS_1