
“selamat ulang tahun pak”, Ucap Lisa dan Tina berbarengan sehingga membuat Lisa dan Tina pun mendadak saling bertatapan.
Lisa dan Tina pun kembali tanpa direncanakan menyodorkan hadiah mereka secara bersamaan kepada Rio, “ini hadiah untuk bapak”, ucap Lisa dan Tina yang tangan keduanya menyodorkan hadiah ke Rio.
Lisa dengan Tooth Bag nya sedagkan Tina dengan kotak kadonya.
Rio yang disodorkan hadiah oleh dua mahasiswinya itu menjadi binggung mau mengambil hadiah yang mana duluan.
“pak ini hadiah special yang Tina siapkan untuk bapak”, ucap Tina memecah kegamangan Rio yang mendahului Lisa berbicara.
“apa ini?”, balas Rio sambil mengambil kotak hadiah dari tangan Tina.
“coba bapak buka dulu, ini keluaran terbaru loh pak”, ujar Tina.
Rio pun membuka bungkus kado itu dan telihatlah kotak yang masih tersegel lalu ia membuka nya, “airpods?”, ucap Rio.
“iya pak… ini keluaran Apple terbaru, sengaja Tina minta kiriman dari singapura, kalau di Indonesia belum masuk pak”, jawab Tina.
Kemudian, Rio pun mencoba menggunakan Airpod tersebut, tanpa berbicara apa-apa namun Nampak dari ekspresi Rio yang nyaman memakai Airpod tersebut di telinganya.
Teman – teman Tina yang Melihat hadiah dari Tina untuk Rio matanya menjadi terbelalak kagum, “wah serius lu? Ini kan baru banget di luncurin kok lu udah dapet aja tin?
“iya nih pasti mahal harganya”
“kalau Lisa apa hadiahnya coba di buka penasaran”, ucap teman – teman Lisa yang penasaran.
Kemudian…. Rio mengambil Tooth Bag pemberian dari Lisa. Kemudian ia mengeluarkan hadiah dari Lisa.
Teman – teman Tina yang melihat hadiah dari Lisa pun menahan tawa, “Lisa kamu nggak lagi bercanda kan?”
__ADS_1
“iya nih Lisa pasti lagi bercanda”
“kok ngasih hadiah ke dosen barang bekas”, nyinyir teman – teman Tina ketika melihat hadiah pemberian Lisa yang merupakan sepatu tanpa kotak yang hanya Nampak sepatu bekas itu Cuma dibersihkan saja.
Lisa pun malu menundukan kepalanya karena melihat ekspresi teman – teman yang seolah mengejek hadiah pemberian dari nya.
“huss kalian ini ngomong apa sih, maaf Lisa mereka Cuma bercanda kok jangan di ambil hati ya”, ucap Tina.
Lisa hanya masih menunduk malu.
Padahal Orang-orang tidak tahu betapa sulitnya perjuangan Lisa semalaman sampai bergadang untuk membersihkan dan mengeringkan sepatu Rio, sehingga Nampak seperti baru lagi walau tidak disertai dengan kotak sepatu…. tapi memang tetap saja hadiah pemberian dari Lisa tidak semahal hadiah pemberian dari Tina.
Sedangkan Rio masih terdiam dan tidak menunjukan ekspresi apapun, Rio menyadari bahwa sepatu itu merupakan sepatu yang telah ia buang ke tong sampah, Rio tidak menyangka sepaptu yang telah kotor itu diambil kembali oleh Lisa dan dibersihkan secara menyeluruh sehingga Nampak sepatu tersebut seperti baru lagi.
Setelah banyak diam akhirnya Rio pun berbicara, “Tina…. Lisa… terimakasih hadiahnya, bapak ke ruangan bapak dulu ya”, ucap Rio.
“iya kak, EEhhh maksud Tina iya pak sama-sama hehe”, ujar Tina.
Kemudian setelah berterima kasih, Rio langsung pergi menuju tangga.
Lisa pun baru berani mengangkat kepalanya setelah Rio pergi, Lisa melihat Rio yang berjalan Nampak begitu nyaman dan cocok menggunakan hadiah pemberian dari Tina sedangkan sepatu dari nya hanya di masukan kembali ke Tooth Bag.
Lisa kecewa dan juga malu, “aduhhh malu-maluin aja kamu Lisa kenapa bisa kepikiran ngasih hadiah kek gitu”, celoteh Lisa dalam hati dengan muka memerah karena malu.
………
Beralih ke Rio.
Selama di tangga Rio hanya berjalan santai sambil mendengarkan music dari Airpods pemberian Tina.
__ADS_1
Tak terasa Rio sudah menaiki anak tangga demi anak tangga dan sekarang ia pun telah tiba di depan ruangannya, ruang wakil dekan II.
Rio langsung duduk di meja kerjanya sambil meletakan kotak Airpods dan tooth bag pemberian dari Tina dan Lisa.
Sejenak Rio menyandarkan punggunya di kursi putar miliknya kemudian matanya tertuju pada Tooth Bag pemberian Lisa, Rio pun mendekatkan kursi nya ke meja dan tangannya langsung menggapai Tooth Bag hadiah pemberian dari Lisa.
Rio pun mengeluarkan sepatu dari dalam tooth bag itu, di pegangnya lah sepatu itu, sambil memandangi sepatu itu Rio pun tersenyum sambil mengingat peristiwa waktu itu saat Lisa dengan ceroboh menumpahkan minuman hangat milik Rio ke kaki dan sepatu Rio.
Rio pun tak menduga kalau hadiah pemberian Lisa merupakan sepatu yang telah ia buang di tong sampah.
Rio meletakan sepatu hadaih dari Lisa itu di meja, kemudian Rio melepas sepatu yang ia pakai serta melepas Airpods pemberian dari Tina.
Rio sangat menghargai hadiah dari Tina tapi perasaan tidak bisa berbohong, hadiah dari Lisa bisa membuat Rio senyum-senyum sendiri. Hadiah pemberian dari Lisa itu sungguh sangat berkesan di hati Rio.
Lalu, Rio meraih sepatu pemberian Lisa tersebut kemudian langsung memakainya dengan perasaan gembira diikuti dengan pancaran senyuman kebahagiaan dan berkata “terimakasih….
.
.
.
BERSAMBUNG…
#terimaksih masih setia membaca 🤗#
#terimakasih juga untuk teman-teman yang baru bergabung di cerita ini semoga suka dan selamat membaca 🤗#
#jangan lewatkan chapter selanjutnya ya 😉#
__ADS_1