
Rio pun kembali mengeluarkan handphone nya dan kembali mencoba menelpon Lisa.
Lalu.. Terdengar dengan sangat jelas suara dering ponsel, mata Rio dan Ziko pun kompak tertuju pada sebuah kamar yang tepat berada di ujung ruangan..
Mereka berdua pun kompak berlari ke arah pintu itu... suara dering ponsel semakin jelas.
Sekarang tangan Rio sudah memegang gangang pintu. Rio dan Ziko pun saling memandang dan Rio langsung menurunkan gangang pintu ruangan itu, pintu itu pun akhirnya terbuka!!!...
Ketika pintu di buka... mata Rio dan Ziko pun berkelana ke semua penjuru ruangan yang agak gelap itu...
Setelah selesai mata mereka berkelana menyusuri ruang itu... kemudian mata mereka pun bermuara pada objek yang sama.... ya,,,,,, alangkah terkejut Rio dan Ziko melihat kondisi Lisa yang nampak Lemas dengan tangan dan kaki terikat serta mata tertutup kain.
Rio dan Ziko pun langsung berlari ke arah Lisa yang nampak dalam kondisi lemas dengan air mata membasahi sepanjang pipi nya.
Wajar-wajar saja kalau Lisa kondisinya demikian, sebab... sudah berjam-jam ia disekap di oleh orang yang bahkan tidak ia kenal sama sekali, belum lagi ia menangis dan teriak hampir di setiap waktu yang membuat energi Lisa terkuras drastis juga pun secara mental Lisa sangat terpukul dengan kejadian yang menimpanya ini.
Rio pun dengan sigap langsung berlutut di depan Lisa untuk membuka ikatan tali yang membelenggu tangan dan kaki Lisa. Dan yang terakhir melepas kain yang menutup mata Lisa.
Lisa pun masih tidak sadarkan diri dengan posisi terduduk di kursi dengan handphone yang tergeletak di kedua pahanya, Sudah tidak terhitung jumlah panggilan tak terjawab yang terlihat di layar ponsel Lisa itu.
Ziko pun berusaha membangunkan Lisa, namun Rio melarang Ziko untuk membangunkan Lisa,
"biarkan... jangan bangun kan.. biarkan Lisa istirahat dulu", ucap Rio yang membuat Ziko membatalkan niatnya.
Lalu Rio dengan pelan-pelan langsung mengangkat tubuh Lisa dengan kedua tangannya.
Mereka pun perlahan berjalan ke luar dari ruangan yang menjadi saksi bisu dari peristiwa penyekapan yang tak di ketahui siapa dalangnya itu.
Dengan langkah yang hati-hati Rio mengangkat tubuh Lisa menuju mobil...
Lisa pun yang tubuhnya di angkat oleh Rio sedikit demi sedikit kesadarannya mulai kembali, dengan setengah sadar Lisa perlahan-lahan membuka kedua matanya...
Nampak saat pertama kali matanya terbuka Lisa melihat sesosok Pria berbadan tegap dengan bau yang ia kenali itu sedang membopong tubuh nya, "pak Rio...", ucap Lisa memanggil Rio..
Rio pun sangat senang saat ketika mendengar suara Lisa yang telah sadar, lalu Rio langsung melihat dan menunduk ke arah wajah Lisa yang sedang ia bopong itu, "kamu tidak apa-apa kan?", tanya Rio dengan suara yang lembut.
__ADS_1
Lisa pun berusaha menjawab pertanyaan dari dosen nya itu, tapi rasanya suara nya sangat susah untuk keluar, suara Lisa begitu lemah.
Mendengar suara Lisa yang kurang jelas itu, Rio kembali berbicara, "sudah... tidak usah dipikirkan dulu... istirahatlah..", ujar Rio dengan nada yang lembut.
Lisa yang melihat dan mendengar suara Rio yang lembut dan hangat itu menjadi sangat tenang hatinya, secara alamiah Lisa mendekatkan muka nya ke bahu Rio dengan rasa yang begitu nyaman dan senyum damai di bibir Lisa yang begitu manis.
Rio pun yang mengetahui Lisa memegang nya erat nampak sedikit canggung dan merasa jantungnya berdetak sedikit lebih kencang dari biasanya..
Sedangkan Ziko hanya berada di belakang langkah kaki Rio, mengikuti dan mengekor di belakang. Ziko yang melihat mereka berdua dari belakang itu pun ikut merasakan kehangatan dan kedekatan antara Rio dan Lisa.
Ziko tidak tau nuansa macam apa yang ia sedang rasakan dan saksikan itu, pemandangan yang tidak pernah terbayangkan olehnya ketika Pak Rio bisa begitu memperlakukan perempuan dengan lembut.
Selama ini sosok Rio dimata Ziko merupakan Pria yang cuek dan dingin terhadap siapapun.
Ziko terus memperhatikan Rio dan Lisa, tapi tiba-tiba Rio menoleh kebelakang melihat ke arah Ziko, Ziko pun terkejut karena mendadak Rio menoleh kebelakang ke arahnya sambil berkata, "tolong buka kan pintu mobil saya yang di tengah", ucap Rio meminta tolong kepada Ziko.
"ia pak", jawab Ziko sambil mendahului Rio untuk membuka pintu mobil Rio.
Kemudian, Rio pun langsung menurunkan tubuh Lisa dan membaringkannya dengan sangat pelan di kursi tengah mobilnya, lalu menutup pintu mobil juga dengan tak kalah pelan, sebab Rio takut mengejutkan Lisa yang terlihat sudah nampak lebih tenang dan lebih baikan.
"dia tidak apa-apa, hanya saja dia masih sangat syok dengan ini semua", jawab Rio.
"semoga saja pak.. untung kita bisa menemukan Lisa, tapi... ini ulah siapa... apakah bapak tau siapa pelakunya? Apakah kita harus lapor polisi? Dan... kenapa juga si penculik itu menyekap Lisa tapi kemudian meninggalkan Lisa begitu saja di rumah kosong itu", Ziko kembali bertanya dengan panjang lebar.
"entahlah... saya juga tidak bisa menjawab apapun sekarang, saya juga masih belum bisa menerka dengan jelas, ada baiknya kita tanya kan langsung ke Lisa setelah ia sudah sadar nanti", ucap Rio.
"baiklah pak... setelah ini Lisa bagaimana pak?", ujar Ziko.
"bagusnya Lisa kita antar pulang kerumah karena pasti orang tua nya sangat mengkhawatirkan Lisa yang belum pulang", balas Rio.
"kalau orang tua Lisa bertanya kita jawab apa pak?", kata Ziko.
Mendengar perkataan Ziko membuat Rio sedikit terdiam dan berpikir, apa yang akan dikatakan kepada orang tua Lisa? Tentunya ini bukan masalah sepele...
"kita pikirkan itu nanti saja yang penting kita antar dulu Lisa pulang ke rumahnya", ucap Rio.
__ADS_1
-----------------
di sebuah Villa...
Pria misterius dan pria berkacamata yang menyekap Lisa itu tampak sedang duduk berdua di balkon lantai 3 yang menghadap ke sebuah pemandangan alam yang sangat indah sambil meminum secangkir kopi..
"aku tidak habis pikir, buat apa kamu mengeluarkan uang begitu banyak untuk menyuruhku menyekap gadis itu hanya untuk dilepaskan lagi?", ucap pria berkacamata itu membuka obrolan.
Pria misterius itu pun sejenak terdiam, kemudian mengambil cangkir kopi nya itu dan meminumnya sambil berkata, "bukan apa-apa... itu hanya cara ku menyapa..", ujar Pria misterius itu sambil kembali meminum kopi hangat nya.
"menyapa apa nya?.... Dasar aneh hahaha... apa kamu tidak takut kalau suatu saat akan ketahuan?", tanya pria berkacamata itu.
"takut? Apa yang harus ditakutkan? Apa yang aku lakukan ini tidak sebanding dengan apa yang ia lakukan kepadaku... kamu siap-siap saja dengan rencana kita berikutnya...", balas pria misterius itu........
.
.
.
BERSAMBUNG...
*Apa yang tidak sebanding dengan apa nya? Apa maksud perkataan pria misterius itu?
Rencana apakah itu??
Semoga bukan rencana buruk teman-teman!!
Mari kita doakan Lisa semoga tidak kenapa-napa...
Dan.......SAMPAI KETEMU LAGI DI CHAPTER BERIKUTNYA YA 😊
#mohon bantuan vote, like dan komentar nya ya jika teman-teman pembaca mendukung karya author supaya author makin semangat semangat🔥#
#terimakasih telah membaca 🤩#
__ADS_1