
Mata Lisa pun terbelalak karena tidak menyangka ada Rio di belakangnya, jantung Lisa pun berdebar-debar melihat Rio yang datang nampak begitu keren baginya, ia pun juga merasa tak enak karena ia membentak dan marah-marah lewat telpon tadi.
“eh hhehe, pak Rio”, ujar Lisa sambil malu-malu.
“sudah belum marahnya?”, ucap Rio yang sambil duduk ke sebelah Lisa.
“ma.. maaf pak”, balas Lisa.
“maaf untuk apa?”, tanya Rio sambil mendongak kan wajahnya menatap ke awan.
“ia, karena Lisa tadi bentak bapak, Lisa nggak tau kirain tadi itu Ziko yang telpon”, jawab Lisa.
“hmmm, jadi memang benar ya kamu dengan Ziko?”, tanya Rio.
“ha? Enggak pak, kami nggak ada apa-apa, foto itu juga tidak seperti yang bapak lihat”, ujar Lisa dengan suara tegas.
Rio tidak menjawab dan masih tetap menatap awan langit.
“Bapak harus percaya dengan Lisa”, ucap Lisa.
Mendengar itu, Rio langsung mengalihkan pandangannya ke arah Lisa namun tetap tidak menjawab, Rio hanya melihat ke arah Lisa.
Lisa pun langsung tersipu malu ketika Rio melihat ke arah nya.
“kamu... kalau memang itu tidak seperti yang orang katakan maka jangan kamu lari. Lari itu untuk orang yang salah”, ucap Rio dengan tatapan yang serius.
Lisa terhenyak mendengar perkataan Rio itu.
“Foto itu apa benar itu kamu dan Ziko?”, tanya Rio.
“Iya pak..... itu memang Lisa dengan Ziko tapi kami tidak melakukan apa-apa, kami tidak bercium.....”, belum selesai Lisa berbicara, Rio langsung memotong.
__ADS_1
“cukup sampai disitu tidak usah diteruskan, saya percaya”, ujar Rio singkat.
“saya percaya karena taman ini bukan lah tempat untuk berbohong", ucap Rio sambil menghirup udara yang sejuk dengan wajah yang tersenyum.
Lisa yang melihat Rio menjadi tenang hati nya, berbeda sekali dengan sebelum kedatangan Rio, sekarang seolah Lisa mendapatkan ketenangan jiwa sebab walau semua orang julid dengan nya tapi yang penting Pak Rio percaya dengannya, entah kenapa itu saja sudah cukup untuk Lisa sekarang.
"bapak kenapa bisa tau kalau Lisa di sini?", tanya Lisa.
"iya tau lah kamu kan memang kalau lagi sedih kesini", jawab Rio.
Lisa pun terkejut karena tidak menyangka kalau Pak Rio masih mengingat perkataannya saat itu.
#FLASH BACK ON#
2 tahun yang lalu (awal masuk kuliah: semester I)
“sudahlah kita putus sekarang!! Aku nggak mau lagi ketemu dengan kamu Aldo”, teriak Lisa.
“Lisa dengerin penjelasan aku dulu”, ujar Aldo.
Lisa pun langsung meninggalkan Aldo, melihat Lisa yang pergi Aldo langsung menarik tangan Lisa yang membuat laju Lisa terhenti.
Lisa pun langsung menoleh, dan..... terdengar suara lumayan keras, dan terlihat ekspresi menahan sakit dari Aldo sambil ia memegangi pipi nya, ternyata Lisa menampar keras pipi kiri Aldo!!
Aldo pun langsung tersulut emosi dan langsung membalas tamparan Lisa itu, Aldo dengan beringas nya balik menampar pipi Lisa.
Lisa pun hanya terbelalak mata nya dan shock menyadari bahwa Aldo bisa seringan tangan itu kepada nya padahal kemarahan Lisa itu juga bukan tanpa alasan.
“ma.. maafkan aku Lisa, aku nggak segaja, aku nggak bermaksud gitu”, ucap Aldo.
Lisa hanya menangis dan langsung meninggalkan Aldo, Lisa langsung bergegas menaiki motornya dan meninggalkan Aldo, sedangkan Aldo hanya terdiam tidak berusaha mengejar Lisa.
__ADS_1
Aldo pun merasa menyesal kenapa bisa-bisa nya ia sampai hati menyakiti Lisa namun nasi sudah jadi bubur, kini Aldo tidak hanya menyakiti hati Lisa tapi Juga menyakiti fisik Lisa.
..........
Di perjalanan..
Lisa melesat, memacu kendaraan roda dua miliknya dengan sangat kencang, Lisa tidak menghiraukan lagi keselamatannya.
Yang ada sekarang Lisa hanya ini pergi sejauh-jauhnya, derai air mata tak terhitung membasahi setiap jalan yang ia lalui.
Sudah lebih dari satu jam ia mengendarai motornya tak terasa ia telah sampai di suatu taman yang belum pernah ia ketahui sebelumnya.
“ini dimana”, Lisa bertanya-tanya dalam hatinya sambil melihat sekeliling kemudian matanya tertuju pada sebuah kursi kayu, Lisa pun menuju kursi itu dengan maksud menenangkan diri.
Taman itu terlihat begitu Asri dan Suasananya begitu tenang membuat mata Lisa yang sembab menjadi lebih baikan karena nuansa di taman itu begitu mendamaikan hatinya yang sedih.
Taman yang jauh dari pusat kota yang jauh dari hiruk pikuk Kota, taman yang membuat ia nyaman dengan pemandangan dan udara yang menyegarkan.
Dari kejauhan Lisa melihat ada kursi yang terbuat dari kayu, kemudia ia mendekati kursi itu.
Lisa pun telah duduk dan langsung menangis sejadi-jadinya di taman itu.
Keesokan hari nya pun Lisa kembali ke taman itu tak terasa sudah 3 hari berturut-turut ia datang ke taman itu dengan perasaan yang mulai membaik, pada hari itu berbeda dari hari-hari yang lain, ia melihat dari kejauhan ada seorang Pria yang bertubuh tinggi dan berparas seperti orang blasteran yang tengah duduk di kursi kayu tempat yang selalu ia duduki.
Menyadari kehadiran Lisa Pria itu pun menoleh, ketika ia melihat Lisa pria itu langsung berkata sambil dengan tatapan mata yang seolah tak percaya, “Sofia....”, ucap Pria itu dengan tatapan yang dalam....
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG....
#terimakasih telah membaca 🤗 sampai berjumpa kembali di chapter selanjutnya ya#