TERPIKAT DOSEN KU

TERPIKAT DOSEN KU
GODAAN


__ADS_3

Benar saja, semua berjalan sesuai dengan rencana Tina. Satu persatu mahasiswa keluar-masuk dari ruangan Rio selesai bimbingan secara bergantian.


Sampai tak terasa tinggal 3 orang mahasiswa lagi yang tersisa di ruangan tunggu termasuk Tina di dalamnya.


Melihat tinggal menyisaka 3 orang mahasiswa lagi termasuk dirinya membuat perasaan Tina Kini mulai berdebar-debar tak karuan


.


Semangat Tina yang dari kemarin menggebu-gebu sekarang malah menjadi ciut.


Menit demi menit berlalu akhirnya giliran Tina untuk masuk ke ruangan Rio pun tiba ditandai dengan panggilan dari sang dosen yang menyuruhnya masuk, “berikutnya silahkan masuk”, panggil Rio dari dalam ruangan nya.


Tina pun berdiri dan sejenak mengatur nafasnya yang sedari tadi tidak karuan sambil kedua tangan nya memegangi dada nya.


Setelah memantapkan dirinya Tina pun beranjak masuk ke ruangan Rio.


Perlahan-lahan Tina sudah menampakkan dirinya di hadapan Rio yang masih nampak sibuk menulis dan mencatat dengan fokus di meja kerja nya.


Tina pun langsung menyapa Rio, “selamat siang Pak”, sapa Tina duluan menyapa sang dosen.


Mendengar suara mahasiswinya itu, Rio pun mengalihkan pandangannya ke arah mahasiswi yang menyapa nya itu.


Ketika hendak membalas sapaan dari Tina, sejenak Rio tertegun memandangi penampilan Tina yang nampak sangat cantik dengan aroma tubuh yang sangat wangi.


Disisi lain, menyadari sang dosen yang hanya melihatnya saja membuat Tina men jadi tersipu malu dan menundukan kepalanya.


Sedangkan Rio langsung kembali berusaha besikap cool, “Tina... silahkan langsung duduk”, ucap Rio mempersilahkan.


“iya pak”, balas Tina.


“jadi.... sudah sampai dimana skripsinya”, tanya Rio.


“eehhh ... ini Pak”, jawab Tina sambil membolak-balik lembar demi lembar skripsi nya dengan gerasak-gerusuk sebab sebenarnya Tina hari ini tidak terlalu peduli dengan skripsinya melainkan hanya untuk ketemu Rio.

__ADS_1


Dikarenakan gerakannya yang gerasak-gerusuk membuat pulpen Tina tejatuh ke bawa meja, “ma... maaf Pak”, ucap Tina dengan terbata-bata dan langsung turun ke bawah meja.


Tina pun mencari-cari dimana pulpennya terjatuh, ternyata posisi pulpen yang jatuh itu sekarang ada di bawah kaki Rio.


Tina pun langsung mendekati kaki Rio. Tina pun terhenti ketika melihat kaki Rio dan kemudian dengan sengaja menyentuh nya yang sontak saja membuat Rio sedikit terkejut dan menoleh ke bawah.


Rio baru menyadari posisi Tina sekarang sedang berlutut di bawah kakinya. Rio baru menyadarinya sebab Rio dari tadi memang sangat fokus dengan pekerjaannya.


“se... sedang apa kamu Tina”, tanya Rio.


“maaf Pak, Tina mau ambil pulpen Tina yang terjatuh. Tina nggak sengaja menyentuh kaki bapak”, jawab Tina.


“ya sudah tidak apa-apa. Bapak kirain tadi lagi nagapai. Silakan kamu duduk kembali”, perintah Rio.


Lalu, Tina pun perlahan-lahan bangkit. Tapi, bukannya menuruti perintah sang dosen, Tina malah makin mendekati Rio dan jatuh ke pelukan Rio yang sedang duduk di kursi nya, “aduh... maaf Pak, Tina terpeleset”, ujar Tina yang berbohong karena sebenarnya dia tidak terpeleet melainkan sengaja mendabrak menuju kepelukan Rio.


Rio pun yang secara reflek menangkap Tina yang terjatuh dipelukannya itu pun langsung memegang bahu Tina untuk membuat Tina melepaskan pelukannya tapi Tina malah semakin memeluk erat tubuh dosen nya itu.


Rio pun merasakan bagian kenyal dan hangat yang sedang menempel di dada bidangnya itu, sementara itu Tina terus tidak mau melepaskan pelukannya sehingga membuat Rio bertanya, “Tina... apa kamu tidak apa-apa?”


“Tina... ayo silahkan duduk lagi ke kursimu... kita mulai bimbingan kita”, ujar Rio sekali lagi.


Namun Tina kembali tidak menjawab namun Tina malah mengangkat dan mendongakan mukanya melihat ke arah muka Rio.


Rio pun yang melihat tingkah Tina itu semakin salah tingkah apalagi sekarang Tina malah memejamkan mata nya sambil mengarahkan wajahnya ke Rio.


Rio yang melihat Tina memejamkan matanya itu langsung menelan ludahnya. Sekarang ia melihat bibir Tina yang begitu mengemaskan seolah disajikan dengan begitu pasrah. Ingin rasanya Rio langsung ********** saat itu.


Rio pun langsung memegang kedua bahu Tina. Tina yang merasakan kedua bahu nya itu disentuh Rio langsung berdesir jatungnya.


Tina tidak tau apa yang akan dilakukan oleh Rio sebab sekarang ia hanya terpejam pasrah.


Kedua tangan Rio pun mendorong kedua bahu Tina untuk menjauh dari nya yang membuat Rio kini bisa dengan leluasa berdiri dari kursinya.

__ADS_1


Tina pun terkejut dan langsung membuka kedua mata, sambil menatap Rio Tina berkata, “kenapa bapak menjauh”, ujar Tina.


Rio pun tidak menjawab, kemudian Tina pun tidak pantang menyerah dan langsung berjalan pelan menghampiri Rio.


Sambil berjalan mendekat, perlahan-lahan tangan Tina meraih kancing baju nya sendiri dan mulai melepaskan satu persatu kancing baju nya.


Rio hanya melongo melihat pemandangan yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya.


Baru satu kancing yang paling atas terbuka dengan mudah, lalu jari jemari Tina sudah mulai menuju kancing baju yang kedua, ketika jari nya mulai bergerak, Rio pun tersadar dari sikap melongo nya itu, “Tina hentikan!!”, ujar Rio.


Tina pun hanya tersenyum dan menatap Rio dengan tatapan menggoda sambil jari nya tetap melepaskan kancing baju nya itu. Dan lalu melanjutkan membuka kancing berikutnya ke bawah.


“Tina hentikan!! Kamu angkat muka kamu ke pojok kanan atas sekarang”, perintah Rio.


Tina pun dengan reflek melihat ke atas, dan ia melihat kamera CCTV yang terpasang di ruangan yang mereka tempati sekarang.


“kamu sudah lihat sendiri kan, jadi... jangan melakukan hal yang aneh-aneh lagi”, tegur Rio.


Tina tidak bisa berkata-kata lagi dan langsung dengan reflek tangannya menutupi dada nya yang sudah setengah terbuka dan buru-buru memasang kancing yang telah ia lepas tadi satu persatu.


Setelah merapikan baju nya, Tina pun langsung beranjak pergi, saat berpapasan dengan Rio, Tina pun membisik ke telinga Rio, “kalau begitu bagaimana kalau kita ke hotel aja Pak, disana kita bisa bebas”


Mendengar perkataan dari Tina itu Rio pun menjadi melotot terkejut mata nya dan setelah membisik di ditelinga Rio kini Tina telah meninggalkan ruangan itu dengan Rio yang masih berdiri sendiri dengan keterkejutan dengan apa yang ia baru dengar barusan!!


.


.


.


BERSAMBUNG....


#wah wah wah apa yang akan terjadi? nantikan kelanjutan nya di bab berikut nya ya ☺

__ADS_1


#terimakasih telah membaca ☺


__ADS_2