
“kali ini kamu harus buat perempuan itu lebih menderita lagi!! Segera secepatnya aku ingin dengar kabar berhasil dari mu”, tulis pesan yang masuk ke ponsel pria berkacamata.
“ok siap bos”, balas pria berkacamata itu mengirimkan pesan.
“Lisa…. Lisa…. Kamu ini memang salahnya apa?”, ucap pria berkacamata itu berbicara sendiri.
Pria berkacamata itu pun lalu merogoh saku celananya mengambil kunci motornya.
“ayo lah kita mulai”, pria itu kembali berbicara sendiri
………
Di kampus..
Lisa baru selesai perkuliahan, kini Lisa tengah terburu-buru mau pulang, namun sebelum pulang Lisa berencana hendak mampir dulu ke sebuah toko pakaian untuk membelikan hadiah ulang tahun untuk Rio, sebab Lisa tidak percaya diri dengan hadiah sepatu yang ia berikan kemarin.
Lisa masih merasa malu dan bertanya-tanya…. apakah hadiah sepatu yang ia perbaiki untuk Rio itu benar-benar sebegitu memalukannya? Sehingga teman-teman nya saat itu mentertawakannya.
Lisa menuju parkiran untuk segera mengambil kendarannya. Tak banyak menghabiskan waktu di parkiran, Lisa pun memacuh kuda besi nya itu dengan kecepatan sedang.
Sepanjang perjalanan Lisa memikirkan pakaian seperti apa yang cocok dikenakan untuk Rio.
Di sisi lain..
Lisa tidak menyadari ada kendaraan lain yangmencurigakan mengekor dibelakangnya.
Nampak sebuah mobil dengan kaca mobil yang gelap sehingga orang dari luar tidak bisa melihat secara jelas kedalam mobil.
Mobil itu mengikuti kemana pun Lisa pergi, hingga sampai lah Lisa ke sebuah pusat perbelanjaan.
Lisa pun memarkirkan kendaraannya dan langsung bergegas menuju tempat perbelanjaan itu.
Sementara itu…. mobil yang mengikutinya itu sekarang juga berada di parkiran dengan posisi AC mobil yang masih hidup.
Nampak orang yang mengikuti Lisa itu masih berada di dalam mobil, orang itu hanya mengawasi di dalam mobilnya, menunggu Lisa di parkiran tanpa masuk kedalam.
__ADS_1
Semantara itu di dalam toko pakaian, Lisa masih memilih-milih mau membelikan Rio apa?, sambil memilah-milah Lisa memperhatikan pakaian-pakaian sambil membayangkan jika Rio memakainya cocok atau tidak.
Di tengah kebingunggannya memilih ragam macam pakaian, mata Lisa tertuju pada sebuah jaket denim, Lisa pun teringat kalau Rio pernah membelikannya sweater, “waktu itu saat di Jakarta Pak Rio membelikan aku sweater, apa… sebaiknya aku juga membelikannya jaket ini ya?”, gumam Lisa mempertimbangkannya dalam hati.
“hmmm bagus nggak ya? aku ambil yang ini aja kali ya?” Lisa berbicara sendiri sambil memegang sebuah jaket denim.
Setelah yakin akan pilihannya, Lisa langsung menuju kasir untuk membayar. Lisa pun yang telah selesai belanja kemudian langsung menenteng belanjaannya tersebut menuju parkiran.
Ketika Lisa ke luar Parkiran, orang yang memperhatikannya dari dalam mobil pun meperhatikan setiap gerak-gerik Lisa, orang yang menguntit Lisa itu lumayan lama menunggu Lisa selesai belanja.
Lisa pun kembali mengendarai motornya keluar parkiran, mobil itu pun juga tetap menjaga jarak mengikuti Lisa dari belakang.
15 menit sudah mobil itu mengikuti Lisa.
Lisa yang mengendari motornya merasa ada yang aneh, sebab morotnya terasa berat.
Kemudian Lisa pun menghentikan motornya untuk mengecek ada kendala apa di kendaraannya tersebut.
Setelah meminggirkan motornya di sebuah jalan yang bernama jalan cemara, baru lah Lisa sadar bahwa motorya tersebut ban nya ternyata bocor.
Perlahan mobil pria itu juga menepi mendekati Lisa dan Motornya kemudian menghampiri Lisa..
Lisa yang menyadari ada orang di belakangnya langsung menoleh.. belum sempurna ia menoleh, dengan sigap pria itu menutup mulut lisa dengan sapu tangan, Lisa tidak tinggal diam ia beronta membuat pria itu kewalahan serta membuat barang-barang belanjaan Lisa berhamburan namun entah kenapa kesadarannya kian memudar karena menghirup aroma dari sapu tangan pria yang menutup mulutnya itu.
Melihat Lisa yang sudah tidak bernonta lagi.. dengan cepat pria itu memasukannya kedalam mobilnya tanpa ada orang lain yang melihatnya..
Dan Kini Lisa telah berada di dalam mobil seorang pria misterius yang mengikuti nya dari tadi.
“kamu tidur saja dengan tenang, jangan persulit aku”, ucap pria itu menyetir mobilnya sambil melihat keadaan Lisa melalui kaca spion dalam mobil.
…..
Di Jalan Cemara..
Kendaraan milik Lisa pun masih terparkir di pinggir jalan dan Ziko yang kebetulan melalui jalan cemara itu mengenali motor yang berada di pinggir jalan, “bukan kah itu motor Lisa, kenapa Lisa berhenti di sini?”, ujar ZIko berbicara sendiri yang kemudian langsung menepikan mobilnya.
__ADS_1
Ziko pun keluar dari dalam mobilnya dan mencari-cari keberadaan Lisa, “kemana sih dia? Oohh…. ban nya bocor ternyata, apa mungkin lagi cari bengkel terdekat”, ucap Ziko sambil melihat kearah ban motor Lisa.
Namun seketika Ziko langsung curiga ketika melihat belanjaan yang berserakan di sekitar motor Lisa..
Ziko langsung mencoba menghubungi Handphone Lisa, nomor nya berdering tapi tetap saja di telpon berkali-kali Lisa tidak mengangkat. Ziko amat cemas takut ada apa-apa menimpa Lisa.
……..
Di dalam mobil pria yang membawa Lisa.
“aaarrrghhh… berisik sekali suara HP nya, ganggu saja dari tadi”, ucap Pria itu dengan kesal dan takut jika suara itu akan membangunkan Lisa.
Pria itu pun langsung mengambil ponsel Lisa dari kantung sweater Lisa. Sweater yang di beli kan Rio waktu itu untuk Lisa.
Setelah mendapatkan ponsel Lisa, pria itu langsung menolak panggilan dari Ziko.
Ziko yang mengetahui Lisa menolak panggilan telponnya semakin khawatir..
“Lisa kamu dimana………
.
.
.
BERSAMBUNG
#waduhhhhh Gawat Lisa!!!#
#terimakasih telah membaca🤗#
#terimakasih juga untuk yang baru bergabung di novel terpikat dosen ku ☺ nantikan chapter berikutnya ya 😉#
#
__ADS_1