
Tak terasa awan langit semakin pekat warna hitamnya, menunjukan hari sudah melam berselimut dengan gelapnya langit yang bermandikan cahaya bulan.
Di bawah cahaya bulan itu Rio masih tertidur di dalam mobil nya yang ia parkiran di rumah sakit umum kota (RSUM).
Tak terasa sudah memasuki waktu subuh. Rio pun tersadar dari tidur nya ketika ia mendengar bunyi suara adzan dari Handphonenya pengingat waktu sholat.
“hmmmm, sekarang jam berapa ya”, gumam Rio dengan setengah sadar sambil tangannya mencari-cari sumber suara dari Ponsel nya itu.
“Astaga bisa-bisa nya aku ketiduran di sini... masih untung terbangun subuh kalau kesiangan aku bisa terlamm......”, belum selesai Rio mengoceh dengan diri nya sendiri, Rio pun terhenti seketika saat melihat pesan masuk di layar Ponsel nya yang tertulis “selamat tidur Pak, ngorok nya kenceng banget hehe”.
Membaca pesan masuk itu membuat Rio binggung dan ia kembali berusaha mengingat ulang apa yang sebenarnya terjadi..
Setelah mencoba beberapa saat akhirnya Rio kembali mengingat kembali saat dimana ia tiba-tiba menelpon Lisa.
Rio pun menyadari mungkin ia tertidur saat telepon masih tersambung dengan Lisa.
ketika Mengingat kembali hal itu membuat Rio merasa malu dan mengusap-usap muka nya sambil sesekali memukul-mukul paha nya sendiri, “Arrrghh Aduhhhhh memalukan sekali”, ucap Rio sambil menyandarkan kepalanya di stir mobil.
Kini... sejenak Rio melupakan insiden kecelakan yang dialami oleh Fredi disebabkan oleh rasa malu yang ia rasakan sekarang.
...............
Jam 08.00 WIB di kampus.
Kini Rio bersama ke-3 dosen lainnya yang terdiri dari dua dosen pembimbing dan dua dosen penguji yang salah satu nya adalah diri nya sendiri yang saat ini sedang berada di ruangan sidang.
Pagi ini merupakan jadwal nya untuk menguji seminar proposal dari mahasiswa nya.
Rio merupakan penguji-1 pada seminar proposal pagi ini walau Rio sesampainya di rumah jam 6 pagi akibat ia ketiduran di dalam mobil namun hal itu tidak membuat Rio terlambat untuk hadir di ruang persidangan.
Sidang seminar proposal skripsi pun berlangsung dengan serius, terlihat mahasiswa yang di uji sangat tegang terihat jelas dari raut muka nya dan cara menjawab nya yang terbata-bata.
__ADS_1
Rio pun menyadari dan memaklumi sikap mahasiswa nya itu, sebab kebanyakan mahasiswa memang akan gugup saat berada di ruangan sidang.
Handphone Rio pun berdering ia di telpon oleh bagian staff kampus, namun Rio tidak mengangkatnya karena ia sekarang sedang fokus memeriksa berkas proposal skripsi milik mahasiswa nya itu.
Tapi, tetap saja staff itu menelpon nya bahkan ini sudah yang ke empat kali nya...
Rio pun akhirnya keluar ruangan sebentar untuk mengangkat telpon nya, “iya... ada apa?”, jawab Rio setelah mengangkat telpon.
“maaf pak kalau saya mengganggu soal nya bapak kedatangan tamu”, ucap staff kampus itu.
“tamu? Siapa?”, selidik Rio dengan penasaran.
“Polisi pak, sekarang mereka sedang menunggu bapak di ruangan bapak”, balas Staff itu.
“Polisi?... ya sudah saya akan segera kesana, bilang kepada polisi itu untuk menunggu saya karena sekarang saya sedang menguji seminar proposal skripsi”, perintah Rio.
“baik pak”, jawab staff kampus itu dengan singkat.
Lalu, Rio kembali masuk ke dalam ruangan sidang dan langsung meminta izin kepada rekan sesama dosen yang seruangan dengan dia saat itu.
Rio langsung menuju ruangannya di Lantai 3 tepatnya di ruangan Wakil Dekan II.
Setelah di depan pintu ruangan, Rio sudah bisa melihat kehadiran dua orang polisi yang sedang menunggu di sofa tamu ruangan nya.
Rio pun langsung menghampiri kedua polisi itu dan langsung ikut duduk, “iya pak saya Rio, saya dengar bapak ingin ketemu saya. Kalau boleh tau ada keperluan apa?”, tanya Rio tanpa basa-basi sambil bersalaman.
“kedatangan kami ke sini untuk menanyakan beberapa pertanyaan kepada bapak”, jawab salah satu polisi.
“perihal apa pak?”, ujar Rio.
“baiklah langsung saja... apa pak Rio mengenal orang ini?”, tanya polisi sambil menunjukan foto Fredi.
__ADS_1
“ya... saya mengenalnya. Dia Fredi, dulu beliau adalah seorang wartawan”, jawab Rio.
“iya benar... apakah bapak sudah tau berita tentang beliau?”, selidik polisi kepada Rio.
“ya, saya tahu kalau beliau meninggal dalam kecelakaan kemarin, saya sudah melihatnya di berita”, ucap Rio.
Mendengar jawaban Rio membuat kedua polisi itu Saling bertatapan dan kembali bertanya, “ya, Fredi meninggal di dalam kecelakan mobil tunggal itu. Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) kami mendapati ponsel almarhum Fredi dan di dalam ponsel tersebut kami menemukan komunikasi terakhir almarhum dengan bapak dan berdasarkan itu kami menemukan pada sore itu almarhum mau bertemu dengan anda. Apa benar demikian?”, ujar Polisi itu mengulik-ulik informasi dari Rio.
Rio pun menjawab dengan lugas, “ya.. benar saat itu Saya dan Fredi janjian untuk ketemuan di Cafe Sahabat jam 4 sore”
“kalau boleh tau ada urusan apa?”, polisi kembali bertanya.
“itu urusan pribadi saya, jadi saya tidak bisa ceritakan kepada bapak berdua tapi yang pasti memang benar saat itu kami janjian untuk bertemu dan saat kejadian itu saya sudah berada di Cafe Sahabat dan Saya tau Fredi mengalami kecelakaan saat itu dari breaking news yang ditayangkan di Televisi Cafe. Pihak ke polisian bisa langsung cek di CCTV Cafe”, Balas Rio menjelaskan.
“baiklah, bapak tenang saja, kami menghargai privasi bapak”, ucap polisi.
“bapak mencurigai saya?”,,,,,,
.
.
.
.
BERSAMBUNG
#hmmm kira-kira apa yang akan terjadi kepada Rio? Teman-teman bisa tuliskan asumsi kalian di kolom komentar ya...
Terimakasih telah membaca#
__ADS_1
#sampai berjumpa di bab berikutnya ya 😉#