
"pacar?", ucap Rio singkat.
"iya, pacar bapaklah, siapa lagi... pacar bapak orang mana?", ujar Ibu Lisa dengan ceplas ceplos.
Mendengar pertanyaan dari ibu nya itu membuat Lisa langsung menoleh dan melihat ke arah Rio, jantungnya dag dig dug menunggu apa yang akan rio katakan.
"pacar ya?.... pacarku tidak ada. Aku tidak punya sama sekali", jawab Rio dengan nada datar sambil kembali meminum minuman nya.
Lisa pun menjadi lega mendengar jawaban dari Rio, "kenapa aku malah senang sekali mendengar perkataan Pak Rio, jadi Pak Rio belum ada pacar ya... hmmmm tapi saat di restoran itu dia makan bersama perempuan.. apa Pak Rio berbohong?", Lisa bertanya-tanya sendiri dengan hati nya.
Tak lama dari obrolan mereka, Handphone Rio pun menerima pesan dari Ardi, "pak saya sekarang sudah di depan rumah Neng Lisa, ini saya sudah benerin motornya".
Rio pun mulai mengetik, "kamu tunggu dulu di luar, saya ada di dalam rumah, ini saya akan keluar", balas Rio.
"maaf bu, saya permisi keluar dulu, soalnya di luar ada sopir saya menunggu. Dan... Lisa, motor kamu sudah di bawa Ardi, sekarang dia sudah menunggu di luar", ujar Rio.
"terimakasih Pak Rio", ucap Lisa.
"jangan sama saya, terimakasihlah dengan Ardi", balas Rio.
"memangnya motor adek kenapa?" tanya Ibu Lisa.
Rio pun inisiatif membantu Lisa menjawab karena Lisa yang nampak binggung menjawab, "begini bu... saya kebetulan melihat Lisa yang kesusahan di pinggir jalan, jadi... saya dan ziko menawarkan bantuan kepada Lisa", jawab Rio.
"saya permisi ke luar dulu ya bu mau nemuin Ardi", ucap Rio kembali sambil berjalan menuju pintu.
Lisa pun mengikuti Rio keluar untuk menemui Ardi dan melihat keadaan motornya itu.
"wah bang Ardi, terimakasih ya udah bela-belain benerin dan antar motor Lisa ke rumah, Lisa jadi nggak enak nih". Ucap Lisa berterimakasih.
"sama-sama neng... abang juga Cuma ngikutin perintah. tadi tuan nelpon nyuruh buat ke jalan cemara, katanya motor neng rusak jadi langsung deh abang naik ojol ke sana", balas Ardi.
"pokonyo terimakasih banyak bang, ayo bang masuk kedalam", ujar Lisa mengajak Ardi untuk ikut makan-makan.
__ADS_1
Disaat bersamaan Rio juga berbicara, "bapak pamit duluan ya, sampaikan ucapan terimakasih bapak kepada Ibu. Bapak tidak bisa lama-lama karena masih punya urusan lain, tapi kalau Ardi masih mau kesini tidak apa-apa, nanti bisa pulang naik ojol saja ya", ucap Rio ke Lisa dan ke Ardi.
Ardi pun menyahut, "kalau tuan pulang, abang juga pulang neng soalnya abang nggak enak kalau tuan bawa mobil sendiri"
"ah kamu ini, kayak orang lain aja, kamu disini saja tidak apa-apa, saya bisa pulang sendiri", balas Rio.
Ardi tidak menjawab tapi langsung mengambil kunci mobil dari kantong baju kemeja milik Rio, "ayo tuan berangkat", ujar Ardi sambil berlari ke arah mobil.
Rio pun hanya tersenyum melihat ulah Ardi, dan tak lupa pamit kepada Lisa, "bapak pulang ya", ucap Rio.
Mobil Ardi dan Rio pun kini sudah perlahan-lahan berjalan meniggalkan kediaman Lisa...
"kita langsung pulang ke rumah Pak?", tanya Ardi.
"tidak... kita pergi ke rumah fredi", jawab Rio.
"fredi? Mantan wartawan itu? Ada urusan apa pak? Sudah lama sekali tidak bertemu,. aku aja lupa kapan terakhir kali ketemu", tanya Ardi.
"ya.... ada yang ingin aku tanyakan yang dia harus jawab", balas Rio.
Sepanjang perjalanan Rio nampak memikirkan begitu banyak hal, terlihat jelas diraut muka nya yang terlihat begitu serius sehingga membuat Ardi tidak berani mengajak bicara Rio.
Akhirnya setelah sempat terjebak macet, Rio dan Ardi pun tiba di depan rumah Fredi.
"Ardi.. kamu tunggu saja di dalam mobil", perintah Rio kepada sopir nya itu.
"oke bos", balas Ardi singkat.
Rio pun keluar dari mobil dan langsung mengetuk pintu rumah teman lama nya itu..
Tiga kali sudah Rio mengetuk pintu tapi tidak ada yang membukakan pintu, lalu Rio mencoba mengetuk pintu nya lagi untuk ke empat kali nya dan kali ini akhirnya pintu terbuka dan nampak sosok seorang pria dengan menggunakan kacamatanya membukakan pintu, “Rio?”, ucap pria itu sambil menunjuk ke arah Rio.
“ya... ini aku Rio, aku tidak menyangka kamu masih mengingatku Fredi”, balas Rio.
__ADS_1
“ingat lah masa nggak, ayo silahkan masuk”, ujar pria berkacamata itu yang ternyata nama nya adalah Fredi.
Fredi bisa dikatakan merupakan kenalan lama Rio. Fredi dulu nya adalah seorang wartawan di salah satu koran nasional, ia sering berjumpa dengan Rio dijalanan maupun ruang debat karena Rio dulu nya saat masih kuliah S1 merupakan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) di kampusnya.
Sosok Rio muda saat itu sangat kritis dan kerap kali berseberangan dengan pemerintah, ancaman demi ancaman yang membahayakan nyawa nya adalah hal biasa bagi Rio muda bahkan Rio pernah dengan lantang meminta presiden untuk turun dari jabatannya.
Karena latar belakang Rio sebagai aktivis inilah, membuat ia sering bertemu dengan Fredi, baik itu diwawancarai saat demo di jalan maupun saat Fredi meminta Rio menjadi narasummber di koran kala itu.
Setelah sekian lama akhirnya Fredi dan Rio telah duduk di satu meja yang sama.
“sudah lama sekali kita tidak duduk di satu meja”, ucap Rio
“ya sudah lama sekali terakhir kali kita ketemu kamu nyaris masuk penjara karena saat itu kamu begitu lantang melawan pemerintah haha...jadi.... angin apa yang membuat mu setelah sekian lama menemuiku?”, tanya Fredi.
“hmmm ternyata kamu masih ingat ya kebiasaanku....”, balas Rio.
“ya aku masih sangat mengingatmu dan kebiasaanmu... tidak mungkin kamu kesini hanya untuk bernostalgia, kamu bukan tipe orang yang suka basa basi... langsung saja katakan apa maksud kedatanganmu”, ucap Fredi.
“kamu benar... kedatangan saya kemari untuk memastikan sesuatu”, jawab Rio.
“memastikan? Memastikan apa?”, balas Fredi.
Rio pun sejenak menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya dengan perlahan, sambil tangan kanannya merogoh sesuatu dari dalam saku jas nya, “aku ingin kamu menjelaskan ini....”, ucap Rio sambil melemparkan beberapa foto ke atas meja. Ternyata foto itu merupakan foto Fredi yang tertangkap CCTV saat menempel foto Ziko dan Lisa yang seolah berciuman di mading kampus!!
.
.
.
BERSAMBUNG.....
#terimakaasih telah membaca 🤗#
__ADS_1
#semoga kita semua diberi kelancaran dalam segala aktivitas#
#sampai berjumpa di chapter berikutnya ya 😄#